Bekasi, Gontornews — Disertasi yang bertajuk Metodologi Dakwah Abdullah Syafi’ie (1910-1985) dan Sumbangannya dalam Masyarakat Indonesia, ini bertujuan mengkaji keistimewaan tokoh kajian, berikut mengenal pasti metode dakwah, serta sumbangannya dalam masyarakat Islam di Indonesia.
Kajian ini mendapati bahwa Abdullah Syafi’ie merupakan tokoh dakwah Betawi yang memiliki banyak keistimewaan. Metode dakwah yang digunakan yakni dakwah dengan lisan, tulisan, dan perbuatan.
Pertama, dakwah bi al-lisan. KH Abdullah Syafi’ie melakukanya dalam tiga bentuk. Satu ialah dakwah secara aktiviti personal yaitu melakukan perbincangan dakwah dengan setiap individu melalui ziarah, silaturahim, menziarahi orang sakit, dan lainnya.
Dua ialah melalui ceramah agama. Sebagaimana yang dilakukannya pada beberapa masjid di Jakarta. Dan tiga ialah melalui kelas formal di madrasah ataupun pondok. “Tajuk yang menyentuh tentang akidah dan peringatan kepada hari akhirat merupakan tajuk yang paling sering disampaikan oleh sang kyai,” terang Dr Choirin, pria kelahiran 29 Januari 1984 itu.
Kedua, dakwah bi al-kitabah. Selain dikenal sebagai pendakwah ulung, KH Syafi’ie juga produktif menghasilkan karya ilmiah dalam bentuk buku. Kitab-kitab karyanya mengandung pembahasan yang ringkas di berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu tauhid, fiqih, akhlak, dan sastra.
Semua karya tersebut ditulis ke dalam Bahasa Arab dan Indonesia dengan tulisan Arab Jawi. Karya-karya ini semakin dimanfaatkan oleh masyarakat Islam Betawi disebabkan semua karya telah dicetak dan diedarkan melalui percetakan milik pribadinya.
“Hingga kini, karya-karya itu masih dimanfaatkan oleh Perguruan Islam As-Syafi’iyah dan sebagian pondok di wilayah Betawi,” ungkap ketua Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Modern al-Hassan, Bekasi, sejak tahun 2020 tersebut.
Ketiga, dalam melaksanakan dakwah bi al-hal, KH Syafi’ie lebih menumpukan pada kegiatan pembelaan terhadap kaum terpinggir dan golongan fakir miskin. Dakwah melalui perbuatan ini dianggap sebagai pelengkap atas kegiatan dakwahnya.
“Kegigihan Kyai Syafi’ie dalam membela nasib dan menyelamatkan golongan ini, membuatnya dijuluki sebagai ‘bapak anak yatim’ oleh masyarakat,” tambah Choirin, Dewan Pengawas Syariah, Fintech Syariah B-Salam.
Kemudian dakwah menerusi partai politik yang juga tidak terlepas daripada metode dakwah KH Abdullah Syafi’ie. Menurutnya, dakwah menerusi partai politik adalah sebagian daripada perjuangan memartabatkan agama Islam.
Atas dasar inilah, ia terlibat dalam partai MASYUMI. Namun karena terjadi krisis dalam partai, maka ia lebih menumpukan perhatian dalam bidang dakwah dan pendidikan.
“Meski begitu, ia senantiasa memberikan masukan untuk memperkuat aspek politik umat Islam dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia,” jelas Dewan Pengawas Syariah, BPRS al-Salaam.
Akhir sekali, dakwah sang kyai melalui media elektronik yang berupa stasiun radio. KH Abdullah Syafi’ie adalah contoh terbaik bagi pendakwah pada zamannya dan generasi selepasnya. Inovasi terhebat KH Syafi’ie ialah menumbuhkan radio dakwah yang bersifat bukan keuntungan (non profit).
