pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Sunday, 16 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Uncategorised

Priyadi Abadi Menggali Berkah Bisnis Travel Muslim

Fathur Roji by Fathur Roji
19 January 2019
in Uncategorised
0

Priyadi Abadi, dia salah satu perintis dan penggiat wisata muslim di tanah air. Keterlibatannya dalam edukasi tentang wisata muslim di mancanegara telah melahirkan beberapa komunitas yang concern terhadap travel muslim di negeri ini.

Ketertarikannya terhadap dunia travel sudah muncul saat memilih jurusan perkuliahan di kampus Trisakti. Meski keputusannya ini kurang disukai oleh orangtuanya. “Orantua bilang buat apa kuliah pariwisata. Kerjanya cuma di hotel, cuci-cuci piring atau bersih-bersih kamar,” kenang pria kelahiran Jakarta, 27 Oktober 1972.

Keyakinan Priyadi bahwa pasar wisata akan menjadi industri yang menjanjikan, tak membuatnya bergeming untuk menggeluti dunia pariwisata. Saat itu, profesi di dunia pariwisata memang belum banyak yang menekuni.  

Karier Priyadi dimulai sejak masih kuliah sekitar tahun 1992. Awalnya freelance sebagai pemandu wisata untuk tujuan domestik. Saat itu sempat mendampingi rombongan dari sebuah perusahaan ke Lombok dan Bali. Setahun kemudian meningkat menjadi outbond tour leader seperti ke negara-negera Asia, Australia, Amerika, Eropa dan Timur tengah termasuk umrah. 

BACA JUGA

Wisuda Khatmil Qur’an dan Pengajian Akbar TPA Binaan UNIDA Gontor Ar-Raudhah Desa Beton Siman Ponorogo

TASREH: Tajammu’ dan Sarasehan Bersama IKPM Cabang Bogor

Anies Bertemu Sekjen Liga Muslim Dunia

BAZNAS Resmikan Program Bedah Mushola di Teluknaga Banten

Promosi Dr Atang: Pekarangan Berpotensi Sebagai Destinasi Agrowisata, Ini Syaratnya

Vice Chairman Indonesia Tour Leaders Assosiation (ITLA) ini menjalani karirnya merangkak dari mulai staf paling bawah hingga top manajemen di beberapa agen travel. Namun setelah 16 tahun berkecimpung di travel umum, Priyadi melihat dan merasakan betapa sulitnya wisatawan muslim memenuhi kebutuhan dasar terutama untuk ibadah salat dan memperoleh makanan halal di negara non muslim.

“Awalnya, dari keprihatinan saya melihat pelayanan travel umum di Indonesia untuk para muslim kurang memikirkan masalah makan, shalat dan jarang sekali yang melakukan kunjungan ke masjid,” katanya kepada Majalah Gontor saat ditemui di kantornya. 

Berbekal pengalaman dan penghasilan selama bekerja di agen travel umum dan modal jaringan yang luas, Priyadi memutuskan hijrah dengan merintis usaha mandiri travel muslim. Keinginan tersebut tercapai pada 2010 dengan berdirinya PT Putri Adinda Pratama yang menaungi usaha travel Adinda Azzahra. Izin usaha yang dikantongi untuk umrah plus dan wisata muslim.

Usaha ini juga tidak semata-mata bisnis, tapi ada dorongan untuk menyiarkan Islam lewat tadabur alam dari tempat-tempat yang dikunjungi. “Hikmah saya hijrah ke travel muslim adalah ibadah saya tambah baik,” akunya.

Bukan tanpa rintangan saat merintis bisnis ini, banyak rekan seprofesi meragukan langkah Priyadi. Maklum hampir semua travel muslim hanya berbisnis umrah dan haji yang sudah pasti. Memang, masa-masa awal hanya satu atau dua orang yang diberangkatkan dalam program paket wisata muslim. Karyawan pun belum ada, hanya dibantu istri dan saudara.

