15
Tonton Selengkapnya
27 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 9 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Sukacita Sambut Kemuliaan Ramadhan

Oleh: Edithya Miranti

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
17 March 2022
in Laput
0
Foto: kontenjateng.com

Di kala Ramadhan tiba, waktu istimewa untuk berdoa semakin bertambah, seperti saat sahur, menunggu shalat, setelah shalat, dan menjelang ifthar.

Pandemi Covid-19 tak mematahkan semangat Muslim di seluruh dunia untuk bergembira ria menyambut Ramadhan. Sejak Rajab, dua bulan sebelum syahrus siyam, banyak dari mereka menggiatkan ibadah. Ada yang mulai berpuasa, menambah waktu shalat, dzikir, dan menghadiri majelis taklim.

Mereka seperti angin yang tertiup dari satu tempat ke lainnya, dari satu majelis dzikir ke zawiyah ilmu, dari masjid ke madrasah, dan dari rumah guru ke tempat ahli ibadah. Kemudian sampai ke bulan Sya’ban mereka lebih menggiatkan lagi ibadahnya. Sampai ke Ramadhan, mereka tancap gas beribadah dengan sepenuh hati, memanen rasa muraqabah, lebur (fana) dan mengekalkan sifat mulia beserta kejernihan hati, hingga cahaya ma’rifah bersinar di dalam kalbu.

Ramadhan bulan mulia berlimpah keistimewaan. Sepuluh malam pertama dipenuhi maghfirah. Sepuluh malam berikutnya dipenuhi kasih sayang Allah. Kemudian sepuluh malam terakhir menjadi momentum pembebasan dari api neraka (itqun minan nar).

BACA JUGA

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Nyalakan Cahaya Literasi di Pesantren dengan Gerakan Menulis

Pada  bulan inilah al-Qur’an diturunkan, bulan yang di dalamnya terdapat lailatul qadar, yaitu malam bertabur pahala. Jika beribadah pada malam itu, maka ganjarannya sama dengan beribadah selama seribu bulan (Surat al-Qadar ayat 1-5). Setara dengan 83 tahun plus empat bulan atau 720 ribu jam.

“Menyambutnya dengan sukacita saja sudah bernilai pahala dan memberi keistimewaan tersendiri, apalagi bila kita curahkan waktu kita untuk banyak beribadah. Sungguh ada banyak keutamaan akan didapat,” terang Ustadzah Aini Aryani Lc, pendakwah Rumah Fiqih Indonesia (RFI) kepada Majalah Gontor.

Bagi yang masih memiliki utang puasa wajib, maka diharuskan segera melunasinya. Dengan begitu, ia bisa tenang dan fokus mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dan mengamalkan berbagai amalan sunnah di bulan Rajab dan Sya’ban.

Persiapan Ramadhan

Untuk menyambut bulan penuh kasih sayang Allah, maka kaum Muslimin harus melakukan sejumlah hal. Pertama, membiasakan diri melaksanakan puasa sunnah. Ada puasa sunnah bidh, Senin-Kamis, atau sehari puasa, hari berikutnya berbuka, dan hari selanjutnya puasa lagi, dan begitu seterusnya. Ini adalah latihan membersihkan hati dengan menahan diri dari kenikmatan dunia. “Karena Ramadhan bulan puasa, maka dengan membiasakan puasa sunnah sejak bulan Rajab, kita akan terbiasa dan semakin khusyuk melaksanakan puasa Ramadhan,” terang Dr KH Ahmad Fauzi Tidjani MA, pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

 

Karena terbiasa puasa, tubuh menyesuaikan diri menahan lapar. Detoksifikasi berlangsung: kotoran keluar dari badan dan lemak menjadi terbakar. Hati menjadi tenang. Syahwat terkekang. Produktivitas, kinerja, dan ibadah semakin meningkat. “Bukan justru menurun dengan alasan lemas karena puasa,” ujar putra ulama besar Tanah Air, Kiai Mohammad Tidjani Djauhari (1945-2007) dan Hj Anisah Fathimah Zarkasyi ini kepada Majalah Gontor.

 

Hal kedua yang perlu diperhatikan yaitu menyiapkan diri dari sisi keilmuan, dengan mendalami pengetahuan yang terkait dengan serba-serbi ibadah Ramadhan. Hal ini menjadi sangat mendasar, agar segala amal menjadi bernilai di sisi Allah.

 

Banyak orang berpuasa, tapi tidak menghasilkan apa-apa selain lapar dan dahaga. Akhlaknya tak menjadi lebih baik. Hatinya masih menyimpan hasad, iri, dan dengki. Cinta dunia masih mendominasi dirinya. Kualitas ibadahnya biasa saja. Bahkan, dia tak merasakan kelezatan ibadah. “Hal ini disebabkan puasa yang dijalani tidak dilandasi ilmu yang cukup,” katanya.

