10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
31 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 25 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Sukses

Muhammad Faiq Hafidh Produsen dan Penyuplai Daging Madina Kebab

Fathur Roji by Fathur Roji
18 April 2020
in Sukses
0
kebab madina

Gontornews — Tahun 1990-an, kuliner kebab di Indonesia masih sangat jarang dan harganya pun melangit, laksana makanan kelas elit. Di saat menu mediterania itu belum banyak dipasarkan, Muhammad Faiq Hafidh sudah menggeluti bisnis Kebab Madina di Malaysia.

Ketertarikan Faiq menggeluti dunia kebab, lantaran ia merasa kecewa atas kebijakan perusahaan tempat ia bekerja sebagai manajer marketing di sebuah perusahaan tekstil. “Dagang kain ekspor impor, namun ketika dagang distribusi saya di puncak sebagai marketing, mereka mengambil alih. Akhirnya saya mulai sendiri agar bisa mengatur sendiri,” jelasnya kepada Majalah Gontor saat disambangi di workshop kebab di bilangan Jatiasih Bekasi.

Lelaki kelahiran  Semarang, 20 Mei 1958 ini tak pantang menyerah, meski harus memulai dari nol di negeri perantauan Malaysia. Usaha yang ia geluti pun relatif baru karena bukan lagi tekstil melainkan bisnis kuliner mediterania, kebab.

Tahun 1995, Faiq melihat potensi dari sebuah perusahaan kebab bernama Doner Kebab yang dalam kondisi kurang sehat. Akhirnya Faiq mengakuisisi  Mawashi Meat unit Doner Kebab dengan nilai RM40.000.

BACA JUGA

Meracik Kesuksesan: Kisah Yani Membangun Brand ‘Karyani’ Bumbu Dapur Premium

Amir Hamzah, Alumni Gontor di Balik Cross Border E Commerce Master Bagasi

Ummi Kulsum Raih Penghargaan Best Presenter di Konferensi Internasional

Ary Raharjo: Gontor Memberikan Modal Dasar sebagai Diplomat

Ceritanya Cheriatna Bangun Usaha Cheria Halal Holiday

“Saya memulai produksi dengan hanya beberapa dus daging yang dibeli sendiri dan panggul sendiri dari gudang penjual,” kenang alumni Gontor tahun 1977 ini.

Dalam perjalanan, bisnis yang ia geluti ini mendapatkan respon positif dari warga Malaysia. Ia juga benahi manajen dan membuat strategi bisnis serta resep utama kebab yang autentik. “Alhamdulillah tahun 1997, kami berhasil melunasi akuisisi Mawashi Meat,” ujar bapak sembilan anak ini.

Tahun 1998, kondisi ekonomi dunia sedang mengalami krisis moneter, begitu juga di Malaysia. Namun bisnis kebab justru kian mendapatkan tempat sehingga mengalami lonjakan penjualan kebab saat itu.

Persoalan mulai muncul, ketika Faiq yang orang Indonesia ini bermasalah soal kewarganegaraan. Ia juga mengalami kesulitan dalam pemasaran karena status WNI di Malaysia.

“Lalu datang penawaran kerjasama untuk marketing dengan perusahaan lokal di   Malaysia, di mana sebelumnya dia adalah pembeli atau konsumen biasa,” ungkap suami dari Siti Munawiyah.

Lalu pada Juli 1999, Faiq merubah nama usahanya menjadi Madina Kebab yang sebelumnya bernama Kebab Madina. Faiq menjelaskan, Madina Kebab merupakan “madinat-ul-kebab” yang merupakan doa yang artinya pusatnya kebab.

Awal investasi dan pengembangan Madina Kebab Indonesia ia mulai di Bekasi dengan kerjasama bersama dua saudaranya. “Produksi di rumahan sama seperti merintis ketika di Malaysia,” ujarnya.

Faiq menambahkan, bahwa bisnis kuliner kebab ini lebih fokus pada penyuplai daging kebab ke pasaran. Sedangkan kios bernama Madina Kebab tidaklah ada, karena itu hanya brand suplier dari daging kebab.

“Kami tidak mempunyai outlet ritel, karena fokus kami adalah produsen dan  menyuplai bahan baku kebab dan tortilla. Baik kepada peritel pemula, menengah maupun franchisor kebab di tanah air,” jelasnya.

Atas kepercayaan pelanggan, tambah Faiq, Madina Kebab terus berkembang dengan titik pengiriman Sumatera: Padang, Pekanbaru, Tangerang, Jakarta, Bekasi, Bandung, Semarang dan kota-kota lainnya.

Madina Kebab merupakan produsen bahan baku kebab dan tortilla yang berdiri sejak tahun 1995 di Malaysia kemudian dibawa ke Indonesia pada 1999,” tuturnya.

Untuk saat ini, titik distribusi terpusat di dua tempat yaitu Bekasi untuk wilayah Indonesia barat dan Semarang untuk wilayah Indonesia timur. “Yang ingin daging kebab berkualitas bisa langsung ke tempat atau melalui jalur distribusi yang tersedia,” paparnya.

