Moskow, Gontornews — Pemerintah Rusia, Rabu (16/3/2022), mengatakan bahwa beberapa bagian dari kemungkinan kesepakatan damai dengan Ukraina hampir disepakati. Pernyataan ini muncul setelah Ukraina setuju untuk membahas netralitas antara kedua negara. Dengan demikian, harapan untuk mengakhiri perang terbesar di Eropa sejak perang Dunia II akan segera terealisasi.
“Saat ini, status netral sedang dibahas secara serius, tentu saja, dengan jaminan keamanan,” ungkap Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, kepada RBC.
“Sekarang, hal ini sedang dibahas dalam negosiasi, ada formulasi yang benar-benar spesifik yang menurut saya hampir mencapai kesepakatan,” sambung Lavrov sebagaimana dilansir Reuters.
Lavrov menambahkan Presiden Vladimir Putin telah berbicara tentang netralitas, bersama dengan jaminan keamanan untuk Ukraina tanpa perluasan NATO. Ia menjelaskan bahwa negosiasi ini tidak mudah tetapi ada beberapa harapan untuk mencapai kompromi.
Isu-isu kunci, menurut Lavrov, yang sedang dibicarakan adalah terkait dengan keamanan warga di Ukraina Timur, demiliterisasi Ukraina dan hak berbahasa Rusia di Ukraina.
Sementara itu, Ukraina telah membuat pernyataan positif, yang secara hati-hati, tentang pembicaraan damai. Sebuah sumber mengatakan bahwa Ukraina bersedia bernegosiasi untuk mengakhiri perang, tanpa status menyerah atau menerima ultimatum Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membuat catatan optimis atas pembicaraan damai yang sedang berlangsung dengan Rusia. “Sulit tetapi penting. Karena perang apa pun berakhir dengan kesepakatan. Pertemuan berlanjut, dan saya diberitahu, posisi selama negosiasi sudah terdengar lebih realistis,” ungkapnya.
Sejak menyerang bulan lalu, Rusia belum berhasil merebut satu dari 10 kota terbesar di Ukraina. Karena itu, pejabat Ukraina berharap perang bisa berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. [Mohamad Deny Irawan]

