Cibiran sinis rekan-rekannya kini berbuah hasil. Dengan market yang jelas, usaha yang ia geluti ini hampir setiap bulan memberangkatkan rombongan wisata muslim sekitar 30-40 orang. Dari mulai pengusaha, pejabat kementerian, anggota dewan, bupati dan gubernur kerap memakai jasa Adinda Azzahra.

Dengan tagline travel muslim, ia berusaha menyajikan kebutuhan wisata muslim untuk menikmati keindahan alam yang Allah ciptakan di hamparan dunia ini. Saat ini, wisatawan muslim banyak mengunjungi destinasi timur tengah, padahal di luar itu banyak sekali khazanah Islam di negara-negara non muslim.

Fouder & Chairman Indonesia Islamic Travel Communication Forum (IITCF) ini juga menjelaskan, bukan tanpa kendala saat berada di negara non muslim yang minim fasilitas kebutuhan muslim. Seperti mencari makanan halal dan minimnya tempat ibadah. Namun seiring perjalanan waktu, semua itu bisa dipenuhi. 

Menurut Priyadi, berpuluh tahun travel muslim mengurusi travel umrah, sementara destinasi lain mereka tidak melayani. Memasuki tahun kedua IITCF terus gencar mensosilisasikan wisata muslim terutama yang ada di mancanegara.

Melalui IITCF dirinya akan terus mengupgrade skill bagi travel muslim, “Travel muslim harus bisa bersaing dengan travel umum yang menggarap pasar muslim. Karena travel muslim sudah kebanjiran jamaah umrah akhirnya tidak melirik wisata muslim mancanegara. Padahal ini peluang yang bagus yang bisa digarap, yang selama ini digarap travel umum,” ujarnya.

Berikutnya adalah ia ingin merubah mindset masyarakat, bahwa selama ini mindset masyarakat kalau pergi ke Jepang pasti akan pesan ke travel umum, sebenarnya travel muslim juga menggarap wisata muslim di luar umrah. “Memang ini tidak mudah dan butuh waktu,” paparnya.   

Terkait edukasi ke travel-travel muslim untuk menggarap ceruk pasar wisata muslim ini, Priyadi merasa tidak kuatir pasarnya berkurang, karena pasar di negeri ini sangat besar, penduduk muslim mayoritas. “Saya menganggap mereka adalah mitra. Ibarat main bulu tangkis dengan pemain yang tidak bisa akan kurang semangat. Justru kita akan terpacu. Rejeki sudah diatur oleh Allah,” tegasnya.

Priyadi ingin travel muslim jangan penonton di rumah sendiri. Kalau travel muslim tidak mengambil wisata muslim maka yang akan bermain travel umum yang berasal dari negara-negara lain. Mereka memiliki modal besar, profesional dan jaringan luas.

Kini, melalui Adinda Az-Zahra dirinya telah mampu mengantarkan wisatawan muslim untuk berkunjung ke berbagai benua di dunia mengunjungi destinasi wisata muslim di negara-negara non muslim. Paketnya ada yang umrah plus atau tanpa umrah. Seperti ke Korea, Jepang, Balkan, Amerika, Australia, Prancis, Belanda, Jerman, Swiss, Spanyol, Italia dan lain sebagainya.

Priyadi menjelaskan wisata muslim harus mempunya ciri khas yang berbeda dengan perjalanan wisata biasa atau leisure. “Ini yang harus menjadi perhatian para pengusaha tour and travel yang menawarkan paket wisata muslim,” ujarnya.

Menurut lelaki yang sudah menjajaki tujuh benua ini, ternyata banyak negara yang sudah memperhatikan persoalan produk halal. Mulai dari makan dan minuman, pakaian, aksesoris, destinasi wisata.    

“Indonesia seharusnya bisa lebih maju dibanding dengan negara lain, jangan sampai malah justru tertinggal. Bahkan, Indonesia sangat berpotensi menjadi kiblat wisata halal dunia,” katanya.

