Cheshire, Gontornews β Ratusan anak tarantula Montserrat lahir di Kebun Binatang Chester, Inggris (12/8). Untuk pertama kalinya, laba-laba langka ini lahir di penangkaran. Laba-laba jenis ini umumnya ditemukan di pulau caribbean dan terancam punah karena populasinya yang cenderung merosot.
Pada 2013 yang lalu, sejumlah peneliti mengambil beberapa ekor tarantula Montserrat untuk dikembangbiakkan dalam penangkaran. Tiga tahun kemudian, setelah dilakukan penelitian tentang perilaku seksualnya, seekor tarantula betina berhasil melahirkan sekitar 200 bayi tarantula di Inggris.
βKami berlomba dengan waktu, apakah anda dapat menghubungkan kematangan seksual antar individu (tarantula),β kata kurator vetebrata kebun biantang Chester, Dr Gerardo Garcia sebagaimana dilansir BBC
Salah satu masalah yang dihadapi oleh Dr Garcia dan timnya adalah singkatnya waktu hidup tarantula jenis ini yang hanya 2,5 tahun. Betinanya memang dapat hidup lebih lama namun perkembangannya cenderung lambat.
Meski demikian, dari beberapa jantan yang dikumpulkan, Dr Garcia menemukan beberapa tarantula jantan yang memiliki sumber daya yang sangat berharga. Dr Garcia dan tim mendapatkan momen menegangkan dalam penelitiannya karena tarantula betina cenderung akan memangsa pejantan ketimbang menikahinya.
β(Tarantula) betina cenderung menganggapnya (jantan) sebagai makanan ketimbang sebagai pasangannya,β terang Dr Garcia. βBanyak momen melelahkan (dalam perkawinan tersebut)β tambahnya.
Dr Garcia bersama rekan-rekannya mengamati ritual perkenalan yang sangat tentatif. Saat itu, tarantula jantan mengeluarkan jaring yang terelaborasi dengan jaring tarantula betina yang nantinya dipersiapkan sebagai tempat persembunyian si betina ketika memasuki masa hamil.
Setelah dilakukan perkawinan terhadap 3 tarantula betina, kecemasan Dr Garcia belum berakhir karena tiga tarantula yang berhasil hamil, menghilang. βMereka benar-benar menggali lubang di tanah dan mereka pergi,β jelasnya.
βMereka tidak makan, mereka tidak muncul, kami tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Anda hanya perlu meninggalkannya selama beberapa bulan dan melihat apa yang akan terjadi setelahnya,β papar Dr Garcia.
βAkhirnya, tarantula kecil mulai keluar dari tiap lubang yang digali satu betina. Total, kami memiliki sekitar 200 tarantula kecil,β tambahnya sambil menyebut bahwa bayi-bayi tarantula, yang ditangkar oleh para ilmuwan itu berada dalam kondisi baik.
βKami menjaga mereka dari kecil (dan kami letakkan) di pot secara individual,β terang Dr Garcia. βSalah seorang staf kami memberikan makan mereka dengan lalat kecil sejak awal. Lalu kita akan memberikan mereka mangsa yang lebih besar seperti jangkrik,β
Dalam satu dua tahun mendatang, laba-laba hasil penangkaran ini akan dijadikan bagian dari program pengembangbiakkan. Hal ini dilakukan karena pejantan dalam sebuah koloni akan mati setelah melakukan perkawinan.
Kodok caribean sebagai ancaman
Mempelajari siklus hidup tarantula merupakan sesuatu yang berharga. Dr Garcia menjelaskan siklus hidup tarantula sangat terkait dengan siklus hidup hewan lainnya.
βKita belum mengetahui tarantula secara umum seperti halnya di Karibia. Ini adalah kelompok taksonomi yang sangat tidak pasti,β
Penelitian terakhir tentang spesies jantan tarantula Montserrat terjadi 100 tahun yang lalu.
βSaat ini kami bekerja dengan spesialis dari Naitonal History Museum untuk menjelaskan bagaimana siklus kehidupan tarantula betina,β jelasnya.
Ketertarikan Dr Garcia terhadap tarantula Montserrat dimulai saat dirinya dan tim ahli zoologi menemukan hal menarik bahwa tarantula berukuran 15-20 cm adalah mangsa menarik bagi kodok gunung sehingga terancam punah.
Kodok besar di Karibia dikabarkan menjadikan jangkrik, lipan, katak kecil, kadal dan bahkan kelelawar sebagai mangsanya. Dr Garcia lantas terkejut karena mengetahui bahwa tarantula termasuk satu dari sekian hewan yang jadi mangsanya di alam liar.
βAnda tidak akan pernah membayangkan katak memakan tarantula, namun ternyata hal itu tidak berlaku,β katanya.
Dr Garcia menambahkan jika tarantula adalah bagian dari keindahan alam dan bukan sebaliknya dianggap sebagai ancaman. Spesies tarantula Montserrat memang tidak menggigit tapi tidak cocok untuk dipelihara karena terlalu gelisah. Tapi secara umum, tarantula jenis ini tidak berbahaya.
βKami mencoba mengubah presepsi masyarakat bahwa spesies ini berbahaya, beracun atau mengerikan. Jika katak bisa membunuh dan memakan tarantula, maka tarantula tidaklah seburuk yang diperkirakan,β pungas Dr Garcia. [Mohamad Deny Irawan/DJ]




