Dengan adanya radio ini seruan dakwah Islam semakin terdengar secara meluas oleh masyarakat Islam. Melalui radio itu jugalah ia dapat melipatgandakan pengaruh dan sumbangannya dalam dunia pendidikan di Betawi dan masyarakat Islam Indonesia secara umum.
Selama terjun ke dunia dakwah, ada banyak sumbangan KH Syafi’ie yang terangkum di berbagai aspek. Pada bidang inovasi baru, ia meninggalkan ide mengenai nama masjid dan pembangunan Muslimah.
Dalam bidang pendekatan dakwah dan pembangunan masyarakat, ia menghasilkan institusi pendidikan dan sosial. Di aspek media, terdapat radio dakwah, percetakan, serta kaset rekaman. Sedangkan pada aspek pembangunan pendakwah, ia telah memberikan sumbangan nyata yang dapat diteladani oleh para pendakwah.
Bahkan semua metode dakwah yang digunakan oleh tokoh kajian masih dapat dirasakan oleh masyarakat hingga saat ini. Metodologi dakwah Abdullah Syafi’ie dapat dijadikan garis panduan oleh pendakwah di masa hadapan.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan maklumat yang sah dan tepat kepada para ulama, pendakwah, dan pengkaji dalam berdakwah. Lebih-lebih lagi kajian ini telah berusaha mempersembahkan lika-liku kehidupan tokoh dakwah yang telah berjaya dan memberikan sumbangan terbaiknya kepada umat Islam.
Kejayaan tokoh kajian tidak terlepas daripada perancangan, kemahiran pelaksanaan, dan peranan seluruh elemen yang terlibat di dalamnya. Karenanya, kepada seluruh elemen terkait perlu menyediakan rancangan dakwah yang sesuai dengan ajaran Islam.
Seterusnya menyusun berbagai program dan metode dakwah yang sesuai dengan masyarakat. Sebab dakwah pada hakikatnya mendekatkan masyarakat dengan nilai Islam. Dakwah memerlukan metode dan pendekatan dakwah yang tepat dan bersesuaian.
“Letak kekuatan disertasi saya sejatinya bukan pada metodologi dan novelty idenya semata, namun lebih pada urgensi keberkahan objek penelitiannya,” ujar anggota Majelis Tarjih dan Tabligh, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi.
Kajian ini menyoroti tentang kisah seorang tokoh yang tidak lulus SD (Sekolah Dasar), namun dapat membangun institusi pendidikan dari level TK (Taman Kanak-Kanak) hingga ke perguruan tinggi. Sesuatu yang sulit dicapai oleh para Guru Besar Pendidikan sekalipun.
“Guru Besar Pendidikan (Islam) memanglah banyak, namun sedikit yang mampu mengimplementasikan teori pendidikannya melalui lembaga pendidikan,” pungkas ayah empat anak itu kepada Gontornews.com. <Edithya Miranti>
Biografi Penulis
Nama : Dr H Muhammad Choirin Lc MA
Tempat Tanggal Lahir : 29 Januari 1984
Status : Menikah
Pendidikan :
- S1, International Islamic Call College, Tripoli, Libya.
- S2, University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.
- S3, University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.
Aktifitas :
- Ketua Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Modern Al-Hassan, Bekasi.
- Wakil Direktur Kajian, Publikasi dan Jaringan, Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas RI.
- Pengurus Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat.
- Dosen FAI, Universitas Muhammadiyah Jakarta.
- Dosen Pascasarjana, Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta.
Karya Tulis :
- Jujur dan Kebijaksaan; Belajar dari Para Ulama Masa Silam, Jakarta, Pustaka Ikadi, 2017.
- Ideologi Gerakan Dakwah Islam di Indonesia, Jakarta, Pustaka Ikadi, 2018.
- Syaikh Muim al-Wahhab al-Khalidi Naqsyabandi: Biografi, Warisan Keilmuan, dan Kontribusi Dakwah, Jakarta, Pustaka Ikadi, 2019.
























