pesanan-baju-kaos
27 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 18 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Pesantren Hari Ini: Pertahankan Independensi, Tingkatkan Koneksi

Oleh Mohamad Deny Irawan

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
3 June 2020
in Laput
0
Foto: picuki.com

Membandingkan antar pesantren itu tidak perlu dilakukan karena tidak etis dan tidak fair. Pesantren harus menjadi lembaga pendidikan Islam berkualitas serta tidak ada kata berhenti berlomba-lomba dalam kebaikan dan memaksimalkan keunggulan.

Meski sudah menjadi yang terbaik, selalu ada banyak sisi yang bisa ditingkatkan. Even The Best Can Be Improved. Begitu yang diajarkan Pondok Modern Darussalam Gontor kepada setiap santrinya. Selalu ada pembenahan dan perbaikan. Itulah mengapa pesantren akan terus bergerak menuju kesempurnaan serta bergerak terus untuk menjadi lebih baik. Seorang pengunjung Islamic Book Fair 2020 di JCC Senayan Jakarta bertanya tentang pesantren mana yang terbaik di Indonesia. Tentu bukan perkara mudah untuk menjawab pertanyaan itu. Mengapa?

Karena pesantren memiliki ciri khas, sejarah pendirian, dan sistem pendidikan sendiri­sendiri. Kala itu Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal menyampaikan tausiahnya. “Jangan pernah membanding­bandingkan pesantren karena itu perkara ijtihadiyah. Tidak etis untuk membanding­bandingkan satu pesantren dengan pesantren yang lain,” kata Kiai Hasan, sapaan akrab santri dan alumni Gontor.

Dalam wawancara eksklusif dengan Majalah Gontor, Kiai Hasan menjelaskan, “Ada Kiai mengajarkan kitab Ihya ‘Ulumuddin dan ada Kiai yang mengajarkan Sahih Muslim-Sahih Bukhari. Lantas ada santri bertanya kenapa di tempat Kiai pengajar Ihya ‘Ulumuddin tidak mengajarkan Sahih Bukhari-Sahih Muslim? Saya yakin Kiainya akan marah.”

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Kiai Hasan pun meminta untuk berhenti membanding­bandingkan pesantren karena pesantren berdiri berdasarkan ijtihad para pendirinya dan representasi kebutuhan masyarakat yang ada di sekitarnya. “Seharusnya kita menyebut Kiai pengajar Ihya ‘Ulumuddin mengajarkan kehidupan Islami ala Ihya ‘Ulumuddin, sedangkan Kiai pengajar kitab Sahih Bukhari-Sahih Muslim mengajarkan kehidupan Islami ala Sahih Bukhari-Sahih Muslim. Meski berbeda, keduanya tetap berusaha untuk mendidik kehidupan masyarakat secara Islami,” ujar Kiai Hasan.

Legalitas dan Jaringan Pesantren

Tidak dapat dipungkiri, sebagian besar masyarakat masih melihat pesantren dengan sebelah mata. Kesan kumuh, kotor, dekil hingga ndeso, sangat lekat di masyarakat. Belum lagi jika berbicara mengenai ijazah pesantren yang tertolak di mana­mana, mulai dari perguruan tinggi hingga perusahaan. Namun terhitung sejak tahun 2019, pesantren mendapatkan angin segar. Pemerintah mengesahkan Undang­Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren. Melalui Undang­Undang ini, permasalahan legalitas pesantren seharusnya tidak perlu diragukan dan dipertanyakan lagi. Wakil Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Pesantren Mu’adalah (FKPM) Agus Budiman menjelaskan bahwa sejatinya ketiadaan legalitas pemerintah bukan menjadi kekurangan bagi eksistensi pesantren.

“Tetapi minimnya peraturan pemerintah terkait pesantren justru menyemangati lahirnya UU Pesantren ini,” katanya kepada Majalah Gontor. Agus menjelaskan bahwa melalui UU Pesantren ini akan menginspirasi sekaligus rujukan bagi aturan turunan, seperti Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, sampai Peraturan Direktorat Jenderal di Kementerian Agama.

“Itu yang kelak akan menjadi kebutuhan dalam memberikan legalitas pendidikan pesantren,” imbuhnya. Agus menambahkan, UU Pesantren ini lahir untuk menjawab kurangnya legitimasi masyarakat terhadap eksistensi pesantren dan kurangnya pengakuan terhadap kiprah alumni pesantren di masyarakat.

