Ponorogo, Gontornews — Kampus Universitas Darussalam Gontor Ponorogo bekerjasama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DPRM) Kementrian Riset,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengadakan Program Kemitraan Masyarakat dengan tema “Pengentasan Kesenjangan Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Panti Asuhan di Kabupaten Ponorogo Tahun Pelaksanaan 2018.”
Kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tim pelaksana dari kegaitan ini adalah dosen Universitas Darussalam Gontor, yaitu Taufik Rizki Sista, M.Pd.I dan Safiruddin Al-Baqi, M.A. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi yaitu Panti Asuhan Putri Nyai Ahmad Dahlan Ponorogo dan Panti Asuhan Yatim dan Dhu’afa (PAYD) Al-Amin Jetis Ponorogo. Kegiatan ini telah berlangsung sejak bulan Mei hingga Oktober 2018 ini.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan bimbingan kegiatan dan pelatihan bagi anak anak panti dalam memanfaatkan teknologi dalam pendidikan serta keterampilan keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup di masyarakat nanti.
“Alhamdulillah kegiatan yang berhasil kami laksanakan dengan memberikan bimbingan dalam penggunaan e-learning untuk belajar, pemberian bantuan mesin jahit, bimbingan kegiatan kursus menjahit, bantuan buku perpustakaan sebanyak 50 eksemplar, pelatihan kursus bahasa asing (Arab dan Inggris), serta pelatihan kesenian kaligrafi,” papar Ustadz Taufik kepada Gontornews.com, Sabtu (3/11).
Dosen Unida Gontor Ustadz Taufik juga menambahkan Program Kemitraan Masyarakat ini diharapkan mampu menunjang pendidikan bagi anak-anak panti asuhan dalam bidang pemanfaatan teknologi serta memberikan pengetahuan yang cukup untuk berwirausaha secara mandiri di kemudian hari.
Kegaitan ini medapat tanggapann positif dari pengurus Panti mereka berharap kegiatan ini bisa berjalan secara terus menurus.
“Alhamdulillah panti ini dijadikan objek kegiatan, dan kegaitan ini sangat membantu sekali terutama program e learning nya, karena anak-anak bahkan pengurus belum pernah tau tentang ini. Semoga kedepannya program ini dapan berjalan secara kontinyu” ujar Dwi Tanto selaku pengurus Panti Nyai Ahmad Dahlan Ponorogo.
Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Bapak Slahuddin Haris selaku pengasuh Panti Al-Amin Jetis Ponorogo.
“Adanya bimbingan dan pelatihan-pelatihan ini sangat bermanfaat sekali bagi anak-anak, apalagi di panti ini anak-anak kami arahkan untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi daripada hanya sekedar berwirausaha setelah lulus SMA, namun skill menjahit yang diajarkan merupakan pengecualian dan penting untuk dipelajari” pungkasnya. [Taufik/ Hafidh]


















