Tangerang, Gontornews — Dewasa ini semua lembaga pendidikan berorentasi pada mutu. Lembaga pendidikan dikatakan bermutu, jika input, proses, output, dan hasilnya dapat memenuhi persyaratan yang dituntut oleh pengguna jasa pendidikan.
Dr Ayuhan memilih dua boarding school yang dapat dijadikan objek penelitian yaitu, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia, Serpong, Tangerang Selatan, Banten dan SMA Dwiwarna, Parung, Bogor.
Bahwasanya kedua boarding school di atas dapat dijadikan model dalam manajemen mutu. Sehingga lulusannya banyak diterima di perguruan tinggi negeri yang bergengsi di Indonesia. Indikator pendidikan bermutu kedua boarding school telah terakreditasi “A” (Amat Baik).
“Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen mutu boarding school dalam meraih lulusan berkualitas,” terang pria kelahiran Jakarta, 08 Oktober 1964 itu. Melalui tolak ukur Standar Nasional Pendidikan yaitu delapan standar pendidikan.
Kedelapan standar tersebut meliputi, standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
Berdasarkan temuan hasil penelitian, maka putra dari pasangan Hamdani dan Masanah, menyimpulkan beberapa hal berikut :
Pertama, kedua boarding school, MAN Insan Cendekia Boarding School, Serpong dan SMA Dwiwarna Boarding School, Parung, telah memenuhi kreteria yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
Hal ini dibuktikan dengan terakreditasinya kedua boarding school tersebut oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M). MAN Insan Cendekia Serpong dengan jumlah nilai keseluruhan yaitu 94 dengan predikat A (Amat Baik), ditetapkan di Serang, 31 Oktober 2015.
“Sedangkan SMA Dwiwarna Serpong dengan nilai 92,49 dengan predikat A (Amat Baik) ditetapkan di Bandung, 21 Desember 2013,” jawab dosen tetap FAI (Fakultas Agama Islam), Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.
Kedua, kedua boarding school MAN Insan Cendekia Serpong dan SMA Dwiwarna Parung telah memenuhi kriteria pencapaian manajemen mutu. Karena telah menerapkan standar mutu Internal atau penjaminan mutu (Quality Assurance).
Hal ini dibuktikan dari seleksi masuk calon peserta didik yang telah memakai standar mutu, proses belajar mengajar memakai teori Taksonomi Bloom, alat modern berbasis Ilmu pengetahuan dan teknologi, juga guru yang professional.
Sehingga out put dari kedua boarding school lulusannya berhasil diterima di perguruan tinggi negeri bergengsi di Indonesia. Terbukti 147 dari 156 siswa lulusan MAN Insan Cendekia tahun 2017, telah diterima di perguruan tinggi negeri.
Sedangkan 39 siswa dari 87 siswa lulusan SMA Dwiwarna tahun 2017 juga berhasil diterima di perguruan tinggi negeri. Artinya, lanjut putra kedua dari enam bersaudara tersebut, kualitas manajemen mutu kedua boarding school amat baik.
Ketiga, perbedaan antara MAN Insan Cendekia, Serpong dengan SMA Dwiwarna dari sudut manajemen mutu. Satu, MAN Insan Cendekia Serpong sebagai model, MAN di seluruh Indonesia. Sedangkan SMA Dwiwarna hanya sebatas percontohan boarding school terbaik tingkat Kabupaten Bogor.
Dua, lulusan peserta didik MAN Insan Cendekia tahun 2017 mencapai 90% lebih diterima di perguruan tinggi negeri bergengsi dibandingkan dengan SMA Dwiwarna tahun 2017 hanya 48%.
Tiga, pada MAN Insan Cendekia terdapat kurikulum Bahasa Inggris, Bahasa Jerman, dan Bahasa Arab. Sedangkan SMA Dwiwarna minus kurikulum Bahasa Arab. Empat, MAN Insan Cendekia, memiliki jurnal ilmiah Cendekia, jurnal pendidikan, humaniora, dan sains untuk kreatifitas guru. Sedangakan SMA Dwiwarna belum memiliki jurnal ilmiah.
Lima, prestasi peserta didik MAN Insan Cendekia meraih juara Internasional Astronomy Olimpiade 2017 mendapat medali emas. Sedangkan prestasi peserta didik SMA Dwiwarna masih tingkat nasional.
Keempat, terkait hambatan mencapai target serta upaya penyelesaiannya. Peserta didik SMA Dwiwarna pilihan program studi dan perguruan tinggi negeri yang diambil mayoritas termasuk dalam katagori favorit. Sehingga persaingan sangat sempit untuk dapat lulus.
Upaya evaluasi bimbingan belajar menuju perguruan tinggi negeri pun harus lebih ditingkatkan lagi. Selain itu diperlukan konseling terkait pilihan dengan memaparkan pilihan jurusan dan perguruan tinggi negeri lain, serta melihat dari kemampuan nyata berdasarkan nilai raport yang dikomunikasikan kepada siswa dan orang tua.
Sedangkan pada MAN Insan Cendekia seleksi peserta didik melalui beberapa pertimbangan yakni bibit unggul dan proses unggul. Sehingga menghasilkan lulusan berkualitas yang banyak diterima di perguruan tinggi negeri. ”Sekolah ini juga terus berupaya meningkatkan mutu dan manajemen pendidikan mutu,” tambah ayah dari Bilqis Andalusia itu.
Kelima, novelty research. Dalam disertasinya tersebut, penulis menemukan teori baru yaitu, “Manajemen pendidikan bermutu asas bagi alumni bermutu.” Dalam Bahasa Inggrisnya adalah,
“Execellent Educational Manajement is Fundamental For Producing Good Alumni.” Sedang dalam Bahasa Arabnya yakni إدارة الجودة التربـويّــة أساس لتحـصيل الخريـج المـتـفـوق” ”.
“Dengan demikian dari seluruh pembahasan di atas disimpulkan bahwa manajemen pendidikan adalah asas pendidikan bermutu dan lulusan berkualitas. Ini adalah temuan teori dari penelitian tersebut,” pungkas Dr Ayuhan MA, kepada Gontornews.com. <Edithya Miranti>
Biografi Penulis
Nama : Dr Ayuhan MA
Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 08 Oktober 1964
Pendidikan :
- S1 di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Fakultas Tarbiyah, tamat tahun 1992.
- S2 di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Studi Islam, tamat tahun 2007.
- S3 di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam, tamat tahun 2014.
Pengalaman :
- Dosen tetap FAI-UMJ, tahun 2010 sampai sekarang.
- Wakil Dekan III FAI UMJ, bidang Kemahasiswaan, tahun 2012-2016.
- Direktur al-Islam dan Kemuhammadiyahan UMJ, tahun 2011.
Karya Ilmiah :
1. Konsep Pendidikan Anak Salih dalam Perspektif Islam, penerbit Deepublish, Yogyakarta, 2016, cetakan pertama.
2. Anggota tim buku pelajaran, 6 Dimensi Kuliah Kemuhammadiyahan, November, 2014, cetakan pertama.
3. Pembentukan Anak Salih menurut al-Quran, Al-Milal Vol.1, No.1, tahun 2013, UMJ Press.





















