pesanan-majalah-edisi-khusus
33 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 5 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nasional

Pelaku Bom Bunuh Diri Adalah Korban

Oleh Dr Ma’mun Murod Al-Barbasy Dosen Ilmu Politik FISIP UMJ

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
15 May 2018
in Nasional
0
Pelaku Bom Bunuh Diri Adalah Korban

Ketika kemarin saya membuat status di media social bahwa pelaku bom bunuh diri adalah korban, mereka yang tewas karena bom bunuh diri juga korban, banyak yang mengamuk dan tidak terima. Bahkan ada dan banyak yang menuduh saya mendukung tindak terorisme. Aneh dan terlalu “pintar” orang yang berkesimpulan demikian.

Saya sedikitnya paham Islam, dan dalam al-Qur’an disebutkan bahwa: “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi,” (QS. al-Maaidah: 32).

Ini “ayat terorisme” yang kerap saya sampaikan di banyak tempat, bahwa Islam tidak mentolerir apapun bentuk pembunuhan, termasuk tindakan terror yang tanpa sebab. Saya tentu bersedih dan mengutuk keras atas kejadian bom gereja di Surabaya. Namun saya tidak mau ikutan latah mengutuk si pelaku bom bunuh diri. Saya tetap berkeyakinan bom Surabaya tidak berdiri sendiri. Ada dalang atau bahasanya Abangda Din Syamsuddin disebutnya actor intelektual, di belakangnya dan pelaku bom bunuh diri hanyalah “korban” dari dalang.

Siapa dalangnya? Bisa beragam. Dalam kajian teori tentang terorisme, utamanya state terrorism, disebutkan bahwa negaralah sesungguhnya pelaku tindak terorisme yang paling besar dan sadis. Coba tengok sejarah, dengan atas nama negara, berapa juta manusia yang telah menjadi korban terror yang dilakukan oleh Hitler, Mussolini, Lenin, Stalin, Mao Tse Tsung, Asoka, George Bush (Senior maupun Yunior), Pol Pot (Khmer Merah), Slobodan Milosevic, Junta militer di Myanmar, penguasa kulit putih di Afrika Selatan era pra-Nelson Mandela, Soeharto, dan banyak lagi.

BACA JUGA

BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

BAZNAS Strategic Development Perkuat Kapasitas Pimpinan di Banten

Gagas Revitalisasi Rumah Tahfizh, Peserta Beasiswa BAZNAS Raih Juara Tingkat Nasional

BAZNAS Hadirkan Balai Ternak Kambing Perah di Wonogiri, Perkuat Ekonomi Peternak Mustahik

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Dalam kajian hubungan internasional, terutama terkait teori actor, juga disebutkan bahwa negara mempunyai peran penting dalam relasi-relasi internasional, termasuk relasi yang berujung pada rangkaian pembunuhan, atau lebih tepatnya pembantaian bahkan genosida. Berangkat dari paparan teoritik singkat di atas, maka ketika membincang teroris dalam konteks global, misalnya ISIS, jelas dalangnya adalah si pembuat ISIS itu sendiri, yaitu Amerika, Inggris dan Israel.

Data terkait dengan keterlibatan ketiga Negara ini dalam pendirian ISIS berserakan di mana-mana. Jangan pura-pura bodoh dan tidak tahu. Ketika bicara ISIS lalu terus menerus melakukan penyudutan terhadap (kelompok) Islam tanpa secuilpun mencoba menyeret ketiga nama negara tersebut, itu adalah cermin kebodohan. Konteks terorisme yang terjadi di Indonesia bisa saja karena dampak dari terorisme global, artinya tak berdiri sendiri.

Ada keterlibatan pihak lain, termasuk actor negara maupun non-negara lain, namun bisa juga berdiri sendiri. Pertarungan pengaruh dan antar-elit negara bisa juga menjadi pemicu tindakan terorisme, selain tentunya penyebab klasik terjadinya terorisme yang sudah kerap disebut banyak orang, seperti kemiskinan, ketidakadilan, kesenjangan social dan ekonomi, dan sebagainya.

