Beirut, Gontornews — Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak para pemimpin Lebanon untuk segera membentuk kabinet pemeirntah baru. PBB berharap pembentukan kabinet baru sangat penting untuk mengeluarkan Lebanon dari sejumlah tantangan dan permasalahan yang belum terpecahkan.
Koordinator PBB untuk Lebanon, Joanna Wronecka, menyebut bahwa, pertama-tama, Lebanon perlu segera menunjuk Perdana Menteri Baru semenjak pengunduran diri Saad Hariri.
“Masih ada ruang untuk harapan tetap tidak ada lagi kehilangan waktu. Tindakan mendesak amat perlu untuk kepentingan nasional guna menjawab kebutuhan dan tuntutan rakyat yang terus membayar harga (akibat kondisi seperti saat ini),” kata Wronecka sebagaimana dilansir Anadolu Agency.
Sebelumnya, Perdana Menteri Saad Hariri mengumumkan pengunduran dirinya, Kamis (15/7/2021), setelah tidak menemukan kesepakatan dengan Presiden Michel Aoun terkait pembentukan kabinet yang baru.
“Posisi Presiden Michel Aoun tidak berubah dan amandemen yang ia minta sangat penting. Ia mengatakan kepada saya bahwa sulit untuk mencapai konsensus. Karena itu, saya mengundurkan diri. Semoga Allah swt membantu negara (ini),” ungkap Hariri pasca pertemuan dengan Presiden Aoun, Rabu.
Padahal, pada hari tersebut, Hariri telah mempresentasikan jajaran kabinet baru yang berjumlah 24 menteri. Pengumuman itu tersiar beberapa jam setelah ia kembali pasca pertemuan dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, di Kairo.
Sebagai informasi, baik Presiden Michel Aoun maupun Perdana Menteri Saad Hariri saling tuding atas lambatnya proses pembentukn pemerintahan yang baru.
Lebanon tidak dapat membentuk pemerintah baru sejak Perdana Menteri Hassan Diab mundur pada 10 Agustus 2020.
Negara Arab tersebut tengah menghadapi krisis ekonomi yang sangat parah. Mata uang lokal Lebanon kehilangan hampir semua nilainya terhadap Dollar Amerika Serikat. Akibat krisis ekonomi tersebut, sejumlah warga terpaksa menggelar aksi protes dan demonstrasi besar-besaran terhadap pemerintah Lebanon. [Mohamad Deny Irawan]
























