Umat Islam dalam memandang kehidupan punya ide ide tertentu dengan cara pandang tertentu. Ini terjadi karena Islam adalah Agama Wahyu, bukan Agama Budaya. Artinya, Ide Ide tertentu adalah KetetapanNya dan Ketetapan RasulNya Muhammad SAW. Umat Islam percaya adanya Tuhan. Pemikiran ateisme menjadi bertentangan dengan keyakinan umat Islam.
Umat Islam percaya dan meyakini adanya Kehidupan di Akhirat nanti. Bagi yang menginkari kehidupan setelah kematian, maka pemikirannya bertentangan dengan ajaran Islam. Banyak lagi contoh Ide Ide tertentu yang menjadi keyakinan umat Islam.
Bagaimana dengan Politik? Para ulama telah membahas tentang kepemimpinan (al-imamah) di buku ilmu Akidah/Kalam/Tauhid. Ini menunjukkan betapa pentingnya kepemimpinan sehingga para ulama meletakkan pembahasan tentang kepemimpinan di dalam buku Akidah.
Politik terkait dengan kekuasaan. Penguasa bisa mengeluarkan berbagai keputusan yang membangun dan merusak. Berbagai negara Eropa dan Amerika misalnya telah mengeluarkan ketetapan jika perkawinan sesama jenis adalah sah dan bagi yang menolak perkawinan sesama jenis maka bisa dipidana. Penetapan legalitas perkawinan sesama jenis, LGBT, tentu akan merusak keyakinan umat Islam yang percaya Allah menciptakan laki dan perempuan.
Kekuatan Politik melegalkan apa yang jelas jelas Allah haramkan. Pembolehan dan legalisasi perkawinan sesama jenis jelas merusak akidah, syariah dan akhlak umat Islam bahkan merusak kemuliaan manusia. Ini menunjukkan politik punya dampak yang sangat besar dalam mengurusi dan menjaga akidah.Akidah adalah Wajib. Menjaga Akidah adalah wajib. Politik adalah Penjaga Akidah. Maka, Politik adalah Wajib.
Tahun 2018 adalah Tahun Politik karena pendaftaran calon calon DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, DPD, Presiden dan Wakil Presiden akan dilakukan dalam beberapa bulan lagi. Posisi pemimpin dari tingkatan kota/kabupaten, provinsi dan nasional akan sangat menentukan bagi kehidupan rakyat Indonesia. Umat seharusnya menjadikan Tahun 2018 sebagai Momentum bagi perubahan agar masyarakat Indonesia yang adil dan beradab yang berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa bisa diwujudkan.
Sekarang adalah waktunya bagi umat untuk bergerak aktif. Memang parpol yang akan mencalonkan anggota anggotanya atau simpatisannya untuk bertanding. Namun, umat juga punya kekuatan karena umatlah yang memilih calon calon dari parpol tersebut.Demokrasi sekarang adalah Demokrasi Uang. Demokrasi dengan biaya yang mahal. Biasanya yang punya uang atau yang punya bandar yang berpeluang lebih besar. Namun, dengan semangat gotong royong, semangat kebersamaan antara umat dan calon pemimpin, maka kebersamaan tersebut akan mengurangi biaya yang mahal tersebut, sekaligus menjadikan umat bukan lagi sebagai objek politik, tapi justru sebagai mitra dan tujuan.
Bersama umat, pemimpin akan lebih kuat. Rakyat rindu pemimpin yang berwibawa, yang memang punya track record dengan umat Islam, bukan hanya saat menjelang pilkada dan pemilu. Umat di zaman now rindu pemimpin yang punya jejak bersih dalam kepemimpinannya.
Umat Islam dalam memandang kehidupan punya ide ide tertentu dengan cara pandang tertentu. Ini terjadi karena Islam adalah Agama Wahyu, bukan Agama Budaya. Artinya, Ide Ide tertentu adalah KetetapanNya dan Ketetapan RasulNya Muhammad SAW. Umat Islam percaya adanya Tuhan. Pemikiran ateisme menjadi bertentangan dengan keyakinan umat Islam.
Umat Islam percaya dan meyakini adanya Kehidupan di Akhirat nanti. Bagi yang menginkari kehidupan setelah kematian, maka pemikirannya bertentangan dengan ajaran Islam. Banyak lagi contoh Ide Ide tertentu yang menjadi keyakinan umat Islam.
Bagaimana dengan Politik? Para ulama telah membahas tentang kepemimpinan (al-imamah) di buku ilmu Akidah/Kalam/Tauhid. Ini menunjukkan betapa pentingnya kepemimpinan sehingga para ulama meletakkan pembahasan tentang kepemimpinan di dalam buku Akidah.
Politik terkait dengan kekuasaan. Penguasa bisa mengeluarkan berbagai keputusan yang membangun dan merusak. Berbagai negara Eropa dan Amerika misalnya telah mengeluarkan ketetapan jika perkawinan sesama jenis adalah sah dan bagi yang menolak perkawinan sesama jenis maka bisa dipidana. Penetapan legalitas perkawinan sesama jenis, LGBT, tentu akan merusak keyakinan umat Islam yang percaya Allah menciptakan laki dan perempuan.
Kekuatan Politik melegalkan apa yang jelas jelas Allah haramkan. Pembolehan dan legalisasi perkawinan sesama jenis jelas merusak akidah, syariah dan akhlak umat Islam bahkan merusak kemuliaan manusia. Ini menunjukkan politik punya dampak yang sangat besar dalam mengurusi dan menjaga akidah.Akidah adalah Wajib. Menjaga Akidah adalah wajib. Politik adalah Penjaga Akidah. Maka, Politik adalah Wajib.
Tahun 2018 adalah Tahun Politik karena pendaftaran calon calon DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, DPD, Presiden dan Wakil Presiden akan dilakukan dalam beberapa bulan lagi. Posisi pemimpin dari tingkatan kota/kabupaten, provinsi dan nasional akan sangat menentukan bagi kehidupan rakyat Indonesia. Umat seharusnya menjadikan Tahun 2018 sebagai Momentum bagi perubahan agar masyarakat Indonesia yang adil dan beradab yang berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa bisa diwujudkan.
Sekarang adalah waktunya bagi umat untuk bergerak aktif. Memang parpol yang akan mencalonkan anggota anggotanya atau simpatisannya untuk bertanding. Namun, umat juga punya kekuatan karena umatlah yang memilih calon calon dari parpol tersebut.Demokrasi sekarang adalah Demokrasi Uang. Demokrasi dengan biaya yang mahal. Biasanya yang punya uang atau yang punya bandar yang berpeluang lebih besar. Namun, dengan semangat gotong royong, semangat kebersamaan antara umat dan calon pemimpin, maka kebersamaan tersebut akan mengurangi biaya yang mahal tersebut, sekaligus menjadikan umat bukan lagi sebagai objek politik, tapi justru sebagai mitra dan tujuan.
Bersama umat, pemimpin akan lebih kuat. Rakyat rindu pemimpin yang berwibawa, yang memang punya track record dengan umat Islam, bukan hanya saat menjelang pilkada dan pemilu. Umat di zaman now rindu pemimpin yang punya jejak bersih dalam kepemimpinannya.





















