10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
24 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 26 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Menguatkan Kembali Ekonomi Umat

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
6 December 2019
in Laput
0
Menguatkan Kembali Ekonomi Umat

foto: koperasisyariah212.co.id

Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, umat Islam Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat luar biasa. Namun, kita sulit menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi ekonomi umat Islam saat ini.

Berdasarkan data dari Global Islamic Economy Indicator Report 2016/2017 dan 2017/2018, posisi belanja Indonesia di industri halal global masih besar dan kuat, tapi sebagai big market bukan sebagai pemain utama. Indonesia masuk di Top 10 Expenditure di tiap industri, tapi bukan sebagai pemain utama.

Begitu pun dengan industri keuangan syariah, masih jalan di tempat. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, pangsa pasar keuangan syariah baru mencapai 8,69 persen dari total pasar keuangan nasional. Dari jumlah itu, pangsa pasar perbankan syariah hanya 5,94 persen, sisanya 2,75 persen adalah pangsa pasar nonperbankan syariah

Pengamat Ekonomi Syariah Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Irfan Syauqi Beik mengatakan, di satu sisi kesadaran umat Islam dalam mengembangkan perekonomian di tanah air semakin tinggi dan perannya semakin besar. Di sisi lain masih banyak sektor ekonomi yang di dalamnya kontribusi umat Islam masih sangat kecil.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Bahkan untuk produk-produk yang terkait dengan ibadah yang memiliki dimensi ekonomi juga belum optimal dikelola umat Islam. “Padahal, di balik semua tuntunan ajaran Islam ada sisi-sisi ekonomi yang bisa digarap. Kesadaran menggarap sisi ekonomi ini harus terus ditumbuhkan, jangan dianggap tidak penting,” ujarnya kepada Majalah Gontor.

Misalnya, bagaimana memanfaatkan momentum ibadah kurban agar produsen utama hewan kurban adalah umat Islam. Apalagi ibadah kurban dan permintaan terhadap hewan kurban akan selalu ada hingga akhir zaman. Sayangnya, kontribusi umat Islam sebagai produsen di bidang ini belum terjadi secara optimal.

Demikian pula dengan ibadah-ibadah lainnya. Shalat misalnya, apakah umat Islam yang menjadi produsen utama perlengkapan alat shalat. Faktanya Indonesia adalah negara dengan konsumen Muslim terbesar. Fakta juga kalau penggerak perekonomian Indonesia adalah konsumsi.

Konsumsi ini kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi paling besar. “Dalam hal ini paradigma umat perlu diubah dari konsumtif menjadi produktif. Ini penting karena ini mempengaruhi persaingan produk kita. Bagaimana memanfaatkan pasar untuk menggerakkan supply juga pekerjaan rumah kita,” ungkapnya.

Menurut Irfan, dalam mengembangkan ekonomi syariah, ada tiga hal yang perlu dijadikan prioritas. Pertama, menggenjot industri halal. “Jangan sampai Indonesia tidak berperan karena sibuk dengan isu-isu yang remeh-temeh, sementara negara-negara lain konsentrasi membangun industri halal karena ada market opportunity,” tegasnya.

Kedua, menumbuhkan kesadaran berzakat, infak, sedekah dan wakaf. Karena instrumen ini bisa digunakan untuk mengembangkan ekonomi umat. Jika zakat, infak, sedekah dan wakaf disalurkan kepada mustahik dengan baik, maka bisa mendorong perekonomian umat.

Ketiga, menghubungkan upaya-upaya menumbuhkan industri halal dan kesadaran berzakat yang semua prosesnya dilakukan melalui institusi keuangan syariah. “Kita harus siapkan itu secara komprehensif. Bukan sekadar mengembangkan ekonomi begitu saja. Tapi juga harus diimbangi dengan akhlak yang baik dan sesuai tuntutan agama,” ujarnya.

Jika peningkatan produk dilakukan terus-menerus, diimbangi dengan akhlak yang baik sesuai tuntutan agama, tidak ada kecurangan, tidak ada unsur tipu daya, ditambah dengan kesadaran berbagi, Allah akan menambah rezeki kita. Itu merupakan bagian dari paket keyakinan kita kepada Allah.

Ke depan, gerakan kewirausahaan di kalangan umat Islam harus terus didorong agar semakin banyak lagi entrepreneur Muslim yang berakhlak baik dan yakin ketika Allah mengharamkan riba, mereka berusaha memanfaatkan industri keuangan syariah dan yakin ketika mereka menunaikan kewajiban zakat Allah akan memberkahkan harta dan usahanya sehingga mereka terdorong menjadi muzakki, munfik dan wakif.

