Motivasi berprestasi dan inovasi siswa merupakan dua hal penting dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Motivasi berprestasi memberi daya bagi siswa untuk melakukan suatu kegiatan yang lebih baik, lebih cepat, lebih efektif, dan lebih efisien. Sedangkan inovasi sangat diperlukan untuk mengembangkan kreativitas terhadap hal-hal baru.
Berbagai upaya dilakukan baik oleh kepala sekolah maupun guru dengan memperbaiki pendekatan, metode, dan model pembelajaran. Akan tetapi metode atau model pembelajaran yang digunakan tidak didesain dengan baik, sehingga tidak berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan motivasi berprestasi dan inovasi tersebut.
Pada penelitian berjudul lengkap, Pengembangan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dalam Rangka Meningkatkan Motivasi Berprestasi dan Inovasi Siswa ini, Dr Gunarti menyimpulkan bahwa, pertama, hasil angket motivasi dan inovasi pada studi pendahuluan secara umum masih rendah.
Skor tiap indikator motivasi berprestasi sebagai berikut: kerja keras 56, pantang menyerah 60, semangat tinggi 52, punya komitmen 56. Jika dirata-rata skor motivasi adalah 56,0. Skor tiap indikator inovasi sebagai berikut: memiliki ciri khas 52, memiliki ide atau gagasan baru 52, dilaksanakan secara terencana 56, memiliki tujuan 60. Skor rata-rata inovasi 55,0.
“Model pembelajarannya masih konvensional perlu model yang dapat meningkatkan motivasi berprestasi dan inovasi siswa kelas tujuh mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Kota Bogor,” sambungnya.
Kedua, buku panduan/modul pembelajaran PAI Kelas tujuh SMP model PBL sebagai bahan materi dan panduan guru juga siswa. Buku panduan pembelajaran yang dirancang untuk memfasilitasi siswa untuk meningkatkan motivasi berprestasi dan inovasinya.
“Berdasarkan hasil validasi ahli dan calon pengguna yang merupakan perwakilan guru menyatakan bahwa model ajar PBL ini layak untuk digunakan sebagai model dalam penerapan pembelajaran PAI Kelas tujuh SMP,” terang Dr Gunarti dalam disertasi dengan IPK 3,91, predikat Magna Cumlaude yang dibimbing oleh Endin Mujahidin dan Hendri Tanjung itu.
Ketiga, keefektifan model PBL ini juga didasarkan dari hasil perhitungan independent sampel t-test kelompok eksperimen-kontrol, melibatkan empat sekolah di Kota Bogor yaitu, SMPN 13, SMPN 19, dan SMPN 20 sebagai kelompok eksperimen, sedangkan SMPN 14 sebagai kelompok kontrol. Keefektifan model PBL diukur dari seberapa mampu model tersebut meningkatkan motivasi berprestasi dan inovasi siswa kelas tujuh mata pelajaran PAI SMP Kota Bogor.
Hasil perhitungan uji hipotesis motivasi setelah diberi perlakuan diperoleh 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 2,014 (sig. 0,046) karena 𝑠𝑖𝑔 < 0,05 maka H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara dua kelas sampel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model PBL lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional pada siswa kelas tujuh mata pelajaran PAI SMPN Kota Bogor.
Dari hasil statistik dapat dijelaskan bahwa peserta dari kelompok eksperimen selalu bekerja keras dengan menyusun program kerja yang matang. Setelah menyelesaikan pekerjaan yang satu, secepatnya mengerjakan pekerjaan lainnya. Setiap ada pekerjaan yang sulit, pantang menyerah, berusaha mencari jalan keluar terhadap masalah yang dihadapi.
Hasil perhitungan uji hipotesis inovasi setelah diberi perlakuan diperoleh 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 2,242 (sig. 0,027) karena 𝑠𝑖𝑔 < 0,05 maka H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara dua kelas sampel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model PBL diterima dibandingkan pembelajaran konvensional pada siswa SMPN Kota Bogor.
Dari hasil statistik dapat dijelaskan bahwa peserta dari kelompok eksperimen mempunyai inovasi lebih tinggi dibanding kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dalam menyelesaikan masalah sering mempunyai ide baru, direncanakan dengan tujuan jelas.
Dalam mengelola sekolah mempunyai ciri khusus, sehingga masyarakat akan memilih sesuai karakteristiknya. Demikian juga masing-masing kelas berinovasi, sehingga menampilkan kelebihan masing-masing. Dari perhitungan statistik dijelaskan bahwa keefektifan model pembelajaran PBL terhadap motivasi berprestasi dan inovasi, dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model PBL lebih meningkatkan motivasi berprestasi dari pada model pembelajaran konvensional.
Berdasarkan simpulan hasil penelitian dan implikasinya yang telah diuraikan di atas, di bawah ini disampaikan saran sebagai berikut: satu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) menyusun kebijakan bahwa model PBL dapat digunakan untuk model diklat pada calon guru penggerak. Dirjen GTK juga membuat kebijakan bahwa model PBL dijadikan sebagai salah satu model unggulan pada mata pelajaran PAI Kelas tujuh SMP.
Dua, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota hendaknya mensosialisasikan dan memberi pembekalan awal bagi guru dalam menggunakan model PBL agar motivasi berprestasi dan inovasi siswa meningkat. Tiga, perguruan tinggi disarankan memasukkan mata kuliah Teknologi Pembelajaran pada struktur kurikulum konsentrasi ilmu kependidikan, sehingga model PBL dibelajarkan pada para mahasiswa calon guru.
Empat, kepala sekolah memfasilitasi guru dalam melaksanakan pembelajaran model PBL. Lima, guru melakukan pembelajaran dengan model PBL agar terbentuk motivasi berprestasi dan inovasi siswa. Enam, peneliti selanjutnya disarankan untuk menindaklanjuti dengan penelitian berikutnya dikarenakan penelitian pengembangan model PBL mempunyai keterbatasan.
“Penelitian yang dilakukan beberapa kali akan menghasilkan produk yang lebih baik dan lebih sempurna, sehingga model pembelajaran dapat meningkatkan motivasi berprestasi dan inovasi siswa SMP,” tutup peraih penghargaan Parasamya Susastra Nugraha pada tahun 2020 dan 2021 dari Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat. [Edithya Miranti]
Biodata Peneliti
Nama Lengkap : Dr Dra Hj Gunarti Sukriyatun MPd
Tempat Tanggal Lahir : Yogyakarta, 28 Desember 1968
Pendidikan :
- S1, Jurusan Pendidikan Sejarah, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Negeri, Yogyakarta, 1992.
- S2, Jurusan Tekhnologi Pembelajaran, Fakultas Pendidikan, Universitas Adi Buana Surabaya, 2008.
- S3, Pendidikan Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor, 2023.
Pengalaman :
- Guru SMPN 16 Bogor.
- Kepala sekolah SMPN 14 Bogor, 2021-sekarang. Sejak Agustus 2022 dinyatakan lulus sebagai Kepala Sekolah Penggerak di SMPN 14 Bogor.
- Instruktur Nasional Kurikulum 2013 Mata Pelajaran IPS 2014.
- Instruktur Nasional dan Instruktur Kota Guru Pembelajar 2016.
Karya Tulis :
- Buku, Hom Pim Pah Belajar Siswa Lebih Bermakna, Penerbit Yayasan Sinar Edukasi mandiri, 2020.
- Buku, Mengenal Bogor Dalam Perspektif Sosial Studies, Penerbit Yayasan Sinar Edukasi Mandiri, 2020.
- Buku, Terjebak Jurang Investasi Bodong, Penerbit Situseni, 2021, dan lainnya.





















