Agam, Gontornews — Keberadaan masjid tua memang tidak bisa dilepaskan dari perkembangan Islam di Minangkabau. Masjid tua Bingkudu diperkirakan dibangun pada tahun 1813. Seperti dilansir situsbudaya.id, masjid ini terletak di Canduang Bingkudu, Koto Tinggi, Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat 26192.
Bangunan Masjid Bingkudu terbilang unik karena didirikan dengan sistem pasak. Tidak satupun dari komponen penyusun masjid ini yang dilekatkan satu sama lain dengan menggunakan paku. Pada sudut masjid terpajang beberapa lampu minyak yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun.
Masjid seluas 21×21 meter dengan tinggi 37,5 meter ini, dibangun secara gotong-royong oleh masyarakat. Semua materialnya berasal dari kayu. Baik lantai, dinding, maupun tiang. Kecuali atap masjid yang terbuat dari susunan ijuk.
Masjid cantik Bingkudu terletak di kaki Gunung Marapi pada ketinggian 1.050 m di atas permukaan laut. Dibangun di sebidang tanah seluas 60×60 meter persegi.
Pada bagian depan ruang utama terdapat mimbar tua dari kayu berbentuk huruf L. Pada mahkota mimbar terukir kaligrafi. Ditemukan pula tulisan angka 1316 H (1906 M) yakni merujuk pada tahun pembuatannya.
Di halaman masjid ini juga terdapat makam Syeikh Ahmad Thaher. Pendiri sekolah pendidikan Islam yang lebih dikenal dengan MUS (Madrasah Ulumi Syariah). Ia meninggal sekitar 13 Juli 1960 silam.
Saat ini, selain digunakan sebagai aktivitas ibadah dan sarana pendidikan agama bagi pelajar, Masjid Bingkudu juga digunakan sebagai kantor pusat Tim Koordinasi Pemberantasan Kemiskinan Jorong Bingkudu. Bahkan jauh sebelumnya, telah ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Agam sebagai cagar budaya pada tahun 1989. Sehingga pada tahun1991, masjid ini mulai mengalami pemugaran secara keseluruhan <Edithya Miranti>



















