pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 9 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Menguatkan Kembali Ekonomi Umat

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
6 December 2019
in Laput
0
Menguatkan Kembali Ekonomi Umat

foto: koperasisyariah212.co.id

Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, umat Islam Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat luar biasa. Namun, kita sulit menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi ekonomi umat Islam saat ini.

Berdasarkan data dari Global Islamic Economy Indicator Report 2016/2017 dan 2017/2018, posisi belanja Indonesia di industri halal global masih besar dan kuat, tapi sebagai big market bukan sebagai pemain utama. Indonesia masuk di Top 10 Expenditure di tiap industri, tapi bukan sebagai pemain utama.

Begitu pun dengan industri keuangan syariah, masih jalan di tempat. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, pangsa pasar keuangan syariah baru mencapai 8,69 persen dari total pasar keuangan nasional. Dari jumlah itu, pangsa pasar perbankan syariah hanya 5,94 persen, sisanya 2,75 persen adalah pangsa pasar nonperbankan syariah

Pengamat Ekonomi Syariah Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Irfan Syauqi Beik mengatakan, di satu sisi kesadaran umat Islam dalam mengembangkan perekonomian di tanah air semakin tinggi dan perannya semakin besar. Di sisi lain masih banyak sektor ekonomi yang di dalamnya kontribusi umat Islam masih sangat kecil.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Bahkan untuk produk-produk yang terkait dengan ibadah yang memiliki dimensi ekonomi juga belum optimal dikelola umat Islam. “Padahal, di balik semua tuntunan ajaran Islam ada sisi-sisi ekonomi yang bisa digarap. Kesadaran menggarap sisi ekonomi ini harus terus ditumbuhkan, jangan dianggap tidak penting,” ujarnya kepada Majalah Gontor.

Misalnya, bagaimana memanfaatkan momentum ibadah kurban agar produsen utama hewan kurban adalah umat Islam. Apalagi ibadah kurban dan permintaan terhadap hewan kurban akan selalu ada hingga akhir zaman. Sayangnya, kontribusi umat Islam sebagai produsen di bidang ini belum terjadi secara optimal.

Demikian pula dengan ibadah-ibadah lainnya. Shalat misalnya, apakah umat Islam yang menjadi produsen utama perlengkapan alat shalat. Faktanya Indonesia adalah negara dengan konsumen Muslim terbesar. Fakta juga kalau penggerak perekonomian Indonesia adalah konsumsi.

Konsumsi ini kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi paling besar. “Dalam hal ini paradigma umat perlu diubah dari konsumtif menjadi produktif. Ini penting karena ini mempengaruhi persaingan produk kita. Bagaimana memanfaatkan pasar untuk menggerakkan supply juga pekerjaan rumah kita,” ungkapnya.

Menurut Irfan, dalam mengembangkan ekonomi syariah, ada tiga hal yang perlu dijadikan prioritas. Pertama, menggenjot industri halal. “Jangan sampai Indonesia tidak berperan karena sibuk dengan isu-isu yang remeh-temeh, sementara negara-negara lain konsentrasi membangun industri halal karena ada market opportunity,” tegasnya.

Kedua, menumbuhkan kesadaran berzakat, infak, sedekah dan wakaf. Karena instrumen ini bisa digunakan untuk mengembangkan ekonomi umat. Jika zakat, infak, sedekah dan wakaf disalurkan kepada mustahik dengan baik, maka bisa mendorong perekonomian umat.

Ketiga, menghubungkan upaya-upaya menumbuhkan industri halal dan kesadaran berzakat yang semua prosesnya dilakukan melalui institusi keuangan syariah. “Kita harus siapkan itu secara komprehensif. Bukan sekadar mengembangkan ekonomi begitu saja. Tapi juga harus diimbangi dengan akhlak yang baik dan sesuai tuntutan agama,” ujarnya.

Jika peningkatan produk dilakukan terus-menerus, diimbangi dengan akhlak yang baik sesuai tuntutan agama, tidak ada kecurangan, tidak ada unsur tipu daya, ditambah dengan kesadaran berbagi, Allah akan menambah rezeki kita. Itu merupakan bagian dari paket keyakinan kita kepada Allah.

