Sakarya, Gontornews — Setelah menyelesaikan program di daerah Karabuk, KKNI Turkiye UNIDA Gontor yang didukung oleh Bank Syariah Indonesia melanjutkan kegiatan pengabdian di daerah Sakarya. Secara umum, terdapat dua kegiatan yang dilaksanakan di kota ini: pertama bersama santri Madrasa Bilge, dan kedua bersama para pelajar di Sakarya.
Kedatangan para peserta KKNI disambut oleh Ketua PPI, Ardhian Rizky Ramdhany, dan perwakilan dari organisasi Satelit (Sakarya Tempat Literasi) Sayyid Ash Shiddiq. Kegiatan berlokasi di Serdivan Kultur Sanat Merkezi, salah satu gedung milik Walikota Sakarya dan dimulai pada pukul 15.00 TRT (waktu setempat). Jumlah pelajar Indonesia di Sakarya merupakan populasi mahasiswa/mahasiswi terbesar di Turkiye, yaitu 830 orang. Namun, karena keterbatasan ruangan, jumlah peserta dibatasi hanya 60 orang saja.
Kajian tentang gaya hidup halal ini diisi oleh Mohtar Burhanuddin, salah satu peserta KKNI Turkiye dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. Halal bukan hanya mengenai makanan dan minuman, melainkan hampir seluruh aspek kehidupan manusia harus ditinjau dari sisi halal/haramnya. “Halal secara umum dapat dibagi menjadi tiga: halal memperoleh, halal mengonsumsi, dan halal memanfaatkan,” terang Mohtar.
Berkaitan dengan gaya hidup halal, perwakilan dari IKPM Sakarya, Fathan Aulia Rahman, menyampaikan kepada para hadirin tentang status mereka sekarang. “Saat ini kita sudah menjadi alumni dan hidup di luar pondok pesantren, akan tetapi jangan sampai kita melepaskan dunia kepesantrenan dan melakukan semuanya sesuai kemauan kita saja,” paparnya. Hal ini sesuai dengan alam para pelajar yang sudah hidup di daerah yang dipengaruhi kuat oleh budaya Barat.
Selain itu, ada pertanyaan dari Wakil Ketua PPI, Ilham Syuhada, mengenai cara menerapkan ekosistem halal di samping hanya mengetahui tentang halal/haram. Untuk itu, pembimbing KKNI Turkiye, Dr Riza Azhari, M.Pd.I menerangkan bahwa untuk melahirkan ekosistem halal harus dimulai dengan memiliki pengetahuan dan keinginan yang kuat, karena darinya akan menjadi kebiasaan, sehingga dapat menjadi ekosistem yang baik. []


















