Bandung, Gontornews — Qadarullah, Ayah dan Bunda, saat ini kita semua berada dalam situasi sulit yang menuntut kesabaran. Harga-harga naik, daya beli menurun, banyak orang berubah status menjadi fakir dan dhuafa.
Selain mencari jalan keluar lewat sabar (jangan samakan sabar dengan pasrah) dan shalat, sebagai orangtua, kita mempunyai kesempatan untuk meningkatkan kecerdasan filantropi anak.
Apa itu filantropi? Filantropi adalah tindakan mencintai sesama, biasanya berwujud kedermawanan dengan membantu orang lain. Jadi, yuk ajak anak buka mata dan hatinya pada sekitar, lalu ajarkan anak untuk berempati pada sesama. Setelah itu coba ajarkan untuk membantu semampunya.
Kira-kira langkah-langkah sederhananya sebagai berikut:
Pertama, ajak anak peka melihat lingkungan sekitar. Minta ia menyampaikan bila melihat ada teman yang tidak punya uang jajan, atau ada nenek tetangga yang sakit, dan lain-lain.
Kedua, minta anak berpendapat tentang situasi tersebut. Misalnya, tanyakan bagaimana menurut kamu? Apa ya yang kira-kira bisa kita bantu?
Ketiga, ajarkan anak membantu apa yang ia bisa. Contohnya, tambahkan sedikit bekalnya untuk bisa berbagi pada teman yang tidak bisa jajan.
Keempat, tanyakan apa yang anak rasakan setelah membantu. Hal ini akan memperkokoh kebahagiaannya karena telah membantu sesama.
Ingatlah Ayah Bunda, bahwa sikap filantropi ini bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Bila kita mengikutinya, jaminannya kesuksesan dunia dan akhirat. Kesimpulannya, kecerdasan filantropi yang tinggi akan sangat menentukan kebahagiaan anak di masa depannya.[]






















