pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 20 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Pendidikan Karakter Bangsa dalam Perspektif Islam

Edithya Miranti by Edithya Miranti
25 January 2019
in Risalah
0
Pendidikan Karakter Bangsa dalam Perspektif Islam

Disertasi Dr Erma Pawitasari EdMs

Pendidikan karakter merupakan istilah baru yang digunakan untuk menggantikan posisi pendidikan moral dalam sistem pendidikan nasional. Pendidikan moral dianggap telah gagal. Salah satu indikasinya adalah tindak kriminalitas di kalangan pelajar maupun umum yang terus meningkat. 

Pemerintah Indonesia bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meyakini bahwa pendidikan karakter dapat dijadikan solusi permasalahan moralitas bangsa.

Sejatinya, pendidikan tidak dibatasi pada penguasaan ilmu pengetahuan kognitif-teoritis-akademis semata, melainkan terkait dengan pembinaan keimanan, ketakwaan, dan akhlaq mulia.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Senada dengan ini, David Carr mengatakan, “All education—not just moral education—is a value-laden matter,” (Segala aspek pendidikan—tidak hanya pendidikan moral—secara instrinsik mengandung nilai). Sayangnya, makna pendidikan yang seperti ini telah dikaburkan oleh fakta pendidikan yang hanya menekankan aspek kognitif-teoritis-akademis.

Dr Erma Pawitasari dalam disertasi yang dibimbing oleh Nanang Fattah dan Endin Mujahidin menegaskan bahwa pembinaan karakter bangsa melalui program pendidikan karakter pada satuan pendidikan merupakan suatu niatan baik yang patut dihargai.

“Perilaku dan nilai-nilai bangsa Indonesia yang kian jauh dari Islam memerlukan tindakan cepat untuk dicari obatnya,” ujarnya. Solusi yang ditawarkan harus bersifat komprehensif dan sesuai dengan nilai-nilai Islam agar tidak menjadi bumerang bagi umat Islam.

Oleh karena itu, mantan guru Bahasa Inggris Cambridge, salah satu SMAN Unggulan di Jakarta Timur ini, tertarik untuk menganalisis dan mengkritisi konsep pendidikan karakter yang ditawarkan Kemdikbud agar tidak menyimpang dari konsep pendidikan nilai dalam Islam.

Agama Islam sangat menekankan pendidikan nilai karena merupakan inti dari pendidikan Islam. Pendidikan Islam adalah pendidikan tentang nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek kehidupan.

Islam tidak mengenal pemisahan pendidikan nilai dari pendidikan umum karena ilmu pengetahuan sebenarnya hanya satu dan berasal dari Allah SWT.

Islam menggunakan istilah “akhlaq” untuk mendeskripsikan karakter. Karakter atau akhlaq adalah kondisi stabil jiwa yang menyebabkannya melakukan perbuatan secara spontan dan merasa ringan, tanpa perlu dipikirkan atau ditimbang-timbang terlebih dahulu.

Apabila karakter atau akhlaq tersebut sesuai dengan nilai-nilai Islam, maka ia disebut karakter islami atau akhlaq mulia (akhlaqul karimah). “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. QS. Al-Ahzab: 21.

Menurut putri kelahiran Sragen, 23 Maret 1977 ini, metode pendidikan karakter Islami mencakup enam prinsip dasar, yakni menjadikan Allah sebagai tujuan, memperhatikan perkembangan akal rasional, memperhatikan kecerdasan emosi, mempraktikkan akhlak mulia melalui keteladanan dan pembiasaan, memperhatikan pemenuhan kebutuhan hidup, dan menempatkan nilai sesuai prioritasnya.

Berbeda dengan Kemdikbud memaknai pendidikan karakter sebagai penanaman kebiasaan baik, sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa. Esensi pendidikan karakter sama dengan pendidikan moral, dengan tambahan keteladanan dan pembiasaan.

Selain itu, program Kemdikbud tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan program-program sebelumnya, seperti pendidikan moral dalam pelajaran Pendidikan Moral Pancasila dan P4 pada masa Presiden Soeharto maupun program Character Building masa Presiden Soekarno. Kemdikbud menyatakan bahwa pendidikan pada masa-masa terdahulu tidak diikuti dengan keteladanan dan pembiasaan.

Pendidikan karakter Kemdikbud menggunakan acuan nilai yang tidak seragam dan relatif. Acuan nilai yang disebutkan dalam sebagian buku adalah konsensus nasional, yaitu Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen NKRI.

