Ngawi, Gontornews — Fakultas Ekonomi Islam Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor berhasil menyelenggarakan Islamic Economic Competition (IECO) dan Seminar Nasional. Bertempat di Gedung Terpadu Aula Lab. Farmasi lantai 3. Di Acara pembukaan, UNIDA Gontor mendatangkan pakar ekonomi internasional Prof. Dr. Monzer Khaf (Professor in Islamic Finance & Economic) untuk membuka ajang kompetisi IECO ini, Kamis (5/12).
Kemudian, berjalan off air selama 3 pekan, dan pengumpulan lomba sebelum acara on air pada 14-15 Desember, perlombaan IECO yang bertemakan “Kontribusi Mahasantri untuk Meningkatkan Islamic Human Development Index Demi Tercapainya SDG’s 2030”. Terbagi atas lima lomba: LKTI, Problem Solving, Cerdas Cermat, Video, Rangking Satu. Perlombaan ini melibatkan seluruh civitas akademika UNIDA Gontor Putri yang berjumlah kurang lebih 2.000 mahasiswi.
Setelah perlombaan terselesaikan segenap panitia melajutkan persiapan acara seminar nasional bersama Al-Ustadzah Lailatu Syarifah dan Al-Ustdaz Heppy Candrayana. Keduanya alumni Gontor yang berkiprah dalam masyarakat. Ustdzah Syarifah adalah salah satu pakar ekonomi nasional. Sedangkan Ustadz Heppy Candra adalah motivator sekaligus MC ternama di Indonesia. Melalui suara yang indah ia tampil percaya diri di depan mahasiswi UNIDA Gontor, Senin (16/12).
“Meningkatkan SDM di Indonesia, generasi saat ini ditantang untuk mampu menghadapi revolusi yang akan datang. Itulah salah satu tujuan SDG’s 2030,” ujar Ustadzah Syarifah dalam pemaparannya.
Setelah Ustadzah Syarifah menjelaskan secara terperinci apa itu SDG’s serta peran kontribusi mahasantri, kemudian dilanjutkan oleh Ustadz Heppy Candra.
Jika teringat tentang Public Speaking, maka masalah itu akan dijawab oleh Ustadz Heppy Candra, dengan keahlian dalam multimedia informasi. Ia telah berkiprah dari Sabang sampai Merauke serta telah menjelajahi lebih dari 30 kota di Indonesia.
Dengan seminar dan motivasi banyak orang yang telah terinspirasi menuju perubahan yang lebih baik. Ia salah satu kebanggaan Indonesia yang memiliki kemampuan mengisi suara terbaik dari tiga dubbers di Indonesia. Dari setiap media informasi televisi menjadi sasaran utamanya dalam mengembangkan kemampuan tersebut.
Media-media yang telah dijelajahi seperti siaran ANTV, Trans7, Trans TV, TV One. Ia juga pernah menjadi MC di Istana Merdeka tahun 2017 silam.
“Bicaralah yang penting, jangan yang penting berbicara. Vokal itu memperlihatkan serta dapat mempengaruhi orang yang mendengar,” ungkap Ustadz Heppy.
Kedua narasumber pada seminar nasional telah membuka pikiran mahasiswi UNIDA Gontor Putri bagaimana bersikap menghadapi era digital serta kontribusi apakah yang akan diberikan untuk Indonesia di kemudian hari.
Setelah itu dilanjutkan dengan penutupan IECO’20 serta pembagian hadiah bagi pemenang lomba. [Sintya Kartika]





















