Barkeley, Gontornews — Sebuah penelitian menyebutkan bahwa meningkatnya suhu di lautan merupakan dasar dan bukti adanya perubahan iklim. Penelitian yang dilansir oleh majalah Science edisi 11 Januari tersebut mengungkapkan jika kenaikan suhu di lautan terjadi sangat cepat akibat perubahan pemanasan global yang terjadi.
“Jika Anda ingin melihat di mana pemanasan global terjadi, maka lihatlah lautan kita,” kata salah seorang tim peneliti yang berasal dari University of California, Barkeley, Zeke Hausfather sebagaimana dilansir Science Daily.
“Pemanasan lautan merupakan indikator perubahan iklim yang sangat penting dan kami memilki bukti yang kuat bahwa pemanasan terjadi lebih cepat dari yang kami kira,” tambah Hausfather.
Pemanasan laut merupakan penanda utama dari perubahan iklim karena, diperkirakan, 93 persen kelebihan enegi surya yang terperangkap oleh gas rumah kaca terakulmulasi di lautan. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pemasanan laut lebih disebabkan oleh perubahan iklim ketimbang peristiwa iklim lain seperti El Nino ataupun letusan gunung berapi.
Sebuah analisis baru mengatakan bahwa tren kandungan panas laut cocok dengan model perubahan iklim terkini yang menyebabkan pemanasan laut terjadi sangat cepat.
Dengan asumsi tidak ada upaya pengurangan gas emisi rumah kaca, para peneliti memprediksi bahwa suhu di permukaan laut hingga 2000 meter ke bawah akan naik 0,78 derajat Celcius pada akhir abad ini.
Pemanasan ini disebabkan oleh meningkatnya suhu permukaan laut 30 centimenter di atas permukaan laut yang disebabkan oleh gletser atau lapisan es yang mencair. Sebagaimana diketahui, lautan yang hangat juga berkontribusi terhadap badai, angin topan dan curah hujan yang ekstrem.
“Sementara pada tahun 2018, akan menjadi tahun terpanas keempat pada rekor pemanasan permukaan lautan seperti halnya rekor pemanasan permukaan laut sebelumnya yang terjadi pada tahun 2016 dan 2017,” jelas Hausfather.
“Sinyal pemanasan global jauh lebih mudah dideteksi jika perubahan suhu terjadi di permukaan lautan,” tutup Hausfather. [Mohamad Deny Irawan]




