“Saya kira kebutuhan pokok dari pesantren adalah pengakuan itu. Dengan syarat, tidak mengusik independensi sebuah pesantren,” ujarnya.

Pria yang aktif sebagai Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Darussalam Gontor itu mengatakan, UU Pesantren mengakui pesantren dengan segala kekhasannya. “Tapi jangan lantas pesantren dibantu kemudian disetir. Kalau begitu, sama dengan memasukkan ikan ke dalam akuarium. Ikan berenang bebas, tetapi dalam kotak terbatas,” katanya.

Selain legalitas pesantren, sektor jaringan kerja (networking) juga memainkan peran penting bagi eksistensi pesantren. Meski letak geografis bukan berada di wilayah strategis, dengan kemajuan teknologi saat ini harus mendukung eksistensi pesantren. Pesantren yang baik adalah mereka yang memiliki networking atau jaringan yang luas.

“Adakalanya sebuah pesantren terletak di sebuah desa yang terpencil. Karena memiliki jaringan yang luas, mereka seperti berada di pusat kota atau di jantung ibu kota. Sebaliknya, ada pesantren yang berada di pusat kota tetapi karena tidak memiliki jaringan, mereka seperti berada di tengah hutan,” kata Agus. Selain jaringan kerja, perbaikan secara internal juga perlu dibenahi.

Jangan sampai ada anggapan seolah­olah jaringan kerja diperkuat, tetapi urusan internal terabaikan. Dalam catatan Agus, mutu internal pesantren meliputi pengaruh seorang kiai dalam pesantren, mutu pembelajaran pesantren, pembinaan guru, dan sarana prasarana pondok.

“Tidak cukup hanya sarana prasarana dan kebersihan seadanya saja. Itu harus dikembangkan sedemikian rupa sehingga dari dalam terlihat tampan dan kokoh dan dari luar juga terlihat ganteng dan berwibawa. Dua sisi itu perlu dibenahi. Tentunya berangkat dari dalam dulu, baru mengembangkan jaringan kerja di luar pesantren,” jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hikam Bogor KH Deden Supriadi Abdullah menjelaskan sejumlah kekurangan pesantren. Alumnus Pondok Pesantren Al­Masturiyah Sukabumi itu mengatakan bahwa kekurangan pesantren saat ini yaitu eksklusivitas pesantren, minimnya publikasi dan sosialisasi di kalangan masyarakat. Karena itu, ia menjelaskan sejumlah langkah yang perlu dibenahi pesantren, seperti mempertahankan sistem pesantren, memahami kebutuhan masyarakat, meningkatkan kreativitas dan kemandirian, serta meningkatkan pelayanan dan keilmuan. “Luruskan niat dan Istiqamah,” kata Kiai Deden.

Senada dengan Kiai Deden, Wakil Rektor 1 Universitas Cordova Sumbawa Barat Amir Ma’ruf Husein juga membeberkan kelebihan pondok pesantren daripada lembaga pendidikan formal lain. Menurutnya, pesantren memiliki kemandirian yang lebih kokoh, semangat juang lebih tinggi, dan akhlak siswa yang lebih terkendali. “Arah tujuan pendidikan nasional itu tidak jelas. Misalnya, sekolah menengah dikelompokkan menjadi SMA (umum), SMK (kejuruan), dan MA (keagamaan). Namun, siswa dari jurusan apapun bisa kuliah di perguruan tinggi apapun pada program studi apapun,” ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa periode 2014-2019 tersebut.

Ke depan, pesantren perlu menjadi lembaga yang well-informed, tidak gagap teknologi. Amir menggarisbawahi bahwa di satu sisi internet menyediakan konten yang baik. Tapi di sisi lain, internet juga menawarkan konten buruk. Jadi, itu harus diwaspadai sedini mungkin. “Santri hari ini harus dibekali dengan bekal mental yang kuat, bekal rohani yang sehat, dan bekal ilmu pengetahuan yang kuat sehingga kala mereka masuk ke dunia internet, mereka mampu memilih yang baik dan tidak terseret kepada yang buruk,” tandasnya kepada Majalah Gontor. []

Tags: Forum Komunikasi Pesantren MuadalahGontorKH Deden Supriadi AbdullahPesantrenPondok Pesantren Darul Hikam BogorUniversitas Cordova Sumbawa Barat
Share56Tweet35Send
Previous Post

Masjid dan Sekolah di Gaza Dibuka Kembali

Next Post

COVID-19: Saudi Umumkan 30 Kematian Lagi

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result