Ngawi, Gontornews — Setelah melangsungkan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (2/5/2018) siang tadi Grand Syeikh Al-Azhar (GSA) Prof Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyib beserta rombongan langsung melanjutkan safarinya ke Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Putri, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur.
Adapun tamu yang hadir dalam silaturrahim ke Gontor, selain GSA, juga hadir Rektor Universitas Al-Azhar Prof Dr Mohammed Hussin Abdelaziz Hassan, Menteri Agama Drs Lukman Hakim, Prof Dr Quraish Shihab dari Majelis Hukama Muslimin, Dubes Mesir untuk Indonesia HE. Amru Mu’awwad, Dubes Indonesia untuk Mesir HE. Helmy Fauzy, Gubernur NTB TGB Muhammad Zainul Majdi, Kapolda Jatim, Pangdam v Brawijaya, Bupati Ngawi, Pimpinan Pondok-pondok Pesantren Alumni Gontor, dan para alumni Gontor.
Usai Grand Syeikh Al-Azhar Ahmad bin Muhammad Al-Thayeb, dan Pimpinan PMDG KH Hasan Abdullah Sahal memberikan sambutan, Menteri Agama Drs Lukman Hakim memberikan sambutannya yang juga disambut antusias para hadirin. Dalam sambutannya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menganggap kehadiran GSA bersama delegasi merupakan bentuk kecintaaan beliau yang luarbiasa kepada Gontor. “Karena untuk kesekian kalinya beliau tidak hanya berkunjung ke Indonesia melainkan berkunjung ke Pondok Gontor,”ungkap Menag di Auditorium Pondok Modern Gontor Putri 1, Mantingan, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, Rabu (02/05).
Selain itu Menag mengungkapkan, dalam konteks Indonesia, keberadaan Pondok Pesantren Gontor adalah wujud kongkrit bahwa nilai wasathiyah Islam terus terpelihara dengan baik. Di hadapan ribuan santriwati Gontor, Menag juga meminta untuk selalu bersyukur karena dapat mengenyam pendidikan di Gontor “Tidak banyak mereka yang punya kesempatan belajar di lembaga pendidikan terbaik. Syukuri ini dengan terus belajar dan belajar. Sesunguhnya kedalaman ilmu itu tidak ada dasarnya, sebagaimana keluasan ilmu itu tiada bertepi,” pesan Menag.
Bagi Menag, santri adalah penjaga wasathiyah Islam yang menjadi ciri keindonesian dan kehidupan umat Islam di dunia. Begitupun dengan keberadaan Al Azhar, Al Azhar, kata Menag, sangat signifikan untuk nilai wasathiyah Islam agar tetap terpelihara. “Grand Syeikh Al-Azhar, Ahmad bin Muhammad Al-Thayeb adalah tamu agung dan sangat istimewa yang sudah begitu kita nanti,” ujar Menag.
Usai Grand Syekh Al-Azhar Ahmad bin Muhammad Al-Thayeb, KH Hasan Abdullah Sahal dan Menag memberi sambutan, rangkaian acara dilanjutkan dengan peresmian gedung “kulliyyatul banat” dan gedung Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor serta peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit Gontor. Rangkaian acara kunjungan Grand Syeikh Al-Azhar Ahmad bin Muhammad Al-Thayeb ke Pondok Gontor Putri 1 beserta rombongan berakhir sekitar pukul 14.50 WIB dan rombongan meninggalkan Gontor putri menuju Bandara Adi Sumarno Solo untuk bertolak kembali ke Jakarta.
Berdasarkan informasi yang diterima Gontornews, GSA kembali ke Jakarta untuk melangsungkan pertemuan dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU). Setelah melangsungkan pertemuan dengan BPIP dan PBNU, GSA kembali lagi ke KTT. “Selanjutnya beliau akan lanjut ke Singapura,”jelas salah satu panitia dari Gontor Ustadz Akrimul Hakim kepada Gontornews menjelaskan. [Muhammad Khaerul Muttaqien]





















