15
Tonton Selengkapnya
29 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 9 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Syiar Ramadhan Jangan Sampai Suram

Prof Dr Mohammad Baharun, Cendekiawan Muslim dan Ketua Perti Pusat

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
17 March 2022
in Wawancara
0
Foto: sidogiri.net

Ramadhan momentum terbaik mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sepanjang bulan suci, umat Islam beramai-ramai menggiatkan ibadah, mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan dan kasih sayang-Nya. Masjid yang biasanya sepi menjadi ramai. Al-Qur’an yang tadinya jarang disentuh, kini menjadi sering dibaca. Ada apakah dengan Ramadhan? Mengapa bulan ini mampu menggerakkan ratusan juta Muslim bertaqarrub kepada Allah? Apa tujuan berpuasa dan beribadah pada Ramadhan?

Cendekiawan Muslim yang juga ketua Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) Pusat Prof. Dr. Mohammad Baharun menjawab permasalahan itu kepada wartawan Majalah Gontor Erdy Nasrul. “Marhaban ya Ramadhan,” ujar guru besar sosiologi agama ini sambil tersenyum dan mengangkat kedua tangannya. Berikut ini perbincangannya.

Bagaimana cara kita meramaikan Ramadhan di tengah pandemi Covid-19?

Sejak tahun 2020 kita dihadapkan pada pandemi Covid-19. Tidak mudah kita menjalani kehidupan seperti itu. Kita harus menerapkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, memperbanyak cuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Juga vaksin. Ini upaya melindungi fisik atau imunitas.

BACA JUGA

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren Ramah Lingkungan

Masyarakat Indonesia Ingin Awali-Akhiri Ramadhan Bersama

Pentingnya Deep Literasi di Era Digital

Selain itu ada juga upaya melindungi hati kita dengan memperbanyak ibadah dan doa. Ini upaya meningkatkan imanitas kita. Ramadhan merupakan amal strategis kita untuk meningkatkan imanitas. Kita shalat berjamaah di masjid, mendaras al-Qur’an, mendalami ilmu-ilmu keislaman, juga bershalawat. Semua itu kita perbanyak. Ini syiar Ramadhan yang menenangkan hati. Kita harus lestarikan hal itu. Syiar Ramadhan jangan sampai suram.

Apakah substansi Ramadhan?

Era kehidupan yang serba canggih sekarang ini memanjakan orang dengan berbagai fasilitas. Orang menjadi mudah mewujudkan banyak keinginan. Ketika ada yang tak terwujud, orang menjadi cemas. Anda bisa lihat Laporan Google 2021, bahwa kata kunci yang banyak dicari ketika itu adalah anxiety (cemas). Ini berarti banyak orang mencari tahu apa itu cemas dan bagaimana lepas darinya.

Ramadhan adalah momentum memperbanyak ibadah: berdzikir, bermunajat, mengadu kepada Allah. Tiada lain itu semua untuk menyucikan hati, sehingga dengan begitu rasa cemas pergi dari hati kita. Ini kesempatan yang sangat baik sekali untuk menata hati: dari yang resah, dan gelisah, menjadi muthmainnah.

Dalam al-Quran dinyatakan bahwa manusia itu hakikatnya memiliki potensi baik dan buruk. Maka berbahagialah manusia yang menyucikan jiwanya. Dan rugilah yang mengotorinya. (QS. 92:8-10).

Menurut saya bukan hanya manusia, namun hewan pun juga hakikatnya berpuasa pada waktu-waktu tertentu sesuai kodratnya. Ulat yang jahat, semula berpotensi merusak tanaman, setelah berpuasa dan ‘iktikaf’ dalam kepompong: tidak makan dan minum dalam waktu-waktu tertentu, maka saat lebaran ia seperti dilahirkan kembali (fitrah) menjelma jadi kupu-kupu. Inilah deskripsi puasa yang produktif dan  berhasil. Menjadi kupu-kupu yang indah dan kemudian hanya menghisap sari bunga tanpa merusak. Tetapi sebaliknya lihatlah ular yang buas, memang berpuasa: tidak makan dan minum setelah usai puasa, maka ia ‘berlebaran’ dengan kulit yang baru. Tapi toh tetap ia buas dan ganas. Inilah puasa yang gagal, hanya mendapat lapar dan dahaga. Berpuasalah seperti kepompong.

