Memadamkan lampu saat tidur di malam hari ternyata telah diajarkan dalam Islam. Bukan hanya sebagai penghematan biaya dan energi listrik, tetapi juga dapat menyehatkan badan.
Berikut adalah hadis Rasulullah yang berbicara soal memadamkan lampu, “Padamkanlah lampu-lampu di malam hari saat kalian tidur malam, kuncilah pintu, tutuplah bejana, makan dan minuman”. (HR. Bukhari)
Tubuh manusia itu mengeluarkan energi saat tidur untuk regenerasi sel-sel tubuh yang rusak. Apabila ada cahaya, energi-energi yang keluar itu akan terganggu. Rasulullah mengajarkannya di zaman itu, di saat manusia belum sampai kepada kedalaman pengetahuan tentang energi.
Dr Tauhid Nur Azhar MKes, akademisi, peneliti, penulis buku, trainer, konsultan, dan pendiri Fakultas Kedokteran Unisba menjelaskan, fenomena siang dan malam telah melahirkan sejumlah konsekuensi biologis pada tubuh manusia. Semisal lahirnya variasi diurnal yang disebut bioritme yang berlangsung dalam 24 jam. Ritme biologis ini dinamakan pula ritme sirkadian (circadian rhytm) yang dikontrol oleh serangkaian jam biologis yang terjadi pada tubuh. Contoh mekanisme bioritme adalah tidur, ekskresi kortisol dan melatonin.
Produksi hormon melatonin dari kelenjar pineal itu sangat dipengaruhi oleh tingkat intensitas cahaya. Ketika manusia berada dalam lingkungan yang gelap dan suasana hening, intensitas tersebut akan bertambah banyak.
Adapun pada siang hari, cahaya yang memasuki mata diteruskan ke otak. Kondisi ini merangsang kelenjar pineal untuk menghambat pelepasan melatonin. Sebagai hormon yang memiliki fungsi utama menciptakan kualitas tidur yang baik, melatonin memiliki sejumlah kegunaan: menjaga keharmonisan metabolisme sel, mempertahankan efisiensi dan efektivitas kerja sel, membuat sel tidak mudah rusak sehingga meningkatkan daya tahan sel terhadap berbagai gangguan dari luar.
Selain itu juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, mempengaruhi kerja organ tubuh terutama ketika tidur, mempengaruhi kondisi psikologis seseorang, terutama orang yang kurang tidur akan memiliki kadar melatonin yang rendah sehingga mengalami berbagai gangguan mood, seperti mudah gelisah, lelah, dan marah.
Hormon melatonin juga berperan sebagai sistem alami yang mengatur masa penuaan tubuh, membuat tidur menjadi lebih nyenyak sehingga meningkatkan kualitas tidur, dan membantu tubuh memerangi sel-sel kanker, seperti kanker payudara, kanker prostat, penyakit parkinson, dan jantung aritmia.
Jadi, tidur dalam keadaan gelap jauh lebih baik daripada tidur dalam keadaan terang. Tidur dalam keadaan gelap adalah tidur alami dan dicontohkan Rasulullah. “Apabila kalian tidur, maka padamkanlah lampu-lampu kalian. Sebab, setansetan berkeliaran seperti tikus dan menabrak (lampu-lampu kalian) sehingga kalian terbakar.” (HR Ibnu Hibban)
Sejumlah penelitian pun membuktikan tidur terlalu banyak terpapar cahaya pada malam hari dapat meningkatkan risiko depresi. Sebuah penelitian pada pertemuan tahunan Society for Neuroscience 2010 di San Diego menjelaskan, pekerja shift malam dan orang yang selalu terkena cahaya pada malam hari lebih berisiko terkena gangguan depresi.
Penelitian lain yang dipublikasikan dalam Cancer Genetics and Cytogenetics Journal membuktikan, menyalakan cahaya buatan pada malam hari ketika tidur memiliki dampak negatif pada jam biologis tubuh. Hal itu dapat menjadi pemicu ekspresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.




















