Jakarta, Gontornews — Pemimpin daerah kesultanan Islam Sokoto di Nigeria menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan ormas Islam Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (24/7).
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Ketua Lemabga Hubungan Kerjasama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah, Sudibyo Markus, dan Gubernur Sokoto Nigeria, Aminu Waziri Tambuwal tersebut, keduanya bersepakat untuk bekerjasama di bidang kesehatan.
βKunjungan ini semacam keseluruhan dari misi kerjasama dengan Muhammadiyah. Ini juga lain dari yang lain, sebab jika biasanya MoU dulu diteken baru bergerak, ini beliau betul-betul melihat secara nyata terlebih dahulu amal usaha kesehatan Muhammadiyah agar betul-betul mantap ketika tanda tangan kerjasama,β ungkap Wakil Ketua LHKI PP Muhammadiyah, Wahid Ridwan sebagaimana dilansir muhammadiyah.or.id.
Lebih lanjut, Ridwan menuturkan bahwa bentuk kerjasama yang ditekan oleh Muhammadiyah maupun Pemimpin daerah Sokoto Nigeria tersebut berksiar antara pembangunan rumah sakit, pertukaran dokter, perawat dan bidan serta kemungkinan pengadopsian sistem yang bersifat non-material.
βJadi bukan sekedar program itu saja. tetapi, ada juga aplikasi nilai-nilai spiritual yang nanti coba diterapkan seperti penyediaan buku-buku saku untuk para pengunjung juga akan dicontoh,β
βApalagi Sokoto merupakan kesultanan Islam tertua di Nigeria. Rumah sakit yang ada sudah dibangun oleh gabungan masyarakat Islam dan pemerintah setempat dengan kapasitas 200 tempat tidur. Itulah kenapa mereka membutuhkan pelatihan darikita,β pungkas Ridwan. [Mohamad Deny Irawan]





















