pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 20 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Sains

Solusi Solvay-Benyahia: Menyerap CO2 , Memanen Air dan Soda

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
15 July 2016
in Sains
0

Oleh Dedi Junaedi

Seorang ahli kimia Universitas Qatar menemukan cara terpadu mengatasi limbah garam dan karbon dioksida di Timur Tengah. Selain memanen air murni dan soda kue, solusi Solvay-Benyahia dapat menyerap CO2 dan proses desalinasi air laut menjadi lebih ramah lingkungan.
Farid Benyahia berharap dapat menyelesaikan dua masalah lingkungan sekaligus: polusi karbon dioksida di atmosfer dan pekatnya garam di Teluk Arab. Konsumsi minyak dan gas alam meningkatkan emisi CO2 , sementara proses desalinasi untuk proyek air minum menghasilkan limbah air garam pekat di perairan Teluk.

Benyahia, seorang insinyur kimia di Universitas Qatar, lantas berusaha mengatasi persoalan pelik ini secara terpadu, efektif dan efisien. “Targetnya adalah untuk menyelesaikan dua masalah lingkungan dengan satu solusi cerdas dan menghasilkan efek multiguna, sekaligus produk berharga untuk menutup sebagian biaya penyimpanan karbon,” katanya seperti dikutip Scientific American.

Berkat usaha kerasnya, alumnus master kimia polmer Leed University ini pun menemukan solusi jitu. Yakni meringkas tahapan proses kimia, dari tujuh menjadi dua. Dalam studi kimia, namanya populer dengan sebutan Proses Solvay, merujuk ahli kimia  Berlgia Ernest Solvay [1838 – 1922]. Dia memperkenalkan proses konversi kimia pada dekade 1860-an. Metode ini lebih 150 tahun digunakan untuk menghasilkan natrium karbonat (NA2CO3) untuk aplikasi industri kimia. Dalam perkembangannya, banyak ahli berupaya memperbaiki dan atau memodifikasinya. Benyahia telah menyederhanakan sebagian proses. Tujuan utamanya adalah produksi natrium bikarbonat (NaHCO3) atau soda kue, bukan natrium karbonat seperti metode aslinya.

BACA JUGA

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Ilmuwan AS Temukan Metode Cegah Pemutihan Karang

Terungkap, Ular Derik Nyaman Bersama Koloninya

Tahapan pertama, doktor teknik kimia alumni Newcastle University, Inggris (1985) ini mencampur garam (limbah desalinasi) dengan amonia dan karbon dioksida. Setelah terjadi reaksi kimia, campuran ini menghasilkan soda kue (baking soda) padat dan larutan amonium khlorida. Secara sederhana, rumus reaksi kimianya sebagai berikut:

NaCl + CO2  + NH3 + H2O → NaHCO3 + NH4Cl (I)

Padatan soda kue yang terbentuk dipisahkan dan bisa menjadi komoditas bernilai ekonomi. Sementara larutan ammonium khlorida (NH4CL) yang terbentuk, lanjut gurubesar teknik kimia Universitas Qatar, menjadi bahan dasar untuk proses tahap kedua. Pada tahap ini, amonimum khlorida direaksikan dengan dengan kalsium oksida untuk menghasilkan air murni, larutan kalsium khlorida, dan gas amonia. Secara ringkas, rumus reaksi kimianya adalah:

2 NH4Cl + CaO → 2 NH3 + CaCl2 + H2O (II)

Gas ammonia yang dihasilkan dapat dipakai kembali untuk mengawali proses pembentukan baking soda. Sedang larutan kalsium khlorida dapat dipisahkan menjadi sediaan kimia sebagai komoditas yang juga bernilai ekonomi.

Dari pengalaman Farid Benyahia, kedua langkah kimiawi bisa menjadi solusi yang praktis dan efisien mengatasi masalah limbah garam dari proses desalinasi dan polusi udara (CO2 ). Pada saat yang sama juga dapat menghadirkan air tawar. ‘’Dapat dikatakan, hampir 100% masalah limbah desalinasi bisa diselesaikan. Kita dapat memanen air, soda kue, dan kalsium khlorida. Sedang ammonia yang terbentuk juga dapat dipakai kembali untuk siklus produksi berikutnya,’’ tegas ahli manajemen karbon dan teknik lingkungan ini.

Pakar desalinasi itu menjelaskan, bahan karbon yang digunakan dapat berupa CO2 murni, atau bisa juga memanfaatkan gas buang dari pembangkit apa pun yang memiliki kadar karbon sekitar 10 persen atau lebih. Hanya saja, jika menggunakan gas buang sebagai bahan karbon diperlukan tambahan langkah memisahkan CO2 murni. Ini yang bisa membuat proses jadi lebih mahal.

Untungnya, Qatar sudah memiliki pabrik pengolahan gas alam yang dapat menghasilkan produk CO2 mendekati murni. Maka, solusi desalinasi dari Benyahia kini bisa menghemat biaya. Inovasi ini setidaknya juga dapat diterapkan di tempat-tempat lain yang memiliki infrastruktur yang sama atau serupa.

Di Timur Tengah, pembuangan air garam menjadi masalah besar. Utamanya pada negara-negara yang untuk pengadaan air bersih umumnya mengandalkan pada proses penyulingan (desalinasi) air laut seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain dan Oman. Kapasitas desalinasi pada enam negara Teluk ini mencapai 45% dari kapasitas desalinasi global. Kadar garam lautan di wilayah ini umumnya telah dua kali lebih asin dari air laut pada umumnya. Bayangkan, untuk menghasilkan satu meter kubik air bersih akan menghasilkan sekitar dua meter kubik limbah air garam pekat.