Negara Jepang, Korea dan Thailand sudah mulai mengembangkan wisata halal, bahkan sudah menyiapkan pendukungnya seperti masjid, mushola, makanan halal dan lainnya. Seharusnya Indonesia bisa lebih dari itu, dengan banyaknya masjid, tempat pariwisata, menu makanan nusantara, tentu akan sangat mudah dikembangkan.

Penulis buku Muslim Traveller Solutions ini juga menambahkan, saat ini ada sekitar sepuluh sektor halal lifestyle yang memberikan kontribusi besar dalam perekonomian dunia, yaitu makanan, keuangan, travel, kosmetik, pendidikan, fashion, media rekreasi, farmasi, kesehatan serta seni dan budaya. Dengan banyaknya pintu-pintu dibidang halal tersebut, tentu memiliki potensi bisnis yang besar.

“Saya berharap, selain dukungan dari pemerintah, para stakeholder, pengusaha dan masyarakat juga bisa mengambil peranan masing-masing untuk mengembangkan potensi yang besar ini,” tuturnya.

Kepeduliannya terhadap edukasi wisata muslim ini, Priyadipun akhirnya meraih Rekor MURI. Di mana selama 2016, IITCF menggelar dua kali West Europe Tour Leader Moslem Educational Trip (WEMET), yang diikuiti oleh puluhan pengusaha travel muslim, tour leader dan tour planner. Menggelar pelatihan dan seminar di atas bus selama dua pekan mencakup di 13 kota di 6 negara, yakni Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, dan Italia. “Dari agenda ini IITCF mendapat penghargaan Rekor MURI,” katanya.

Selain menyelenggarakan trip dan pelatihan, Priyadi melalui IITCF juga mengadakan gerakan sejuta perangkat salat di berbagai negara. Peralatan ibadah ini didistribusikan di hotel, restoran, tempat objek wisata, toko duty free, masjid dan rest area di Eropa, yang sering dikunjungi wisatawan muslim.

Selanjutnya, gerakan tebar sejuta perangkat salat dalam educational trip dilaksanakan di Balkan dan Amerika Serikat guna menyosialisasikan wisata muslim terutama di negara-negara non Islam. “Gerakan membagikan sejuta perangkat salat  juga meraih Rekor MURI,” ungkap dosen Pariwisata di universitas Trisakti ini. [fathurroji]

Share56Tweet35Send
Previous Post

Khalid bin Said, Memilih Islam daripada Harta

Next Post

Isu Pembebasan Ust Abu Bakar Ba’asyir dan Aroma Pilpres

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

7 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

6 August 2026
Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

0
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

0
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

0
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

0
Ribuan Santri Gontor Putri Kampus 3 Ikuti Ujian Tulis Awal Tahun

Ribuan Santri Gontor Putri Kampus 3 Ikuti Ujian Tulis Awal Tahun

15 August 2026
Ujian Tulis Persiapan Calon Pelajar di Gontor Putri Kampus 2 Resmi Dibuka

Ujian Tulis Persiapan Calon Pelajar di Gontor Putri Kampus 2 Resmi Dibuka

15 August 2026
PP IKPM Gontor Hadiri Pelantikan IKPM Gontor Demak dan Konsolidasi ke Area Jawa Tengah

PP IKPM Gontor Hadiri Pelantikan IKPM Gontor Demak dan Konsolidasi ke Area Jawa Tengah

15 August 2026
Pelantikan IKPM Gontor Wonosobo, Kuatkan Khidmah Alumni

Pelantikan IKPM Gontor Wonosobo, Kuatkan Khidmah Alumni

15 August 2026
Euforia Apel Tahunan Darel Azhar Rangkasbitung Sukses Tarik Antusiasme Ribuan Peserta

Euforia Apel Tahunan Darel Azhar Rangkasbitung Sukses Tarik Antusiasme Ribuan Peserta

15 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.📌 Kontribusi seikhlasnya
📌 Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
📌 Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
✅ Logo Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Sosial Media (jika ada)📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result