Selagi matahari cerah berjemurlah sesukanya. Para ahli astrofisika memprakirakan, matahari akan cenderung meredup. Dalam 30 tahun ke depan, matahari akan meredup secara signifikan, meninggalkan kita dengan dunia yang lebih gelap dan lebih dingin.
Astrophysical Journal Letters terbaru (10/2/2018) memuat prakiraan berdasar dari studi siklus reguler 11 tahun matahari, dimana pada saat itu tingkat radiasi matahari berfluktuasi mengikuti pola tertentu.
Tim riset Astrophysical Journal Letters telah mencatat bahwa selama beberapa siklus terakhir, puncak radiasi matahari telah menurun, dan secara keseluruhan, jumlah cahaya dan panas yang kita dapatkan dari bintang pemberian kehidupan kita mulai berkurang.
“Dari regresi linier ini, kami memperkirakan kisaran fluks UV 9,3 persen terhadap siklus matahari 22 dan pengurangan 6,9 persen di bawah minimum siklus matahari di bawah minimum yang besar. Interval kepercayaan 95 persen dalam estimasi minimum ini adalah 5,5 persen untuk 8,4 persen,” kutip tim astrofisika.
Dengan kata lain, jelas jurnal terszbut, kita melihat sekitar 5 sampai 8 persen jumlah cahaya menurun. Demikian pula panas yang akan diberikan sinar matahari kepada kita.
“Ini adalah kabar baik bagi orang-orang pucat yang mudah terbakar saat berada di pantai, tapi bukan kabar fantastis bagi mereka yang menderita penglihatan buruk dalam kondisi kurang cahaya,” pungkas mereka.[DJ]


