Ke depan, gerakan kewirausahaan di kalangan umat Islam harus terus didorong agar semakin banyak lagi entrepreneur Muslim yang berakhlak baik dan yakin ketika Allah mengharamkan riba, mereka berusaha memanfaatkan industri keuangan syariah dan yakin ketika mereka menunaikan kewajiban zakat Allah akan memberkahkan harta dan usahanya sehingga mereka terdorong menjadi muzakki, munfik dan wakif.

“Kita juga harus dorong setiap umat Islam untuk mempunyai semangat kontribusi dalam kegiatan ekonomi. Kalau tidak bisa jadi pengusaha, minimal jadi konsumen yang berpihak. Saya melihat generasi muda terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa, sudah muncul kesadaran, gaya hidup untuk menjadi entrepreneur, saya kira ini sangat baik,” tandasnya

Hal senada juga diungkapkan oleh Pengamat Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr Muhammad Arief Mufraini, bahwa ekonomi dan keuangan syariah Indonesia bisa berkembang jika cara umat Islam Indonesia mengkonsumsi, memproduksi, berinteraksi satu sama lain dan orang lain sudah menjadi konvensi.

“Ekonomi dan keuangan syariah bisa berkembang jika behavioral umat Islam bersyariah dalam konteks ekonomi dan keuangan sudah menjadi konvensi. Ketika umat Islam sudah memahami utility sharing versi syariah, microfinancing dan inklusivisme bisa tersebar lebih cepat. Itu relung yang konvensional tidak pernah masuk ke area tersebut,” ujarnya.

Ekonomi dan keuangan syariah di kalangan umat Islam bisa menjadi konvensi dan eksistensinya dirasakan seluruh lapisan masyarakat adalah jika pergerakan ekonomi dan keuangan syariah masuk ke area microfinancing atau area-area lainnya yang tidak dimasuki keuangan konvensional.

Sebaliknya, jika perbankan syariah misalnya, tidak masuk ke area tersebut, justru bergerak pada proyek-proyek besar, berarti perbankan syariah tidak ada bedanya dengan konvensional. “Kalau soal political will sudah disinggung sejak 1990-an. Itu sudah lewat. Regulasi sudah dibangun secara serius oleh pemerintah,” ujarnya kepada Majalah Gontor.

Tahapannya juga jelas. Jika sesuatu itu berkontribusi terhadap ekonomi, PDRB dan pembangunan, regulasi pasti muncul. Apalagi sekarang KNKS sudah ada, OJK versi syariah sudah ada, BI Syariah sudah ada, LPS versi syariah sudah ada. Tinggal bagaimana kita hifting behavioral kita agar lebih masif lagi.

Sementara itu menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, sinergi antar lembaga yang didukung implementasi program inovatif juga penting untuk pengembangan ekonomi syariah, terutama sektor keuangan syariah. Orang penting di BI ini pun mengakui, Indonesia saat ini masih sebagai konsumen utama produk halal dunia.

Namun bukan tidak mungkin, pada saatnya nanti Indonesia bisa menjadi produsen industri halal terkemuka dunia. “Potensi besar ekonomi syariah ini perlu didukung strategi pengembangan yang fokus kepada inovasi dan pencapaian kualitas yang lebih baik,” katanya dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di Surabaya (6/11/2019).

Dody mengatakan, optimisme pembangunan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia semakin kuat melalui penghargaan Indonesia dari GIFR 2019, yang mendudukkan Indonesia sebagai negara peringkat pertama dunia dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah

Berdasarkan data Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019, peringkat Indonesia saat ini naik cukup signifikan dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah dunia, dari peringkat enam menjadi pertama. Indonesia berada di posisi pertama dengan 81,93 poin, mengalahkan Malaysia di posisi kedua dengan 81,05 poin, Iran dengan 79,03 poin, Arab Saudi dengan 60,65 poin, dan Sudan dengan 55,71 poin. []

Tags: BangkitEkonomiIslamUmat
Share22Tweet14Send
Previous Post

Korea Selatan Luncurkan Satelit Pemantau Lingkungan Pertama di Dunia

Next Post

KTT 4 Pemimpin tentang Suriah akan Diadakan di Turki

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

30 August 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result