Depok, Gontornews — “Kiasan untuk makna silaturahim sejatinya lebih tepat diperuntukkan untuk hubungan kerabat atau yang ada ikatan rahim dengan kita,” terang Budi Ashari Lc, pakar sejarah Islam, kepada Gontornews.com. Hal ini, sambungnya, berbeda dengan bersosialisasi yang maksudnya menjalin hubungan dengan sesama selain kerabat.
Silaturahim berarti menyambungkan atau mempertautkan ikatan kasih sayang. Secara bahasa, makna silaturahim berasal dari dua kosa kata Arab. shilah yang berarti menyambung dan rahim yang berarti rahim wanita.
Silaturahim yang sesungguhnya adalah yang dilakukan dari hati dan atas dasar takwa kepada Allah SWT. Sebagaimana terurai dalam Surat An-Nisa ayat 1 yang artinya bertakwalah kepada Allah SWT yang kalian suka menyebut nama-Nya dengan menghubungkan memperkuat silaturahim.
“Silaturahim juga tidak boleh malah menjadi ajang pemecah kekeluargaan,” ungkap Prof Dr KH Didin Hafidhuddin Maturidi, MS, pimpinan Pondok Pesantren Mahasiswa dan Sarjana Ulil Albaab Bogor dan Al-Inayah Darmaga Bogor. Sama artinya, tidak dibenarkan jika dalam suatu perkumpulan justru membangkitkan atau memunculkan tali permusuhan.
“Banyak kan orang yang berkumpul untuk memusuhi yang lain. Itu bukan silaturahim,” sambung ayah lima anak ini kepada Gontornews.com. Karenanya, silaturahim harus benar-benar berlandaskan pada iman dan takwa kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda, “’Maukah kalian aku tunjukkan amal yang besar pahalanya daripada shalat dan shaum?’ tanya Rasulullah SAW kepada para sahabat. ‘Tentu saja,’ jawab mereka. Beliau SAW kemudian menjelaskan, ‘Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahim.’” (HR Bukhari dan Muslim).
Hadis di atas menunjukkan akan besarnya ganjaran bagi penyambung silaturahim. Diterangkan pula hakikat silaturahim menurut Islam hingga tercapai perdamaian dan kesatuan umat. Perihal tersebut sebagaimana sudah banyak Rasulullah SAW contohkan semasa hidupnya. <Edithya Miranti>





















