Jakarta, Gontornews — Berkunjung ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rombongan Program Kaderisasi Ulama (PKU) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor mendapatkan sambutan hangat Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan.
Sekitar pukul 13.30 WIB, setelah bersilaturahim ke MPR-RI bersama Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, rombongan PKU Gontor tiba di Jalan Proklamasi No 51 Menteng Jakarta Pusat, Kantor MUI. Acara dilanjutkan shalat Dzuhur dan Ashar secara berjamaah, Senin (16/12).
Tepat pukul 14.00 WIB, acara silaturahmi dimulai yang diawali ungkapan rasa terima kasih dari pihak MUI karena telah dikunjungi PKU Gontor. Selanjutnya, Amirsyah Tambunan menawarkan beasiswa bagi yang berminat untuk melanjutkan studinya ke jenjang S3 di UIN Jakarta. “Bagi adik-adik yang ingin melanjutkan studinya ke jenjang S3, bisa mengikuti beasiswa program 5000 doktor,” ujar Wasekjen MUI.
Perwakilan dari pihak PKU UNIDA Gontor, Ust. Dr. Nurhadi Ihsan menyampaikan sambutan di acara silaturahim ini dengan menyampaikan salam dari pimpinan Pondok Modern Gontor beserta Rektor UNIDA Gontor.
Setelah itu, ia menjelaskan terkait PKU UNIDA Gontor. Mulai dari ragam para peserta PKU, kegiatan-kegiatan di dalamnya hingga program-program di PKU Gontor.
“Selama 6 bulan mereka dituntut untuk membaca, menulis dan berdiskusi. Kemudian mereka menulis sebuah makalah yang menjawab persoalan-persolan umat saat ini dan dipresentasikan di berbagai kampus di Indonesia,” papar Dekan UNIDA Gontor Putri itu.
Kemudian Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI, Wahfiudin Sakam, diberi kesempatan memaparkan problematika yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini.
Pada intinya ia menerangkan tiga hal berikut: Pertama, tentang perkembangan jumlah penduduk yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kedua, tentang perkembangan ekonomi yang sebenarnya Indonesia memiliki potensi untuk menjadi Negara Muslim yang menduduki peringkat pertama dalam hal perekonomian. Ketiga, tentang perkembangan teknologi yang semakin canggih.
“Kalian sebagai calon para ulama harus memiliki rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan ini,” tegas Wahfiudin.
Sebelum menginjak pada akhir acara, para peserta PKU UNIDA Gontor diberi kesempatan untuk mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang ada.
Muhammad Khalid dan Esty Diah Imaniar mengajukan pertanyaan yang setidaknya mewakili uneg-uneg yang ada dalam benak para peserta PKU Gontor. Pertanyaan itupun dijawab oleh pengurus MUI, walau tidak secara komprehensif dikarenakan keterbatasan waktu.
Waktu telah menunjukkan pukul 15.15 WIB, sehingga acara silaturrahim kali ini segera ditutup dan diakhiri dengan perfotoan bersama. [Muhammad Nurhadi]





