Dalam konteks Indonesia, terorisme negara bukan barang asing. Paling sering melakukan adalah rezim Orde Baru. Kasus Komando Jihad, beragam kasus pembantaian seperti kasus Tanjung Priok, kasus Warsidi Lampung, kasus Petrus, dan banyak lagi, adalah contoh nyata bahwa terorisme negara bukan tidak pernah terjadi di Indonesia.
Dalam beberapa kasus penanganan tindak kejahatan terorisme juga patut diduga negara terlibat dalam tindak terorisme itu sendiri.

Puluhan nyawa terduga teroris yang melayang tanpa diproses melalui pengadilan adalah cermin nyata di mana negara telah menjadi bagian dari pelaku terror. Kasus yang paling mengenaskan adalah kasus Siyono, yang juga meninggal karena dituduh teroris. Dalam kasus Siyono, sebagai bentuk pengakuan atas kesalahannya, pihak Densus bahkan sampai mencoba memberikan semacam “uang belasungawa” yang konon ditolak oleh pihak keluarga korban.

Kalau mengkritisi beberapa kejadian terror bom yang terjadi di Indonesia, sebenarnya korbannya bukan hanya mereka yang meninggal atau terluka di lokasi pemboman, tapi pelaku pemboman sendiri adalah korban. Para pelaku bom bunuh diri ini sering disebut sebagai “pengantin bom”, mereka telah dicuci otaknya sampai kemudian bersedia untuk melakukan bom bunuh diri. Tengok pelaku bom Surabaya konon adalah seorang ibu dengan kedua anaknya yang masih kecil.

Menyedihkan sekali bukan? Mereka sejatinya korban juga, korban dari si pencuci otak ini. Siapa si pencuci otak? Berangkat dari kasus-kasus yang pernah terjadi sebelumnya, actor Negara sangat mungkin dan bahkan patut diduga menjadi bagian dari pencuci otak. Yang pernah jadi aktivis era 1970-1980, coba ditanya, pasti tidak sedikit yang pernah dicuci otaknya oleh negara dan kemudian menjadi intel atau mata-mata dari negara. Kita tentu membayangkan betapa sedihnya keluarga dari korban terror bom yang meninggal maupun cidera. Tapi coba renungkan dengan hati pula, bayangkan betapa sedihnya juga keluarga dari pelaku bom bunuh diri.

Coba kalau pelaku bom bunuh diri itu bagian dari keluarga Anda, apa Anda akan rela dicaci maki, disumpahserapahi sebagai biadab dan sebagainya? Tidak cukup dengan beramai-ramai mengecam pelaku terror bom. Memangnya si pelaku bom bunuh diri yang juga meninggal itu secara kasat mata mendengar kecaman kita? Yang justru jauh lebih penting untuk dilakukan adalah mendesak secara serius kepada negara untuk mengungkap siapa actor intelektual dan termasuk tidak menutup kemungkinan ada agenda apa di balik setiap terror bom yang terjadi. Ini yang tak pernah dituntut untuk diungkap secara serius: Aktor intelektual dan agenda setting di balik terror bom. Kenapa saya mempunyai perspektif seperti ini dalam setiap muncul kasus terorisme di Indonesia, karena saya percaya bahwa teori konspirasi itu ada dan bekerja dengan baik di Indonesia. Sekian.

Tags: PelakuSendiriTerorisme
Share180Tweet112Send
Previous Post

Pemindahan Kedutaan AS Tidak Menyurutkan Semangat Palestina

Next Post

Pimpinan Tazakka Menyampaikan Terimakasih Gontor kepada Grand Syaikh dan Rektor Al-Azhar

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

29 July 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

30 July 2026
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

25 July 2026
INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

0
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

0
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

0
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

0
Shafar Keadilan

Shafar Keadilan

0
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

3 August 2026
Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

3 August 2026
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

3 August 2026
INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

3 August 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.📌 Kontribusi seikhlasnya
📌 Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
📌 Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
✅ Logo Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Sosial Media (jika ada)📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.📖 Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
📚 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.📌 Yang ditampilkan:
✅ Logo/Nama Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Media Sosial (jika ada)💚 Kontribusi seikhlasnya
⚠️ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result