London, Gontornews — Pakar Vaksin dari Universitas Reading Inggris memperingatkan bahaya penggunaan vaksin Covid-19 yang belum teruji. Menurut Ian Jones, virolog asal Universitas Reading, vaksin yang belum teruji dapat memutasi virus sehingga menjadi kebal terhadap segala jenis vaksin.
“Perlindungan yang kurang lengkap dapat memberikan tekanan seleksi yang mendorong virus terhindar dari antibodi yang ada. Akibatnya, virus dapat menghindari semua respon terhadap vaksin,” ungkap Ian Jones, sebagaimana dilansir Reuters.
“Dalam hal ini, pemberian vaksin bisa jadi lebih memperburuk keadaan ketimbang tanpa vaksin,” tambah Jones.
Pernyataan Jones terlontar menyusul rencana Rusia untuk melakukan uji coba vaksin berskala besar yang melibatkan 40.000 orang. Meski produksi vaksin bernama Sputnik-V itu telah diproduksi dan didaftarkan Pemerintah Rusia ke otoritas kesehatan setempat, namun keraguan tentang keefektifan dan kemanjuran vaksin itu masih dipertanyakan.
Sejauh ini, vaksin asal Rusia tersebut baru diuji coba dalam skala kecil kepada para tenaga kesehatan. Rusia mengklaim bahwa uji coba yang berlangsung selama dua bulan tersebut berhasil sekalipun hasil uji coba tersebut belum dipublikasikan.
Sejumlah ahli vaksin memperingatkan agar tidak menggunakan vaksin tersebut sebelum pengujian yang dilakukan mendapatkan persetujuan internasional dan telah melewati proses regulasi yang ketat.
“Anda ingin memastikan bahwa vaksin itu efektif. Kami benar-benar tidak tahu,” ungkap pakar vaksin dari Vanderbilt University School of Medicine, Kathryn Edwards. Edwards menjelaskan bahwa upaya melawan virus bisa dalam bentuk memblokir perkembangannya atau memaksanya untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi.
Sementara itu, Dan Barouch dari Harvard’s Beth Israel Deaconess Medical Center menjelaskan potensi kerugian yang disebabkan oleh penggunaan vaksin yang tidak berhasil. “Ada banyak potensi kerugian penggunaan vaksin yang tidak berhasil. Risiko bahwa virus akan bermutasi adalah risiko teoretis,” sanggahnya.
“Kalau vaksin ini benar-benar steril, virus tidak akan bisa masuk. Jadi virus tersebut tidak akan pernah mendapatkan kesempatan.”
“Tetapi jika ia masuk dan menyebar, maka ada tekanan seleksi untuk menghindari antibodi apapun yang telah dihasilkan oleh vaksin yang tidak efisien. Dan Anda tidak pernah tahu bagaimana hasilnya nanti,” tutup Jones. [Mohamad Deny Irawan]





















