pesanan-baju-kaos
27 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Sunday, 20 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nasional

Pelaku Bom Bunuh Diri Adalah Korban

Oleh Dr Ma’mun Murod Al-Barbasy Dosen Ilmu Politik FISIP UMJ

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
15 May 2018
in Nasional
0
Pelaku Bom Bunuh Diri Adalah Korban

Ketika kemarin saya membuat status di media social bahwa pelaku bom bunuh diri adalah korban, mereka yang tewas karena bom bunuh diri juga korban, banyak yang mengamuk dan tidak terima. Bahkan ada dan banyak yang menuduh saya mendukung tindak terorisme. Aneh dan terlalu “pintar” orang yang berkesimpulan demikian.

Saya sedikitnya paham Islam, dan dalam al-Qur’an disebutkan bahwa: “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi,” (QS. al-Maaidah: 32).

Ini “ayat terorisme” yang kerap saya sampaikan di banyak tempat, bahwa Islam tidak mentolerir apapun bentuk pembunuhan, termasuk tindakan terror yang tanpa sebab. Saya tentu bersedih dan mengutuk keras atas kejadian bom gereja di Surabaya. Namun saya tidak mau ikutan latah mengutuk si pelaku bom bunuh diri. Saya tetap berkeyakinan bom Surabaya tidak berdiri sendiri. Ada dalang atau bahasanya Abangda Din Syamsuddin disebutnya actor intelektual, di belakangnya dan pelaku bom bunuh diri hanyalah “korban” dari dalang.

Siapa dalangnya? Bisa beragam. Dalam kajian teori tentang terorisme, utamanya state terrorism, disebutkan bahwa negaralah sesungguhnya pelaku tindak terorisme yang paling besar dan sadis. Coba tengok sejarah, dengan atas nama negara, berapa juta manusia yang telah menjadi korban terror yang dilakukan oleh Hitler, Mussolini, Lenin, Stalin, Mao Tse Tsung, Asoka, George Bush (Senior maupun Yunior), Pol Pot (Khmer Merah), Slobodan Milosevic, Junta militer di Myanmar, penguasa kulit putih di Afrika Selatan era pra-Nelson Mandela, Soeharto, dan banyak lagi.

BACA JUGA

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

GIHES 2026: Realisasi Pendidikan Islam Holistik Jadi Agenda Bersama

PMDG: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

Pendidikan Pesantren Solusi Holistik Untuk Indonesia dan Dunia

GIHES 2026: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pengembangan Pendidikan Holistik

Dalam kajian hubungan internasional, terutama terkait teori actor, juga disebutkan bahwa negara mempunyai peran penting dalam relasi-relasi internasional, termasuk relasi yang berujung pada rangkaian pembunuhan, atau lebih tepatnya pembantaian bahkan genosida. Berangkat dari paparan teoritik singkat di atas, maka ketika membincang teroris dalam konteks global, misalnya ISIS, jelas dalangnya adalah si pembuat ISIS itu sendiri, yaitu Amerika, Inggris dan Israel.

Data terkait dengan keterlibatan ketiga Negara ini dalam pendirian ISIS berserakan di mana-mana. Jangan pura-pura bodoh dan tidak tahu. Ketika bicara ISIS lalu terus menerus melakukan penyudutan terhadap (kelompok) Islam tanpa secuilpun mencoba menyeret ketiga nama negara tersebut, itu adalah cermin kebodohan. Konteks terorisme yang terjadi di Indonesia bisa saja karena dampak dari terorisme global, artinya tak berdiri sendiri.

Ada keterlibatan pihak lain, termasuk actor negara maupun non-negara lain, namun bisa juga berdiri sendiri. Pertarungan pengaruh dan antar-elit negara bisa juga menjadi pemicu tindakan terorisme, selain tentunya penyebab klasik terjadinya terorisme yang sudah kerap disebut banyak orang, seperti kemiskinan, ketidakadilan, kesenjangan social dan ekonomi, dan sebagainya.

Dalam konteks Indonesia, terorisme negara bukan barang asing. Paling sering melakukan adalah rezim Orde Baru. Kasus Komando Jihad, beragam kasus pembantaian seperti kasus Tanjung Priok, kasus Warsidi Lampung, kasus Petrus, dan banyak lagi, adalah contoh nyata bahwa terorisme negara bukan tidak pernah terjadi di Indonesia.
Dalam beberapa kasus penanganan tindak kejahatan terorisme juga patut diduga negara terlibat dalam tindak terorisme itu sendiri.

Puluhan nyawa terduga teroris yang melayang tanpa diproses melalui pengadilan adalah cermin nyata di mana negara telah menjadi bagian dari pelaku terror. Kasus yang paling mengenaskan adalah kasus Siyono, yang juga meninggal karena dituduh teroris. Dalam kasus Siyono, sebagai bentuk pengakuan atas kesalahannya, pihak Densus bahkan sampai mencoba memberikan semacam “uang belasungawa” yang konon ditolak oleh pihak keluarga korban.

Kalau mengkritisi beberapa kejadian terror bom yang terjadi di Indonesia, sebenarnya korbannya bukan hanya mereka yang meninggal atau terluka di lokasi pemboman, tapi pelaku pemboman sendiri adalah korban. Para pelaku bom bunuh diri ini sering disebut sebagai “pengantin bom”, mereka telah dicuci otaknya sampai kemudian bersedia untuk melakukan bom bunuh diri. Tengok pelaku bom Surabaya konon adalah seorang ibu dengan kedua anaknya yang masih kecil.

Menyedihkan sekali bukan? Mereka sejatinya korban juga, korban dari si pencuci otak ini. Siapa si pencuci otak? Berangkat dari kasus-kasus yang pernah terjadi sebelumnya, actor Negara sangat mungkin dan bahkan patut diduga menjadi bagian dari pencuci otak. Yang pernah jadi aktivis era 1970-1980, coba ditanya, pasti tidak sedikit yang pernah dicuci otaknya oleh negara dan kemudian menjadi intel atau mata-mata dari negara. Kita tentu membayangkan betapa sedihnya keluarga dari korban terror bom yang meninggal maupun cidera. Tapi coba renungkan dengan hati pula, bayangkan betapa sedihnya juga keluarga dari pelaku bom bunuh diri.

Coba kalau pelaku bom bunuh diri itu bagian dari keluarga Anda, apa Anda akan rela dicaci maki, disumpahserapahi sebagai biadab dan sebagainya? Tidak cukup dengan beramai-ramai mengecam pelaku terror bom. Memangnya si pelaku bom bunuh diri yang juga meninggal itu secara kasat mata mendengar kecaman kita? Yang justru jauh lebih penting untuk dilakukan adalah mendesak secara serius kepada negara untuk mengungkap siapa actor intelektual dan termasuk tidak menutup kemungkinan ada agenda apa di balik setiap terror bom yang terjadi. Ini yang tak pernah dituntut untuk diungkap secara serius: Aktor intelektual dan agenda setting di balik terror bom. Kenapa saya mempunyai perspektif seperti ini dalam setiap muncul kasus terorisme di Indonesia, karena saya percaya bahwa teori konspirasi itu ada dan bekerja dengan baik di Indonesia. Sekian.

Tags: PelakuSendiriTerorisme
Share180Tweet113Send
Previous Post

Pemindahan Kedutaan AS Tidak Menyurutkan Semangat Palestina

Next Post

Pimpinan Tazakka Menyampaikan Terimakasih Gontor kepada Grand Syaikh dan Rektor Al-Azhar

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result