pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 28 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Phubbing: Dekat di Mata Jauh di Hati

Oleh Mohamad Deny Irawan

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
5 October 2018
in Laput
0
Phubbing: Dekat di Mata Jauh di Hati

Mulai saat ini, hindari keluarga Anda untuk menggunakan gawainya secara berlebihan. Selain karena Anda akan bertransformasi menjadi makhluk sosial, Anda juga terancam mengalami penyakit nomophobia (no mobile phone phobia). Benarkah demikian?

Peribahasa ‘jauh di mata dekat di hati’ sepertinya sudah usang dengan kemunculan alat telekomunikasi bernama gawai. Tidak ada yang menyangka, alat penyambung suara tersebut telah membuat seluruh dunia terasa sangat dekat.

Tapi, seiring dengan perkembangan zaman, teknologi dan cara orang mengembangkan ilmu pengetahuan membuat yang jauh terasa dekat dan ‘yang dekat terasa sangat jauh’. Setujukan Anda?

Perkembangan teknologi telah membuat interaksi manusia secara lahiriah jadi terasa garing. Kekuatan teknologi yang pada awalnya tercipta dalam rangka memudahkan manusia, tiba-tiba, justru menjauhkan manusia dari kodrat kemanusiaannya.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Sebagai makhluk sosial serta dibekali oleh Allah SWT oleh segala macam ‘alat komunikasi’ seperti mulut, telinga, mata hidung dan kulit, sudah semestinya dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan tentunya harus terintegerasi satu sama lain.

Saat Anda berbicara satu sama lain, sudah semestinya Anda menggunakan penglihatan Anda untuk saling bertatapan dan mendengarkan apa yang disampaikan.

Tapi kini, sisi pergaulan itu semakin hari semakin memudar. Mereka menyebut fenomena ini sebagai phubbing. Dengan definisi yang sederhana, seorang sosiolog dari Gettysburg College, Kendall T Wolf, menyebut phubbing sebagai fenomena di mana tidak ada seorangpun berbicara tentang apapun dengan orang lain karena kesibukan mereka dengan gawai.

Hal ini tentu saja menyakiti orang-orang yang menjadi lawan bicara kita secara langsung.

Lebih lanjut, Wolf, bahkan menuding bahwa manusia modern telah memutus hubungan komunikasi dengan dirinya sendiri meski mereka selalu berusaha terhubung dengan orang lain melalui dunia maya.

“Saat Anda terhubung dengan akun sosial media, apakah kita sudah benar-benar bersosialisasi atau hanya sekedar mengisolusi iri kita dengan mempererat kepribadian Anda secara daring yang sebetulnya tidak sesuai dengan kepribadian kita yang sebenarnya?” cetus Wolf dalam artikel berjudul “What The Phub?” yang diterbitkan oleh jurnal The Cupola pada tahun 2014 silam.

“Ketika Anda memiliki lebih dari 500 pertemanan tapi Anda tidak berbicara kepada siapapun karena ia tidak mengetahui siapa mereka. (Penjelajahanmu di sosial media) itu hanya sekedar sensasi saja. Terlalu banyak hal ironik yang akan Anda alami dari hal-hal tersebut,” kata Wolf.

“Smartphone tidak lebih sekedar mainan manusia dari kegelisahan pemikiran, kebosanan dan ketidaknyamanan kita dalam bersosialisasi. Saya merasa telah meluangkan waktu saya lebih baik untuk memperkenalkan diri saya melalui telepon daripada melakukannya langsung kepada orang-orang. Pada akhirnya, saya selalu menghabiskan waktu lewat telepon saya lebih banyak daripada dengan teman saya,” sambung Wolf.

Sementara itu, dosen ilmu komunikasi dari Universitas Pertamina, Ita Musfirowati Hanika, bahkan menilai fenomena phubbing dapat menyebabkan sejumlah hal negatif seperti ketergantungan orang terhadap gawai, rusaknya hubungan sosial di masyarakat, gangguan pada kehidupan akademis, relasi dengan keluarga, teman dan pekerjaan.

