Saat ini, masyarakat dunia tengah dihadapkan pada pandemi. Ruang dan waktu semakin sempit. Namun demikian, di masa pandemi, kita, khususnya umat Islam, harus bisa memanfaatkan waktu yang ada dengan ibadah-ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Ruang gerak manusia telah dibatasi dengan adanya pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia. Mulai dari hubungan sosial sesama manusia, hingga hubungan dengan Allah dalam hal ibadah telah terbatasi.
Sebagai seorang Muslim, tidak ada alasan untuk tidak beribadah, sebab ibadah merupakan sesuatu yang diperintahkan Allah, agar manusia bisa selalu dekat dengan-Nya. Kedekatan dengan Sang Pencipta, pada masa seperti ini sangat perlu untuk dilakukan. Sebab sebagai seorang Muslim, kita harus percaya bahwa setiap yang terjadi dalam kehidupan ini merupakan kehendak-Nya, dan sesulit apapun untuk dijalankan, semua pasti ada hikmah yang bisa dipetik. Sebagaimana Allah ‘Azza wa Jalla berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 51 yang artinya, “Katakanlah (Muhammad), ‘Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.”
Wajib mempercayai bahwa setiap yang terjadi merupakan kehendak Allah. Dialah tempat kita berlindung, termasuk di masa pandemi, baik dari penyebaran virusnya maupun dampak-dampak berbahaya yang timbul dari adanya Covid-19.
Selain itu, di masa sempit seperti sekarang ini, banyak kekurangan yang kita rasakan, terutama dalam ibadah. Misal, saat melaksanakan shalat, jamaah dipaksa untuk merenggangkan shaf, sebagai bagian dari Prokes, dan itu adalah kekurangan. Kemudian juga ketika seseorang bersin, tidak ada lagi doa sebagaimana yang diajarkan Rasulullah dengan mengucap Alhamdulillah dan dijawab dengan Yarhamukallah namun justru, seseorang yang bersin dicurigai sebagai pembawa virus. Demikian pula dengan kebiasaan berjabat tangan yang sebenarnya dapat menggugurkan dosa, justru saat ini tidak berlaku sebab dianggap sebagai wasila menyebarkan virus, dan masih banyak lagi.
Akan tetapi, di balik kekurangan-kekurangan tersebut, banyak juga perbuatan-perbutan yang bisa kita lakukan untuk menutupi kekurangan tersebut. Misalnya saja, dengan tetap menjaga shalat sebagai perintah agama, dan jangan sampai ibadah itu ditinggalkan hanya karena alasan protokol kesehatan (Prokes) seperti shalat Jumat.
Kemudian silaturahmi, baik kepada keluarga, orangtua, kerabat, maupun orang lain. Silaturahmi zaman sekarang tidak harus bertatap muka atau berjabat tangan secara langsung, namun bisa melalui sosial media. Berkabar melalui pesan elektronik bisa juga dilakukan sebagai bentuk silaturahmi. Selanjutnya menyebarkan kebaikan melalui alat elektronik yang dimiliki, dengan menyebarkan kabar-kabar baik, pesan baik, dan berdakwa mengajak pada kebaikan.
Selain itu, memanfaatkan waktu di masa pandemi bisa juga dengan mengadakan kegiatan seminar melalui aplikasi-aplikasi yang ada seperti melalui zoom dan sebagainya.
Terakhir, mengisi waktu yang ada di masa pandemi dengan ibadah-ibadah yang tidak terlihat oleh orang namun memiliki pahala yang besar serta mendekatkan kita kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Di antaranya seperti shalat Tahajud di malam hari.
Kesempatan untuk menjalankan ibadah mulia itu di masa seperti saat ini lebih besar, apalagi banyak kegiatan atau pekerjaan yang dianjurkan untuk dilakukan dari rumah, sehingga waktu di rumah bisa lebih lapang.
Kemudian sedekah, amalan yang juga dapat mendekatkan diri kita kepada Allah, dengan sedekah akan menjaga diri kita dari marabahaya, penyakit-penyakit berbahaya, dan dari api neraka. Sedekah juga menjaga harta dari ketercukupan. Selanjutnya menjalankan puasa-puasa sunnah yang diajarkan oleh Baginda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. Seperti puasa Senin-Kamis, puasa Daud dan puasa lainnya. Intinya, sebagai seorang Muslim kita harus bisa memanfaatkan waktu dengan maksimal di masa pandemi dengan amalan-amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla. []






