Apa langkah awal menuju perubahan yang lebih baik dalam momentum Ramadhan kali ini?

Kita perbaiki akhlak. Dari yang kurang, bahkan tidak baik, menjadi baik. Kita biasakan diri kita untuk bersikap mulia. Misalkan kita mulai dari yang sederhana, memperbaiki perlakuan terhadap diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Kalau sudah baik tentu kita tambah lagi kebaikannya sehingga hati menjadi lembut. Dengan begitu, orang lain, bahkan Allah, menjadi ridha dengan perangai kita, dan apa yang keluar dari diri kita menjadi berlimpah kebaikan.

Salah satu cara memperbaiki akhlak dengan berpuasa?

Pada bulan apa pun selalu ada anjuran puasa. Ini merupakan legasi para nabi dahulu. Nabi kita habibuna Muhammad SAW pun menganjurkan kita berpuasa, misalkan pada hari Senin dan Kamis. Secara kasat mata, puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkan ibadah itu, seperti makan, minum, dan jimak, mulai dari terbit fajar sampai mentari tenggelam. Sederhananya begitu.

Itu kan perbuatan yang mubah, tapi kenapa pada saat menjalankan puasa justru menjadi tak boleh dilakukan?

Ini berkaitan dengan substansi atau makna puasa, termasuk di dalamnya adalah puasa wajib 30 hari pada bulan Ramadhan. Masya Allah, ini adalah bulan penuh berkah, dan jika sepanjang bulan ini kita bersungguh-sungguh beribadah dan bermunajat, maka sangat mungkin kita menjadi kekasih Allah.

Rasulullah sudah mencontohkan apa yang harus dilakukan sepanjang Ramadhan. Beliau berpuasa, bukan sekadar menghindari apa yang tadi dilarang, tapi juga menjauhi perbuatan tercela. Pada tingkatan yang lebih tinggi lagi, meninggalkan segala perbuatan tak bermanfaat untuk ketenangan batin. Contohnya begini, sebelum Ramadhan ada orang biasa berkumpul bersama kerabatnya untuk sekadar bersenda gurau, lalu tertawa. Ini kan perbuatan yang sia-sia.

Pada saat Ramadhan, orang lebih baik mengganti perbuatan itu dengan yang lebih bermanfaat, seperti membaca al-Qur’an. Membicarakan kelezatan makanan pada hari-hari biasa merupakan perbuatan yang boleh-boleh saja. Tapi ketika itu dilakukan pada saat melaksanakan puasa Ramadhan, tentu akan mengganggu kekhusyuan puasa. Karena itu, kebiasaan tersebut bisa diganti misalkan dengan memberi makan fakir miskin, anak yatim, dan dhuafa.

Apa contoh lain perbuatan sia-sia pada bulan Ramadhan?

Hindari banyak makan. Atau ketika puasa iya menahan diri dari makan dan minum, tapi ketika waktu berbuka puasa tiba, malah mengisi perut dengan makan dan minum sebanyak-banyaknya. ini harus dihindari, karena kalau itu yang dikerjakan, kita tidak berempati, tidak bersyukur, dan akhirnya malah menjadikan puasa kita sia-sia.

Apa kaitan empati dengan ibadah puasa?

Ada orang yang setiap hari makan tiga kali. Tapi di dekat mereka ada juga yang makan hanya sekali dalam sehari. Entah makanan macam apa yang dimakan. Kita coba merasakan apa yang diderita orang yang sehari makan hanya sekali. Seperti apa sih rasanya.