“Orang tidak lagi merasa tabu jika harus disibukkan dengan HP-nya ketika pemakaman, atau sedang makan malam. Pada akhirnya, jargon mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat menjadi tidak terelakkan,” kata peraih gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, Semarang.

Bukan hanya itu, mereka yang ‘kecanduan’ gawai tidak akan mampu menyerap informasi secara maksimal sehingga lawan bicaranya harus mengulang pernyataan yang sama.

Hal itu terjadi karena pecandu gawai akan mengalami apa yang disebut short attention spam atau gangguan pemusatan perhatian.

Frekuensi tinggi para pecandu gawai dalam menggunakan smartphone atau semacamnya secara tidak langsung juga berarti mereka berhasil mengisolasi diri mereka dari kehidupan sosial yang sebenarnya.

Bahkan, dalam beberapa kasus, banyak pula pecandu gawai terjangkit penyakti nomophobia atau gangguan kesehatan akibat tercandu penggunaan gawai.

“Selain terisolasi dari lingkungan, beberapa efek negatif yang timbul adalah menyajikan privasi secara berlebihan di sosial media seperti tidak bisa lepas dari telepon seluler atau nomophobia,” jelas Ita Hanika.

Selain sikap antisosial atau asosial, phubbing berhasil merealisasikan salah satu tugas utama Setan untuk menggoda manusia yaitu memisahkan pasangan suami istri.

James A Roberts dan Meredith E David dari Hankamer School fo Bussiness juga mengakui bahwa telepon dan phubbing telah mengganggu hubungan romantis suami-istri.

Salah satu pihak yang paling merasakan dampak negatif dari phubbing adalah generasi milenial atau generasi X dan Y. Mereka terlahir dengan beragam kemudahan akses internet serta sarana penunjangnya yaitu gawai.

“Generasi Y begitu identik dengan smartphone yang hampir 24 jam berada di tangan dan sangat sibuk berselancar di dunia daring,” jelas Ita Hanika.

Dalam penelitiannya, Ita berusaha untuk meneliti kebiasaan pecandu gawai kepada 60 responden yang lahir pada tahun 1980 hingga 2010 di Kota Semarang. Hasilnya cukup mengejutkan, karena sekitar 56 persen responden merasa lebih efektif jika berkomunikasi melalui gawai ketimbang bertemu tatap muka.

Bahkan, Ita juga menemukan bahwa para responden lebih memilih dompet yang tertinggal ketimbang gawainya yang tertinggal. Frekuensi ‘buka gawai’ pun menunjukkan bahwa sekitar 36 persen merasa membuka gawainya sepanjang hari.

Sedangkan yang membuka gawai kurang dari 10 kali dalam sehari 22 persen, pegguna gawai antara 10-20 kali sekitar 16 persen dan pengguna gawai di sekitar 20-30 kali dalam sehari mencapai 24 persen.

Alasan para responden untuk menomorsatukan gawai atau bertindak sebagai phubber, pelaksana phubbing, adalah: 1) menerima panggilan/pesan; 2) membuka sosial media; dan 3) bosan dengan lawan bicara.

Untuk adab atau sopan santun kepada lawan bicara saja telah dilanggar oleh phubber. Seorang phubber mengaku tidak akan meminta izin kepada lawan bicara. “Sesuatu hal yang mereka anggap tidak begitu penting (izin meninggalkan obrolan) karena spontanitas dari para penggunanya,” tutur Ika. []

Tags: GawaiPhubbing
Share193Tweet121Send
Previous Post

Empat Truk Logistik Bantuan ASN Kemenag Berangkat ke Palu

Next Post

Pondok Pesantren Modern Daarul Ulum Lido, Cigombong, Bogor: Buah Semangat Juang Sang Kiai

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
al amien prenduan

Keluarga KH Moh. Tidjani Djauhari Terima ‘100th Gontor Awards’ di Peringatan Satu Abad Gontor

22 September 2026
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

23 October 2020
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

0
Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

0
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

0
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

0
Di Bawah Asuhan Gontor

Di Bawah Asuhan Gontor

0
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

27 September 2026
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Di Bawah Asuhan Gontor

Di Bawah Asuhan Gontor

25 September 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

25 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result