Mexico City, Gontornews — Pemerintah Mexico City mengeluarkan aturan pelarangan terkait penggunaan tas plastik sekali pakai terhitung sejak 1 Januari 2020. Langkah ini dilakukan pemerintah Mexico City untuk menanggulangi permasalahan lingkungan akibat limbah plastik.
“Kita harus mengeluarkan plastik dari peredaran,” ungkap pejabat Mexico City yang bertugas untuk mengawasi peredaran plastik, Andree Lilian.
“Plastik dan produk limbah lainnya merusak planet ini dan banyak kita temukan di jurang, hutan dan ruang publik tanpa ada satu pun yang membersihkannya,” tambahnya sebagaimana dilansir Reuters.
Terhitung 1 Januari 2020, pemerintah kota Mexico City melarang penjualan dan distribusi penggunaan tas plastik di sejumlah pusat perbelanjaan dan toko-toko di Mexico City.
Sementara itu, asosiasi industri plastik, ANIPAC, mengatakan ada sekitar 20 juta orang yang tinggal di Mexico City dengan penyebaran plastik mencapai 68.000 ton tas plastik per tahun.
“Sekarang, kita akan kembali ke kantong kertas, karung atau keranjang,” ungkap seorang penjaja plastik di pasar, Gabriel Sanchez.
“Aku pikir, itu akan memakan waktu, tetapi orang-orang akan terbiasa,” imbuh Sanchez.
Presiden ANIPAC, Aldimir Torres, menyebut aturan tersebut hanya akan membuat kebingungan di masyarakat. “Solusinya adalah mengatur tas, bukan melarangnya,” kata Torres.
Secara nasional, industri plastik di Mexico City menghasilkan pendapatan sekitar 30 miliar dolar AS per tahun. Namun, pelarangan plastik di sejumlah kota di Mexico pada tahun 2019 membuat produksi plastik menyusut drastis.
Mexico City sendiri sempat berpikir untuk mendorong penggunaan tas kompos yang mudah hancur. Tetapi asosiasi perusahaan tas ramah lingkungan mengatakan bahwa bahan impor tas kompos mahal.
Untuk solusi terdekat, juru bicara Inboplast, Jose del Cueto, mengusulkan agar pemerintah kota Mexico City mencontoh California yang melarang penggunaan tas sekali pakai pada tahun 2014 tetapi memungkinkan penggunaan kantong plastik sekali pakai. [Mohamad Deny Irawan]






