“Kita juga harus dorong setiap umat Islam untuk mempunyai semangat kontribusi dalam kegiatan ekonomi. Kalau tidak bisa jadi pengusaha, minimal jadi konsumen yang berpihak. Saya melihat generasi muda terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa, sudah muncul kesadaran, gaya hidup untuk menjadi entrepreneur, saya kira ini sangat baik,” tandasnya

Hal senada juga diungkapkan oleh Pengamat Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr Muhammad Arief Mufraini, bahwa ekonomi dan keuangan syariah Indonesia bisa berkembang jika cara umat Islam Indonesia mengkonsumsi, memproduksi, berinteraksi satu sama lain dan orang lain sudah menjadi konvensi.

“Ekonomi dan keuangan syariah bisa berkembang jika behavioral umat Islam bersyariah dalam konteks ekonomi dan keuangan sudah menjadi konvensi. Ketika umat Islam sudah memahami utility sharing versi syariah, microfinancing dan inklusivisme bisa tersebar lebih cepat. Itu relung yang konvensional tidak pernah masuk ke area tersebut,” ujarnya.

Ekonomi dan keuangan syariah di kalangan umat Islam bisa menjadi konvensi dan eksistensinya dirasakan seluruh lapisan masyarakat adalah jika pergerakan ekonomi dan keuangan syariah masuk ke area microfinancing atau area-area lainnya yang tidak dimasuki keuangan konvensional.

Sebaliknya, jika perbankan syariah misalnya, tidak masuk ke area tersebut, justru bergerak pada proyek-proyek besar, berarti perbankan syariah tidak ada bedanya dengan konvensional. “Kalau soal political will sudah disinggung sejak 1990-an. Itu sudah lewat. Regulasi sudah dibangun secara serius oleh pemerintah,” ujarnya kepada Majalah Gontor.

Tahapannya juga jelas. Jika sesuatu itu berkontribusi terhadap ekonomi, PDRB dan pembangunan, regulasi pasti muncul. Apalagi sekarang KNKS sudah ada, OJK versi syariah sudah ada, BI Syariah sudah ada, LPS versi syariah sudah ada. Tinggal bagaimana kita hifting behavioral kita agar lebih masif lagi.

Sementara itu menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, sinergi antar lembaga yang didukung implementasi program inovatif juga penting untuk pengembangan ekonomi syariah, terutama sektor keuangan syariah. Orang penting di BI ini pun mengakui, Indonesia saat ini masih sebagai konsumen utama produk halal dunia.

Namun bukan tidak mungkin, pada saatnya nanti Indonesia bisa menjadi produsen industri halal terkemuka dunia. “Potensi besar ekonomi syariah ini perlu didukung strategi pengembangan yang fokus kepada inovasi dan pencapaian kualitas yang lebih baik,” katanya dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di Surabaya (6/11/2019).

Dody mengatakan, optimisme pembangunan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia semakin kuat melalui penghargaan Indonesia dari GIFR 2019, yang mendudukkan Indonesia sebagai negara peringkat pertama dunia dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah

Berdasarkan data Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019, peringkat Indonesia saat ini naik cukup signifikan dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah dunia, dari peringkat enam menjadi pertama. Indonesia berada di posisi pertama dengan 81,93 poin, mengalahkan Malaysia di posisi kedua dengan 81,05 poin, Iran dengan 79,03 poin, Arab Saudi dengan 60,65 poin, dan Sudan dengan 55,71 poin. []

Tags: BangkitEkonomiIslamUmat
Share22Tweet14Send
Previous Post

Korea Selatan Luncurkan Satelit Pemantau Lingkungan Pertama di Dunia

Next Post

KTT 4 Pemimpin tentang Suriah akan Diadakan di Turki

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
SIT Insantama Leuwiliang Bekali Guru Cegah dan Tangani Dini Isu Penyimpangan Seksual

SIT Insantama Leuwiliang Bekali Guru Cegah dan Tangani Dini Isu Penyimpangan Seksual

19 July 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Ketua Yayasan Amanah Insantama: Guru Harus Terus Tingkatkan Kapasitas dan Mengajar dengan Spirit Ihsan

Ketua Yayasan Amanah Insantama: Guru Harus Terus Tingkatkan Kapasitas dan Mengajar dengan Spirit Ihsan

19 July 2026
Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

19 July 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

0
Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

0
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

0
BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

0
Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

0
BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

25 July 2026
Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

25 July 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

25 July 2026
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

25 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.βœ… Mengapa harus ikut?πŸ“ˆ Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
πŸ“– Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🀝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.πŸ‘‰ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magonπŸ“ž Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.πŸ“– Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.πŸ›’ Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.πŸ“š Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.πŸ“² Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.πŸ“– Edisi Juli βœ…
πŸ“– Edisi Agustus βœ…
πŸ“– Edisi September πŸ”œπŸ”₯ Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.πŸ“² Pesan sekarang:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.πŸ“š Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.πŸ“² Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!πŸ’° Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🀍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🀲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.πŸ’¬ Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!πŸ’° Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result