 

Agar puasa berlandaskan ilmu, Kiai Fauzi menyarankan kaum Muslimin membaca sejumlah referensi yang mengupas keutamaan Ramadhan atau masalah seputar bahasan puasa yang ditulis para ulama klasik, misalnya Fathul Bari karya Ibn Hajar al-Asqalani, Zadul Ma’ad karya Ibn Qayyim al-Jauziyyah, dan lain-lain.

 

Buku-buku yang juga mengupas permasalahan puasa misalnya Fiqh Puasa karya Syekh Yusuf al-Qardhawi, Durus Ramadhaniyyah karya Syekh Salman bin Fahd al-Audah, Sifat Puasa Nabi karya Syekh Salim bin Ied al-Hilali dan Syekh Ali Hasan.

 

Selain membaca buku, ilmu tentang puasa juga berlimpah di majelis taklim yang dipimpin pendakwah. Tempatnya di masjid, mushala, madrasah, dan rumah warga.

 

Ketiga, Ramadhan adalah syahru al-Qur’an, bulan diturunkannya al-Qur’an yang menjadi pembeda antara kebenaran dan kebatilan (al-Baqarah ayat 185).

 

Agar maksimal beribadah di bulan Ramadhan, interaksi dengan kitab suci al-Qur’an harus ditingkatkan sejak sekarang. “Ini adalah kesempatan belajar membaca al-Qur’an bagi yang belum bisa, juga untuk memperbaiki bacaan bagi yang belum baik bacaannya,” kata Kiai Fauzi.

 

Sedangkan bagi yang sudah mampu membaca dengan baik sesuai kaidah tajwid, lanjutnya, maka bulan suci hendaknya dimanfaatkan untuk menambah hafalan, pemahaman, serta tilawah al-Qur’an.

 

Keempat, Allah SWT berfirman pada ayat selanjutnya yakni QS. al-Baqarah ayat 186 yang artinya, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan beriman kepada-Ku, agar selalu berada dalam kebenaran.”

 

Pada ayat tersebut jelas terlihat bahwa Allah SWT senang menyaksikan hamba-Nya yang selalu bermunajat kepada-Nya dan akan mengabulkan doa-doanya. Maka, sudah sepatutnya umat Islam menyambut hal baik tersebut dengan memperbanyak doa kepada Allah SWT dalam berbagai kesempatan.

 

Di kala Ramadhan tiba, waktu istimewa untuk berdoa semakin bertambah, seperti saat sahur, menunggu shalat, setelah shalat, dan menjelang ifthar. “Rasulullah SAW menyebut semua waktu tadi dan memotivasi kita untuk memperbanyak doa,” jelas KH Fauzi.

Kelima, Allah SWT juga berfirman pada ayat selanjutnya al-Baqarah ayat 187 yang artinya, “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu, mereka pakaian bagimu, dan kamu pun pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu…”

Ramadhan kesempatan menguatkan kekeluargaan: menambah keintiman suami dan istri dalam ketaatan. Juga mendidik anak menjadi terbiasa dekat dengan Allah.

Masih pada ayat yang sama. “…Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.”

Ibnu Abbas pernah mendengar Rasulullah SAW berkata, “Andai umatku mengetahui apa yang ada di dalam Ramadhan (dari rahasia dan keistimewaan), mereka akan berharap setiap bulannya Ramadhan.” Ibn al-Jawzi juga pernah mengatakan, “Demi Allah, jika dikatakan kepada ahli kubur, buatlah impian! Mereka ingin memimpikan satu hari saja kembali hidup di bulan Ramadhan.”[]

Tags: Ramadhan
Share11Tweet7Send
Previous Post

Bahaya Berpaling dari Rahmat Allah

Next Post

Rusia-Ukraina Jalin Kesepakatan Damai?

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

8 June 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
IDAQU dan DMI Kota Tangerang Siap Galakkan Program 800 Masjid Cetak 800 Sarjana

IDAQU dan DMI Kota Tangerang Siap Galakkan Program 800 Masjid Cetak 800 Sarjana

0
Islamic Talent Show 2026 IDAQU Kumpulkan Para Juara Pecinta Al-Qur’an

Islamic Talent Show 2026 IDAQU Kumpulkan Para Juara Pecinta Al-Qur’an

0
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

0
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

0
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

0
IDAQU dan DMI Kota Tangerang Siap Galakkan Program 800 Masjid Cetak 800 Sarjana

IDAQU dan DMI Kota Tangerang Siap Galakkan Program 800 Masjid Cetak 800 Sarjana

9 June 2026
Islamic Talent Show 2026 IDAQU Kumpulkan Para Juara Pecinta Al-Qur’an

Islamic Talent Show 2026 IDAQU Kumpulkan Para Juara Pecinta Al-Qur’an

9 June 2026
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

7 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result