pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Friday, 25 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Kesehatan

Mengenal Sejarah Coklat

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
16 August 2017
in Kesehatan
0

BACA JUGA

Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

Rumbia, Buah Khas Aceh yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Mengenal Operasi LASIK dan Manfaatnya untuk Mata

Inilah 6 Kiat Cegah Mata dari Penyakit Katarak

WHO: Covid-19 Varian EG.5 Sangat Menular Tapi Tidak Berbahaya

Cokelat atau Kakao. Adik-adik pasti mengenalnya. Itu lho sebutan untuk hasil olahan makanan atau minuman dari biji kakao (Theobroma cacao). Menurut Atkinson (2010). Cokelat pertama kali dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman. Konon, dahulunya cokelat hanya bisa dikonsumsi oleh para bangsawan.
Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah/bingkisan. Dengan bentuk, corak, dan rasa unik, cokelat juga digunakan sebagai ungkapan terima kasih, simpati, perhatian bahkan pernyataan cinta. Rasa cokelat juga paling populer di dunia. Selain dikonsumsi umum berbentuk batangan, juga menjadi bahan minuman hangat dan dingin.

Segelas cokelat panas.Dulu dikenal sebagai minuman para bangsawan.
Tanaman kakao (Theobroma cacao) mula-mula tumbuh di daerah Amazon utara sampai ke Amerika Tengah. Pengolahan pengolahan cokelat konon telah ada di Puerto Escondido, Honduras, sekitar 1100 -1400 SM. Adanya residu dari tangki-tangki pengolahan menandakan bahwa kakao tidak hanya minuman, tetapi pemanis minuman beralkohol.
Residu cokelat juga ditemukan pada tembikar suku Maya kuno di Río Azul, Guatemala Utara. Ini membuktikan Suku Maya telah meminum cokelat sekitar tahun 400 SM. Peradaban pertama Meso-Amerika itu mengenal pohon “kakawa” yang buahnya dikonsumsi sebagai minuman xocolātl yang berarti minuman pahit. Menurut mereka, minuman ini perlu dikonsumsi setiap hari sebagai simbol kemakmuran.
Biji kakao aslinya sangat pahit. Sebelum dikonsumsi, biji kakao difermentasi dahulu. Selanjutnya dipanggang dan dibubukkan. Suku Maya biasa membuat minuman coklat ditaburi lada merah, vanila, atau rempah-rempah lain. Minuman Xocoatl dipercaya mencegah lelah, mungkin disebabkan kandungan theobromin.
Ketika peradaban Maya klasik runtuh (tahun 900) dan digantikan bangsa Toltec, biji kakao menjadi komoditas utama Meso-Amerika. Pada masa Kerajaan Aztec berkuasa (sampai 1500 SM), Kota Meksiko merupakan produsen utama kakao. Bagi suku Aztec, kakao merupakan “makanan para dewa” (theobroma), biasa digunakan pacara keagamaan dan hadiah.
Cokelat menjadi barang mewah pada masa Kolombia-Meso Amerika. Suku Maya, Toltec, dan Aztec pernah menggunakan biji kakao sebagai mata uang. Di suku Indian Aztec, misalnya, berlaku perhitungan seekor ayam turki setara seratus biji kakao, dan satu buah avokad seharga tiga biji kakao .
Cokelat masuk Eropa 1544 M, melalui delegasi Maya Kekchi dari Guatemala. Mereka mengunjungi istana Spanyol dengan membawa hadiah minuman cokelat. Awal abad ke-17, cokelat menjadi minuman penyegar populer Spanyol. Selanjutnya, dia menyebar di kaum elit Eropa, kemudian lewat proses yang demokratis harganya menjadi cukup murah. Akhir abad itu dapat dinikmati oleh kelas pedagang. 100 tahun kemudian, cokelat masuk London. Rumah cokelat pertama dibuka pada 1657. Dan resep es coklat pertama juga berasal dari Inggris 1668.

Cokelat cair.
Semua cokelat Eropa awalnya dikonsumsi sebagai minuman. Baru pada 1847 ditemukan cokelat padat. Orang Eropa membuang hampir semua rempah-rempah yang ditambahkan orang Meso-Amerika, tetapi sering mempertahankan vanila. Juga mengganti banyak bumbu sesuai selera. Ada juga ditambahkan ambergris, zat warna keunguan berlilin dari usus ikan paus, hingga kayu manis atau cengkeh. Namun yang tersering adalah gula. Sebaliknya, cokelat Meso-Amerika tampaknya tidak dibuat manis.
Cokelat Eropa mengikuti tradisi suku Maya dan Aztec. Kini dibuat lebih modern oleh mesin industri. Kakao tak sekadar difermentasi, dikeringkan, dipanggang, dan digiling. Serangkaian teknik lebih rumit telah dikembangkan. Bubuk cokelat diemulsikan dengan karbonasi kalium atau natrium agar lebih mudah bercampur dengan air (dutched, metode emulsifikasi temuan orang Belanda). Lemaknya dikurangi dengan membuang banyak lemak kakao (defatted), digiling sebagai cairan atau dicampur dengan susu sehingga menjadi cokelat susu (milk chocolate).
Sekarang tanaman kakao juga tumbuh subur di kawasan tropis. Produsen utamanya pun sudah bergeser jauh. Termasuk lima besar adalah Pantai Gading, Ghana, Indonesia, Nigeria dan Kamerun. Sementara, Brazil, Ekuador dan Meksiko hanya sebagai produsen nomor 6,7 dan 8.
Dedi Junaedi

Tags: CoklatMinumanSejarah
Share25Tweet16Send
Previous Post

Sekjen Rabitha Puji Keramahan Jamaah Haji Indonesia

Next Post

Mengintip 7 Masjid Tertua di Indonesia

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
al amien prenduan

Keluarga KH Moh. Tidjani Djauhari Terima ‘100th Gontor Awards’ di Peringatan Satu Abad Gontor

22 September 2026
Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

23 October 2020
KH Haekal Yanuarsyah Ibadillah, Putra Kiai Gontor, Meninggal Dunia

KH Haekal Yanuarsyah Ibadillah, Putra Kiai Gontor, Meninggal Dunia

30 November 2020
Mengenang Keluhuran Sosok Almarhum KH Heikal Yanuarshah Ibadillah, Pengasuh Pondok Tahfidz Al-Muqoddasah

Mengenang Keluhuran Sosok Almarhum KH Heikal Yanuarshah Ibadillah, Pengasuh Pondok Tahfidz Al-Muqoddasah

1 December 2020
Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

0
YMIP Serahkan Wakaf 115 Sepeda dan 50 Juta kepada Gontor

YMIP Serahkan Wakaf 115 Sepeda dan 50 Juta kepada Gontor

0
Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

0
JATMA Aswaja Dukung Penguatan Ekonomi dari Desa

JATMA Aswaja Dukung Penguatan Ekonomi dari Desa

0
Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

24 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
Sebelum “Giliran” Kita Tiba: Refleksi Peringatan 100 Tahun Gontor

Sebelum “Giliran” Kita Tiba: Refleksi Peringatan 100 Tahun Gontor

24 September 2026
Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

24 September 2026
YMIP Serahkan Wakaf 115 Sepeda dan 50 Juta kepada Gontor

YMIP Serahkan Wakaf 115 Sepeda dan 50 Juta kepada Gontor

24 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result