Di sini kita dilatih untuk lebih banyak berbagi kepada orang lain. Kita dianjurkan untuk sedikit meniru Sang Pencipta kita. Allah yuth’imu wa la yuth’am [Al-An’am ayat 14]. Rabb kita itu memberi, bukan diberi makan. Ini akan sangat besar nilainya jika kita amalkan pada Ramadhan nanti. Kita banyak memberi makan orang, sehingga kita menyelamatkan mereka dari serangan penyakit. Selama Ramadhan kita menyaksikan ada banyak orang memberi makanan berupa hidangan ifthar yang sederhana atau yang lengkap (nasi kotak/prasmanan) kepada orang-orang baik melalui masjid maupun lembaga amil zakat.

Siapakah orang yang patut kita teladani dalam hal memberi makan para dhuafa?

Ada keturunan Rasulullah yang luar biasa dermawan. Namanya Habib Ali bin Muhammad bin Husein al-Habsyi [Abad ke-19]. Suatu ketika banyak orang datang ke Hadhramaut [Yaman] dari Rahiyah, karena paceklik. Berita itu sampai kepada Habib Ali. Kemudian beliau mengumpulkan warga dan mengundang orang-orang pendatang dari Rahiyah itu ke rumahnya untuk makan. Setelah itu Habib Ali menanamkan benih keimanan, kemudian mengajarkan mereka shalat, dan amalan ibadah lainnya. Bukan sekali atau dua kali. Ini dilakukan setiap hari selama dua bulan.

Ketika kemarau berakhir, mereka kembali ke Rahiyah. Sampai di kampung halaman, mereka membawa kebahagiaan lahir berupa terpenuhinya kebutuhan pangan, plus membawa kebahagiaan batin berupa pelajaran iman dan ibadah yang kemudian mereka sebarluaskan kepada keluarga dan handai tolan. Ini amal jariyah berefek ganda yang menjadikan banyak orang semakin bertakwa. Sungguh amalan yang sangat mulia.

Menjelang Ramadhan tahun ini, alangkah baiknya tradisi memberi makan kaum dhuafa, seperti yang dicontohkan Habib Ali tadi, kita kerjakan. Insya Allah akan sangat bermanfaat untuk ketenangan jiwa dan menambah kesyukuran.

Apa kekhasan dan hikmah puasa?

Puasa ini punya nilai sendiri di mata Allah. Bahkan Allah langsung yang mengganjar pelaku puasa [wa ana ajzi bihi]. Berapa banyak, ya itu urusan Allah. Semakin sungguh-sungguh berpuasa, maka semakin besar pahala yang didapat.

Selain itu, Allah mengarahkan kita untuk mandiri mendapatkan hikmah puasa. Kita sudah mengetahui bersama ada banyak penelitian bahwa puasa berdampak positif terhadap imunitas tubuh, atau kesehatan secara umum. Tapi itu hanya sebagian kecil. Ada banyak lagi hikmah tersembunyi ibadah satu ini. Kalau kita mengetahui semua itu, maka niscaya kita menginginkan seluruh bulan, seluruh hari, bahkan setiap jam dan detik, merupakan Ramadhan. Masya Allah.[]

Tags: Ramadhan
Share6Tweet4Send
Previous Post

Rusia-Ukraina Jalin Kesepakatan Damai?

Next Post

Sekjen PBB: Yaman Masih Butuh Bantuan Kemanusiaan

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

8 June 2026
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
IDAQU dan DMI Kota Tangerang Siap Galakkan Program 800 Masjid Cetak 800 Sarjana

IDAQU dan DMI Kota Tangerang Siap Galakkan Program 800 Masjid Cetak 800 Sarjana

0
Islamic Talent Show 2026 IDAQU Kumpulkan Para Juara Pecinta Al-Qur’an

Islamic Talent Show 2026 IDAQU Kumpulkan Para Juara Pecinta Al-Qur’an

0
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

0
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

0
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

0
IDAQU dan DMI Kota Tangerang Siap Galakkan Program 800 Masjid Cetak 800 Sarjana

IDAQU dan DMI Kota Tangerang Siap Galakkan Program 800 Masjid Cetak 800 Sarjana

9 June 2026
Islamic Talent Show 2026 IDAQU Kumpulkan Para Juara Pecinta Al-Qur’an

Islamic Talent Show 2026 IDAQU Kumpulkan Para Juara Pecinta Al-Qur’an

9 June 2026
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

7 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result