Untuk memberdayakan para pebisnis muda, pihak Madina Kebab juga menyediakan khidmat konsultasi gratis di awal terkait kelayakan dan perencanaan usaha. Adapun pelatihan berupa praktek, dibebankan atas penggunaan bahan baku.

Menurut Faiq, di dunia kuliner, masakan kebab ini masih tergolong baru di Indonesia, artinya masih memiliki prospek yang bagus. Tahun 2005, Madina Kebab mulai menunjukan eksistensinya dengan menyuplai daging ke pasar.

“Saat ini Madina Kebab bisa menyuplai daging kebab dengan bumbu khas Madina Kebab dalam sebulan bisa mencapai 40 ton. Wilayah masih di jabodetabek. Di semarang juga banyak, hampir 20 ton sebulannya,” ungkapnya.

Ciri khas dari Madina Kebab tetap mempertahankan rasa yang sudah dibangun sejak 25 tahun lalu. Sehingga rasanya autentik dengan paduan manis, pedas dan asam. Seluruh bumbu yang ia gunakan adalah bumbu-bumbu asli dari Indonesia.

Untuk pengembangan bisnisnya ini, Faiq memiliki 23 sumber daya manusia yang siap memproduksi daging kebab berkualitas. Rencananya, tahun 2020 ini, Faiq akan mengembangkan pola franchise kebab dengan harga terjangkau.

Menurut Faiq, dirinya akan menggunakan beberapa metode dalam membangun franchise ini, yaitu merintis pedagang baru, berikutnya merekrut yang selama ini loyal kepada kita dengan satu bendera, dan pasar bagi pelanggan yang dulu pernah menjadi pelanggan namun tidak aktif lagi akan kami berdayakan.

“Kami akan cari cost serendah mungkin, sehingga manfaatnya bisa lebih besar untuk para pemula yang ingin berbisnis kebab,” ungkapnya.

Faiq menjelaskan, dirinya sangat mengutamakan bisnis yang di dalamnya tidak ada unsur riba. Karenanya, itu sudah menjadi prinsip untuk pengembangan bisnisnya ke depan.  “Suatu hal yang mendasar ketika terlibat di dalam riba adalah berat untuk bersedekeah. Perbuatan dia menghalangi dirinya untuk bersedekah, karena yang diutamakan adalah membayar hutang. Nah ini sudah menghianati niat pertama tujuan mencari harta untuk ibadah,” jelasnya.

Harta yang kita cari sebagai alat untuk keperluan hidup kita, alat untuk berdakwah, alat untuk pendidikan. “Banyak nawaitu tidak ditata dengan baik, akibatnya saat terkena musibah sedikit akhirnya menempuh jalan riba,” ujarnya.

Riba, tambah Faiq, sangat bertentangan dengan aktivitas dakwah dan pendidikan, karena itu berdakwah atau mendidik harus bersumber dari harta yang halal dan bukan dari riba. “Saya menghindari sistem riba, saya lebih senang membagi keuntungan dengan mitra. Ini pemikiran fundamental yang harus dibangun, berjuang dengan harta yang halal,” katanya.

Apa yang ia bangun dalam berbisnis ini juga inspirasi dari apa yang pernah ia dapatkan saat nyantri di Pondok Modern Darussalam Gontor. Faiq merupakan salah satu murid yang pernah mengalami secara langsung dididik oleh alm. Kiai Zar dan alm. Kiai Sahal.

Faiq merasakan benar apa yang telah ia dapatkan dari Gontor memberikan pembelajaran untuk bisa survive di masyarakat dengan latar belakang yang bermacam-macam. Penanaman karakter selama di pondok mempengaruhi cara menyelesaikan segala masalah hidup selama ini.

Seperti mahfudzat yang berbunyi ‘jarrib walahit takun arifan’ ini benar-benar menjadi motivasi untuk mencoba sesuatu yang baru, termasuk dalam bisnis kebab yang saat itu masih belum banyak orang menjualnya. “Mencoba dan mencoba, kebetulan keluarga kami suka kuliner, jadi kebab bagian dari uji coba saat itu,” paparnya. [fathurroji]

 

 

 

 

 

 

Tags: madina kebab
Share249Tweet156Send
Previous Post

MUI Himbau Gerakan Bantu Tetangga yang Kurang Mampu

Next Post

DPR Setuju Penghentian Sementara Operasi KRL

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
SIT Insantama Leuwiliang Bekali Guru Cegah dan Tangani Dini Isu Penyimpangan Seksual

SIT Insantama Leuwiliang Bekali Guru Cegah dan Tangani Dini Isu Penyimpangan Seksual

19 July 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Ketua Yayasan Amanah Insantama: Guru Harus Terus Tingkatkan Kapasitas dan Mengajar dengan Spirit Ihsan

Ketua Yayasan Amanah Insantama: Guru Harus Terus Tingkatkan Kapasitas dan Mengajar dengan Spirit Ihsan

19 July 2026
Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

19 July 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

0
Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

0
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

0
BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

0
Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

0
BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

25 July 2026
Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

25 July 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

25 July 2026
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

25 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result