Leuwiliang, Gontornews – “Meraih kemenangan hakiki pribadi calon pemimpin di tengah kesederhanaan.” Inilah tema Insantama Special Moment (ISM) Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Insantama Leuwiliang, Kabupaten Bogor, yang digelar pada hari Ahad (21/6) pagi.
ISM merupakan ajang wisuda kelas 9 dan kenaikan kelas bagi kelas 7 dan 8. Sebanyak 88 peserta menghadiri ISM yang diselenggarakan secara online dengan aplikasi zoom itu.
“Selamat kepada anak-anakku yang bisa lulus, menyelesaikan pendidikannya, di masa pandemi. Kalian telah menjadi generasi yang kuat dan tangguh,” ujar Perwakilan Fosis (Komite Sekolah) Heni Rustianti SPd MPd dalam sambutannya mewakili orangtua siswa.
“Anak-anakku, meskipun kalian sudah lulus jangan sampai melupakan jasa guru-guru kalian di sini. Jangan sampai melupakan sekolah ini,” lanjutnya.
“Terima kasih kepada bapak dan ibu guru, dan juga yayasan yang telah mendidik anak-anak kami dengan ilmu dan akhlak. Semoga jerih payah bapak dan ibu menjadi amal kebaikan yang dapat menyelamatkan kelak di akhirat,” paparnya.
Sementara itu Kepala SMPIT Insantama Leuwiliang Yoga Swara SP berpesan kepada para siswa untuk tidak lelah menjadi pribadi yang shalih dan shalihah. “Selain telah memperoleh pendidikan sains dan iptek, kalian juga telah dididik untuk menjadi pribadi calon pemimpin yang berkarakter shalih dan shalihah,” katanya.
Mudir Boarding Insantama Leuwiliang, Ustadz Edi Purwanto, menambahkan, para siswa hendaknya menjadikan al-Qur’an sebagai sahabat dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan. “Semoga kalian menjadi generasi yang shalih/shalihah dan islami.”
“Kalian harus memberi contoh yang baik kepada adik kelas. Jaga ibadah dan akhlak. Jangan sampai naik kelas tapi ibadah kalah dengan anak SD,” papar Ustadz Edi.
Ketua Yayasan Amanah Insantama Leuwiliang, Ir Ahmad Soim, dalam sambutannya mengatakan, program pembelajaran secara online (BDR) memiliki sejumlah keterbatasan. Khususnya terkait dengan pembentukan kepribadian Islam (akhlak), pengetahuan keislaman (tsaqafah Islam), serta penguasaan iptek dan life skill yang diintegrasikan dengan keimanan (tauhid) yang kuat.
“Tapi kita sudah mempunyai pengalaman BDR sekitar tiga bulan. Pengalaman ini akan kita perbaiki dan kita kembangkan untuk pembelajaran pada tahun ajaran baru 2020/2021 mendatang,” ujarnya dalam paparan berjudul Focus on Your Goals.
Acara ISM ini dimeriahkan dengan tampilan-tampilan dari kelas 7 dan 8. Kelas 7 menampilkan pembacaan puisi oleh Aisya Mar’atul Afifah. Sedangkan kelas 8 menampilkan pidato bahasa Arab oleh Umayr dan bahasa Indonesia oleh Zascia. []
























