London, Gontornews β Sebuah penelitian yang dilakukan oleh 84 peneliti dari seluruh dunia menunjukkan bahwa es di Antartika mencair lebih cepat dalam 25 tahun terakhir.
Mereka menemukan bahwa pencairan es di Antartika naik di angka 241 miliar ton per tahun. Pencairan es di Antartika menyebabkan kenaikan permukaan laut sekitar 0,3 inci atau sekitar 8 milimeter dengan 3 mm kenaikan permukaan air laut terjadi dalam lima tahun terakhir.
Bagi sebagian orang angka metrik milimeter bukanlah angka yang besar namun, tanpa disadari, pemanasan global telah mengakibatkan pencairan di wilayah Antartika menjadi lebih cepat. Jika tidak ditanggulangi dengan segera, peneliti memprediksi bahwa permukaan air laut di seluruh dunia berpotensi meningkat hingga di ketinggian 58 meter di masa mendatang.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature ResearchΒ ini berusaha untuk mengevaluasi kondisi Antartika di masa lalu dan sekarang untuk menentukan dampak perubahan iklim dan aktivitas manusia di daerah tersebut serta menyajikan strategi masa depan ekologi dan geologi di wilayah itu.
Penelitian ini menggabungkan data dari tiga jenis pengukuran satelit pelacak perubahan es. Satelit berusaha untuk memindai es Antartika dengan altimeter yang mengumpulkan bukti tentang volume, kecepatan aliran glasial ke lautan serta menghitung gravitasi masa tanah dan menimbang lembaran es secara keseluruhan.
“Pengukuran satelit memberitahu kita bahwa lapisan es jauh lebih dinamis dari apa yang biasa kita pikirkan,” ungkap Provesor Observasi Bumi dari School of Earth and Environment University of Leeds di Inggris, Andrew Shepherd sebagaimana dilansir Live Science.
“Jika Anda melihat laporan penelitian IPCC (Intergovernment Panel on Climate Change) pertama pada 30 tahun yang lalu, Anda akan melihat bahwa lapisan es tidak dipengaruhi perubahan iklim. Pun dengan kesepakatan umum dalam glasiologi adalah bahwa lapisan es tidak dapat berubah dengan cepat. Sayangnya, (kesepakatan) itu tidak terjadi,” tambah Shepherd.
Pencairan es terbesar di wilayah tersebut terjadi di wilayah Antartika Barat yaitu sekitar 58 miliar ton sebelum tahun 2012. Pasca 2012, pencairan terjadi lebih dahsyat dengan 175 miliar ton terjadi hanya dalam rentang waktu 5 tahun terakhir. Sementara itu, di Semenanjung Antartika, kehilangan es meningkat dari 7 miliar ton dalam rentang waktu 1992-2012) menjadi 36 miliar ton hanya dalam rentang waktu 2012-2017 saja.
“Fakta bahwa mencairnya lapisan es berlangsung sangat cepat belum pernah terjadi sebelumnya. Begitu juga dengan laju mundur dan runtuhnya rak es berkali-kali lebih cepat sangat dipengaruhi oleh siklus glasial yang normal,” pungkas Shepherd. [Mohamad Deny Irawan]






















