Depok, Gontornews — Masyarakat Indonesia yang majemuk dewasa ini dihadapkan dengan situasi dan tantangan yang mendasar, yakni masalah intoleransi, radikalisme, dan ekstrimisme dalam beragama. Sikap beragama demikian tentu akan membawa pada keretakan dan bahkan kehancuran bangsa. Oleh karena itu, diperlukan adanya instrumen yang dapat menyatukan perbedaan tersebut, salah satunya pembinaan sikap moderat dalam beragama melalui lembaga pendidikan Islam termasuk pesantren.
Sampai saat ini, pesantren menjadi tolak ukur dan model pendidikan moderasi beragama paling efektif, yang diantaranya dilakukan oleh kedua pesantren yang menjadi lokasi penelitian Dr Heri Gunawan yakni Pesantren Darussalam Ciamis dan Pesantren Cipasung Tasikmalaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tujuan pendidikan moderasi beragama, substansi materi, proses pendidikan, faktor penunjang dan penghambat, serta dampak pendidikan moderasi beragama di kedua pesantren tersebut terhadap toleransi beragama.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami makna yang terdapat dalam fakta-fakta yang ada. Dengan penelitian ini, doktor kelahiran Ciamis, 5 April 1980 itu mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas, sikap, dan pemikiran yang muncul di lokasi penelitian.
Menggunakan metode deskriptif-komparatif, ia berusaha menjelaskan dan menganalisis tentang pelaksanaan pendidikan moderasi beragama yang dikembangkan kedua pesantren tersebut, hingga kemudian dilakukan analisis komparasi untuk mengetahui kekhasan dari keduanya.
Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan, dimana peneliti bertindak sebagai intrumen. “Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi,” terang Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung ini.
Berdasarkan hasil penelitiannya, Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PW NU), Jawa Barat masa khidmat 2021-2026 itu pun menyimpulkan, pertama, tujuan pendidikan moderasi beragama di Pesantren Darussalam Ciamis dan Pesantren Cipasung Tasikmalaya adalah terbentuknya santri dan alumni yang memiliki sikap moderat dan toleran dalam beragama.
Kedua, substansi materi pendidikan moderasi beragama yang dikembangkan oleh pesantren Darussalam Ciamis dan Pesantren Cipasung Tasikmalaya melekat (terintergrasi) dalam mata pelajaran dan perilaku santri sehari-hari di pesantren, serta dipraktikkan secara langsung dan baik di lingkungannya.
Nilai-nilai agama menjadi pertimbangan dalam cara berpikir, bertindak, dan bersikap. “Nilai-nilai yang ditanamkan tawasuth, tawazun, tasamuh, musyawah, syura, anti radikalisme, dan mengakomodasi budaya local,” ulas Heri.
Ketiga, proses pendidikan moderasi beragama di Pesantren Darussalam Ciamis dan Pesantren Cipasung Tasikmalaya, berdasarkan penerapan strategi yang tepat guna, pendekatan kontekstual, metode sorogan, bandongan, keteladanan, klasikal, kuliah umum, diskusi, seminar, dan lain sebagainya.
Keempat, diantara faktor pendukung pelaksanaan pendidikan moderasi beragama adalah dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) juga sarana dan prasarana yang memadai, serta faktor lingkungan. Sementara faktor penghambatnya adalah adanya keragaman input santri yang sangat heterogen yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda, baik secara usia maupun yang lainnya.
Kelima, dampak pendidikan moderasi beragama di Pesantren Darussalam Ciamis dan Pesantren Cipasung Tasikmalaya ialah terbentuknya sikap moderasi beragama di kalangan masyarakat, baik masyarakat yang ada di lingkungan pesantren maupun masyarakat Jawa Barat dan nasional secara umum.
Berdasarkan kesimpulan atas hasil penelitian di atas, dalam kesempatan ini Dr Heri mengajukan beberapa rekomendasi sebagai berikut: Satu, bagi Pesantren Darussalam Ciamis dan Pesantren Cipasung Tasikmalaya bahwa hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dalam mengembangkan pendidikan moderasi beragama yang lebih terstruktur dan sistematis, sehingga pembinaan moderasi beragama bagi santri dapat lebih terfokus.
Dua, bagi pemangku kepentingan, Kementerian Agama sebagai kementerian yang menggaungkan arus moderasi beragama, bahwa hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi dalam perumusan kebijakan-kebijakan proses pembinaan moderasi beragama pada lembaga-lembaga pendidikan Islam seperti pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi keagamaan Islam lainnya.
Tiga, bagi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi penguatan kebijakan atas hadirnya rumah moderasi beragama yang telah diresmikan oleh Menteri Agama RI.
“Sehingga dapat mendorong eksistensi rumah moderasi beragama di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di lingkungan Kemenag,” tambah Pengurus Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Jawa Barat tersebut.
Empat, bagi peneliti lain, penelitian ini dapat menjadi informasi awal tentang bagaimana pendidikan moderasi beragama di lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren.
“Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana pendidikan moderasi beragama pada lembaga pendidikan Islam lainnya, seperti madrasah (Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah) dan lembaga pesantren lainnya,” pungkas dosen yang berturut-turut meraih penghargaan sebagai TOP Dunia 5000 Scienctist versi Alper Doger (AD) Scientific Index ini. [Edithya Miranti]
Biodata Peneliti
Nama : Dr Heri Gunawan SPdI MAg
Tempat Tanggal Lahir : Ciamis, 05 April 1980
Pekerjaan : Dosen
Pendidikan :
- S1, Pendidikan Bahasa Arab, Institut Agama Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, tahun 2003.
- S2, Ilmu Pendidikan Islam, Pascasarjana UIN SGD Bandung, tahun 2007.
- S3, Pendidikan Islam, Pascasarjana UIN SGD Bandung, tahun 2022.
Pengalaman :
- Tim Penilai Buku Pendidikan Agama (PBPA) Kementerian Agama RI, sejak 2020-sekarang.
- Tim Penilai Buku Pendidikan Agama Islam (PAI) Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, sejak 2021-sekarang.
- Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) Provinsi Jawa Barat, sejak 2019-sekarang.
- Staf Ahli Senat Universitas UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sejak 2015-sekarang.
Karya Ilmiah :
- Buku, Pendidikan Moderasi Beragama, Kajian Teoretis, Historis dan Implementasinya dalam Lembaga Pendidikan Islam, Penerbit Alfabeta, Bandung, 2023.
- Buku, Penguatan Pendidikan Karakter Kebangsaan di Pesantren, Penerbit Mimbar Pustaka, Bandung, 2019.
- Multicultural Education In The Perspective of National And Islamic Education, Edukasi Islami, Jurnal Pendidikan Islam, Volume 12, No. 01, Februari 2023.
- Efektivitas Model Pembelajaran Terpadu dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Siswa di Sekolah, Jurnal on Education, Volume 05, No. 03, Maret-April 2023.


















