Jakarta, Gontornews – Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), KH Miftahul Akyhar menyampaikan bahwa Haji bisa dijadikan instrumen persatuan umat islam seluruh dunia. Lebih lanjut, Kiai Miftah menyebut berkumpulnya seluruh muslim dunia di momentum haji harus menjadi pengalaman berharga untuk bangsanya masing-masing.
“Pengalaman haji telah membuat mereka menemukan jati diri dalam kerangka bersatu di tengah perbedaan,” ungkap KH Miftahul Akhyar sebagaimana dilansir nu.or.id, saat menyampaikan khutban wukuf di Arafah, Ahad (11/9).
bagi kiai asal jawa timur ini, sifat manusia sering lupa terhadap persamaan yang ada pada diri mereka. Manusia, sebutnya, kerap bercerai-berai karena kekuatan, kekayaan, keluarga, tanah dan ras sehingga menyebabkan tindakan brutal diantara masyarakat.
Dia menekankan konteks persatuan dalam ibadah haji mengingat dunia islam banyak disibukkan persoalan perang sehingga jutaan nyawa manusia melayang.
Persatuan umat islam dalam kondisi damai, disebutnya, merupakan aset penting yang perlu terus dilakukan demi menjaga pondasi kesatuan bangsa serta menguatkan pondasi bangsa seperti Pancasila. Selayaknya pelaksanaan ibadah haji, dunia harus bersatu di tengah perbedaan dan memerlukan wadah yang disepakati bersama secara konsisten. [Mohamad Deny Irawan]























