Ponorogo, Gontornews — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr KH Saad Ibrahim, mengatakan bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan miniatur peradaban Islam. Bagi pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur itu, era keemasan peradaban Islam dunia bisa muncul dari Indonesia.
“Saya berkeyakinan bahwa minatur peradaban Islam itu berada di Pondok Modern Gontor ini,” kata Kiai Saad saat menyampaikan pidato mewakili Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam acara sujud syukur dan pembukaan peringatan 100 tahun Gontor di Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor, Rabu (27/09/2023).
“Sekali lagi kami berkeyakinan bahwa Allah SWT menebarkan benih-benih untuk masa keemasan Islam kedua di bumi Indonesia ini. Allah memberikan ilham kepada KH Ahmad Dahlan pada 1912 untuk mendirikan Muhammadiyah, tahun 1923-24 berdiri Al-Irsyad (Islamiyah) dan Persis (Persatuan Islam), tahun 1926 ada Nahdhatul Ulama dan, tentunya, Pondok Modern Darussalam Gontor,” sambung Ketua PP Muhammadiyah bidang Tabligh, Dakwah Komunitas, Kepesantrenan dan Pembinaan Haji Umrah 2022-2027 tersebut.
Secara khusus, pria kelahiran Mojokerto, 17 November 1954, itu menitikberatkan pada penguatan peran perguruan tinggi di lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor, yakni Universitas Darussalam Gontor. Ia pun berharap, rencana pendirian fakultas kedokteran UNIDA Gontor harus familiar dengan karya ulama-ulama Muslim klasik seperti Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd.
“Artinya, ketika universitas ini memiliki fakultas kedokteran, maka pengajarnya harus familiar dengan karya-karya Ibnu Sina atau Ibnu Rusyd,” ujarnya.
“Dengan kata lain, kita berharap peradaban Islam nanti Allah semaikan di bumi Indonesia ini. Kita bersyukur dan bersujud dalam peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor ini. Mabruk wannajah untuk pesantren ini,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan/Muhammad Khaerul Muttaqin]





