Sedangkan dalam buku yang lain adalah agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional. Pada buku yang lain lagi adalah agama, Pancasila, UUD 45, UU Sisdiknas, teori ilmiah, dan pengalaman di lapangan.

“Selain inkonsisten, standar yang dijadikan acuan nilai bersifat relatif. Akhirnya, para pendidik menggunakan standar nilai mereka masing-masing,” kritik dosen terbang jebolan Universitas Ibn Khaldun ini.

Tidak habis disitu, pendekatan yang diambil Kemdikbud dalam pendidikan karakternya adalah indoktrinatif, walaupun Kemdikbud mengatakan menolak indoktrinasi.

Nilai-nilai relatif yang bersumber pada standar masing-masing guru ini diberitahukan dan harus diterima oleh siswa tanpa proses diskusi atau dialog.

Pendidikan karakter yang dicanangkan Kemdikbud dilakukan secara integratif dalam semua mata pelajaran. Namun, integrasi nilai-nilai pembentuk karakter dalam kurikulum baru sekedar tempelan dan dipaksakan. Sistem evaluasinya pun masih sekedarnya dan berarti apa-apa dalam penentuan kelulusan.

Berdasarkan studi kritis ini, Erma mengungkapkan, ”Secara konten, pendidikan karakter Kemdikbud membuka peluang berbagai interpretasi. Lembaga pendidikan Islam dapat memanfaatkannya untuk mengajarkan akhlak, namun lembaga pendidikan sekular pun dapat memanfaatkannya untuk mensekularkan bangsa Indonesia.

Bahkan, kaum Agnostik dan Atheis pun dapat perlahan-lahan masuk sebagaimana yang terjadi dalam masyarakat sekular Barat.” Konten terbuka seperti ini berbeda dengan konten pendidikan Islam yang memiliki sumber pasti, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Secara metode, pendidikan karakter yang indoktrinatif tanpa membedakan usia bertentangan dengan perintah agama yang sangat memperhatikan dan mengembangkan rasionalitas.

Islam sendiri merupakan kebenaran indoktrinatif dari wahyu Ilahi, namun wajib diajarkan secara rasional. Islam menempatkan akal sebagai sasaran pendidikan nomor satu, sebab melalui akal ada keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia dapat masuk ke dalam jiwa seseorang.

Konsep pendidikan karakter Kemdikbud yang menunjukkan kecenderungan pada konsep sekular ini membawa tiga implikasi. Pertama, masyarakat merasa apatis dengan program-program pemerintah terkait perbaikan moral yang sering terbukti tidak membawa perubahan.

Kedua, kondisi karakter bangsa akan kian merosot. Ketiga, pendidikan karakter berbasis relativitas nilai hanya akan menjadi pemborosan, baik dari sisi dana masyarakat maupun SDM. Keempat, pemerintah memerlukan program pendidikan karakter yang lebih tepat.

Berdasarkan hasil analisis dan temuan-temuan penelitian, doktor lulusan SMPN 1, Mojokerto ini,  mengajukan beberapa rekomendasi menarik, yaitu:

Pertama, pemerintah memerlukan program pendidikan karakter berbasis keimanan. Kedua, pemerintah berkewajiban untuk mengembalikan penggunaan istilah ‘akhlaq mulia’ menggantikan istilah ‘karakter’.

Ketiga, pemerintah segera membenahi jajaran birokrasi agar dapat menjadi teladan bagi masyarakat. Keempat, pemerintah segera melaksanakan perintah syari’at Islam agar masyarakat terbiasa dengan ajaran-ajaran agama (prinsip pembiasaan dalam pendidikan karakter).

Kelima, pemerintah segera membenahi akhlaq para guru agar dapat menjadi teladan bagi peserta didik (dan masyarakat pada umumnya).

Keenam, pemerintah berkewajiban membuat standar evaluasi/penilaian akhlaq yang layak untuk dijadikan kriteria utama kenaikan kelas/kelulusan. Kepemilikan ijazah sekolah harus merepresentasikan kemampuan berperilaku yang memenuhi standar minimal dari segi akhlaq.

Ketujuh, lembaga-lembaga pendidikan Islam hendaknya tidak ikut-ikutan mengganti program akhlaq mulia yang selama ini ada dengan program pendidikan karakter sekular. [Edithya Miranti]

Tags: Dr Erma Pawitasari EdMPendidikan karakter
Share46Tweet29Send
Previous Post

Kemenag akan Mempertimbangkan Usulan PPIU terkait Rekam Biometrik

Next Post

Islam Torehkan Aturan Ideal Politik Dinasti

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result