Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Anak-anakku sekalian, setiap tahun kita mengadakan peringatan malam Nuzulul Qur’an. Tadi telah digambarkan secara jelas mengapa kita melaksanakan peringatan Nuzulul Qur’an. Nuzulul Qur’an itu adalah waktu al-Qur’an diturunkan. Mengapa memperingati? Supaya kita ingat. Apakah cukup kita ingat begitu saja? Ini ada peringatan, contohnya pagi ini waktunya sarapan, kemudian kamu menjawab, oh iya aku ingat. Apakah kemudian kamu hanya ingat saja? Tentu tidak. Bagaimana jadinya, harus juga melaksanakan makan pagi, jadi diperingatkan makan pagi ya makan pagi, bukan hanya mengatakan saja, tapi dia tidak makan, tidak. Tetapi harus melaksanakan. Juga Nuzulul Qur’an diperingati untuk supaya ingat. Ingat apa? Ingat al-Qur’an. Apakah cukup hanya ‘oh iya aku ingat al-Qur’an’. Apakah begitu? Tentu tidak. Tapi apa? Melaksanakan ajaran al-Qur’an. Ini memperingati al-Qur’an. Tadi sudah dijelaskan oleh Ustadz Fawwaz, apakah al-Qur’an itu, bagaimana al-Qur’an, bagaimana bahasanya, dan lain-lain.
Ada yang disebut dengan mukjizat, ada yang disebut karamah, ada yang disebut dengan maunah. Apa yang disebut dengan mukjizat itu? Mukjizat itu adalah satu pengecualian. Nabi Muhammad SAW bisa membelah bulan, orang lain tidak bisa, yang lain tidak bisa, ini adalah pengecualian. Maka mukjizat itu adalah exception, sesuatu yang berbeda, itu mukjizat. Yang tidak bisa dikalahkan dengan yang lain, itu mukjizat. Yukjiz itu mengalahkan. Al-Qur’an ini mengalahkan beberapa kekuatan. Ingat ketika ada cerita Musa AS, dia diadu dengan para penyihir. Apa yang dilakukan oleh para ahli sihir pada waktu itu? Melemparkan tongkat yang kemudian menjadi ular. Apakah mungkin seperti itu? Mungkin.
Bagaimana Nabi Musa melemparkan tongkat yang kemudian menjadi ular? Ini satu mukjizat yang diberikan Allah, yang bisa mengalahkan ahli sihir, kemudian mengalahkan Fir’aun. Dua-duanya satu hal yang tidak terlihat dari mana asalnya, sihir juga bisa, mukjizat juga bisa. Mukjizat hanya dimiliki oleh para rasul. Kalau sihir, siapa yang punya? Tukang sihir yang punya sihir. Kalaupun wujudnya sama tapi kekuatannya berbeda. Sihir sumbernya dari setan, mukjizat sumbernya dari Allah. Al-Qur’an ini mukjizat paling besar yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Apakah mukjizatnya? Banyak sekali. Tadi sudah disebutkan berbagai macam mukjizat yang ada di dalam al-Qur’an. Termasuk ilmu pengetahuan, termasuk ilmu al-Qur’an itu diturunkan, termasuk bagaimana al-Qur’an itu. Ini mukjizat Nabi Muhammad SAW. Tidak ada sampai sekarang ini yang bisa membuat al-Qur’an seperti yang diterima dari Allah SWT, meskipun satu ayat saja. Sampai saat ini tidak ada orang yang bisa memalsukan al-Qur’an. Inna nahnu nazzalna dzikra, wa inna lahu lahafidzhun. Allah telah menurunkan al-Qur’an dan berjanji akan menjaga keasliannya. Dijaga wujudnya, dijaga isinya oleh Allah SWT. Setiap kali ada orang yang ingin mengubah al-Qur’an selalu ketahuan. Setelah ketahuan dihapus dan dibuang. Ini janji Allah. Al-Qur’an itu dijaga.
Bagaimana al-Qur’an itu dijaga oleh Allah? Bagaimana caranya? Caranya dari Allah sendiri. Allah menjajikan seperti itu dengan kekuasaan-Nya. Tapi juga dengan manusia. Manusia mudah menghafalkan al-Qur’an. Hafalan al-Qur’an itu menjaga kemurniaan wujud al-Qur’an. Alhamdulillah sekarang ini di Indonesia banyak pondok tahfidz, yaitu pondok-pondok yang mengajarkan santri-santrinya menghafal al-Qur’an. Dengan cara-Nya, Allah menjaga al-Qur’an. Itu merupakan mukjizat. Mukjizat tidak bisa dipamerkan, sedangkan sihir itu bisa dipamerkan. Memanjat tangga, naik ke atas itu kakinya tidak apa-apa, ini sihir, karena bisa didemonstrasikan. Tapi mukjizat tidak bisa didemonstrasikan sekehendak manusia karena itu wahyu Allah. Itulah bedanya antara sihir dan mukjizat. Mukjizat itu yukjiz. Mukjizat itu mengalahkan.
Nabi Muhammad SAW mempunyai mukjizat yang banyak sekali. Kehidupannya penuh mukjizat yang diturunkan oleh Allah SWT. Apa saja? Makanan sedikit tapi bisa dimakan orang banyak, bisa menyembuhkan. Itu mukjizat Nabi Muhammad SAW. Tapi mukjizat yang terbesar yaitu al-Qur’an. Tadi disebutkan, kita memperingati malam Nuzulul Qur’an itu supaya ingat al-Qur’an. Kalau sudah ingat maka kemudian mengamalkan al-Qur’an. Apa amalannya? Banyak. Membaca, menulis, menghafal, memahami, mengamalkan isi al-Qur’an. Ini semuanya ingat kepada al-Qur’an. Kita ingat terus kepada al-Qur’an dengan melaksanakan semua yang kita pahami dari al-Qur’an. Itu mukjizat. Mukjizat al-Qur’an ini tidak pernah habis sampai kapan pun. Al-Qur’an tidak pernah habis.
Tadi juga disebutkan bahwa pada al-Qur’an itu banyak ilmu pengetahuan. Ayat yang pertama diturunkan Iqra’ bismirabbikalladzi khalaq, khalaqal insaana min ‘alaq, iqra’ wa rabbukal akram, alladzi ‘allama bil qalam. Ini ayat pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW. Ini menunjukkan bahwa Islam itu sangat memuliakan ilmu. [] Bersambung
*Disampaikan pada malam peringatan Nuzulul Qur’an 1444 H





