Faktor lain yang berkontribusi terhadap peningkatan salinitas adalah kondisi geografi laut yang sebagian besar tertutup, dengan rendahnya tingkat sirkulasi-air, serta penurunan masukan air tawar dari sungai, termasuk Sungai Efrat yang menyurut karena bendungan skala besar dan pengalihan di hulu. Derajat salinitas di beberapa lokasi telah berlipat dua kali antara tahun 1996 dan 2008. Diperkirakan akan lebih pekat lagi dua kali pada tahun 2050.

“Saya percaya bahwa angka perkiraan konsentrasi garam di tahun 2050 akan lebih besar jika proyek desalinasi terus berlangsung menggunakan teknologi yang ada hari ini, ” kata Raed Bashitialshaaer, ahli sumber daya air Lund University di Swedia yang telah puluhan tahun mendalami masalah desalinasi. Menurutnya, kapasitas desalinasi di wilayah Teluk diproyeksikan hampir dua kali lipat antara tahun 2012 dan 2030.

Kawasan pantai sekitar Teluk Arab kian padat dengan aneka proyek. Seperti kompleks produksi minyak dan gas, pembangkit listrik dan fasilitas pengolahan air limbah. Ini tak hanya memanaskan, tapi juga mencemari lautan dengan minyak, limbah kimia, dan garam. Pengerukan dan reklamasi untuk perkembangan real estate di lepas pantai Dubai ikut menjadi faktor penekan lain. Meski riset dampak lingkungan masih terbatas, tahun 2008-2009 pernah terjadi kematian ikan dan kerusakan karang yang masif. Studi lain menunjukkan, debit air garam telah mengganggu kehidupan laut di sana.

Kian pekatnya kadar garam di Teluk juga mengancam keberlanjutan pasokan air minum di masa depan. “Akan lebih sulit dan mahal mendapatkan air bersih jika sumbernya semakin asin,” tambah Bashitialshaaer. Menurutnya, jumlah energi yang dibutuhkan akan lebih besar untuk menjalankan fasilitas desalinasi dengan metoda membran reverse-osmosis (RO) sehingga akhirnya menjadi lebih meningkatkan biaya. Daya dukung Teluk telah jauh menurun untuk menghasilkan air bersih lebih banyak lagi di masa depan. “Saya telah mempelajari sampai dengan 2050, termasuk semua rencana pembangunan fasilitas desalinasi. Jika kondisi seperti ini berlanjut, kawasan Teluk Arab kelak akan kesulitan mendapat air murni,” katanya.

Bashitialshaaer merekomendasikan teknik pengenceran sebagai cara untuk mengatasi masalah polusi. Hal ini dapat dicapai dengan pemakaian air garam jauh dari lepas pantai atau dengan mencampurnya dengan air limbah baku yang telah disesuaikan, atau memakai pembangkit listrik tenaga air pendingin untuk mengurangi salinitas sebelum dibuang. Dia juga merekomendasi agar Arab Saudi membangun pabrik baru di Laut Merah, yang belum banyak dipengaruhi perairan Teluk. Dia mengaku tidak terlalu akrab dengan inovasi Benyahia. Meski begitu, dia masih mempertanyakan aspek ekonomis dari penggunaan teknologi berbasis Proses Solvay-Benyahia. Menurutnya, teknologi desalinasi RO termaju kini dapat menghasilkan air bersih dengan biaya sekitar 58 sen dolar AS per 1.000 liter atau setara Rp 8 per liter.

Pihak Benyahia punya pandangan lain. Solusi baru yang ditawarkan akan tampak lebih ekonomis jika mempertimbangkan nilai dari produk baking soda dan kalsium khlorida. Selain kue, banyak aplikasi lain memakai soda. Anatara lain untuk mengatur pH di pengolahan air limbah, menghemat cat, serta aneka aplikasi dalam industri minyak dan gas, jelas James Keating, dari divisi pemasaran teknologi Office of Intellectual Property and Technology Transfer Qatar.

Dia menambahkan, kalsium khlorida dapat digunakan sebagai pengawet untuk sayuran kaleng dan dalam industri penyamakan kulit. Selain itu, ada nilai yang mungkin lebih tinggi dapat diperoleh karena solusi Benyahia bisa diterapkan untuk menyerap emisi CO2 . Bagaimana pun, inovasi ini lebih hijau dan ramah terhadap lingkungan. Terlebih untuk kawasan seperti Timur Tengah.
Kini, menurut MIT Technology Review, ada 700 juta warga dunia tidak punya akses yang cukup terhadap air bersih. Dalam sepuluh tahun lagi, jumlahnya akan membengkak menjadi 1,8 miliar manusia yang terancam krisis air bersih. Teknologi Solvay-Benyahia, boleh jadi dapat menjadi solusi tepat untuk mereka.[Dedi Junaedi]

Tags: DesalinasiFarid BenyahiaMemanen AirMenyerap KarbonProses SolvasiQatar University
Share24Tweet15Send
Previous Post

Bentrokan Yaman Tewaskan 44 Orang

Next Post

Produk Halal Indonesia Laris di Mancanegara

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

20 August 2026
Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

15 August 2026
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

16 August 2026
Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

0
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

0
Gontor 7 Kalianda Ajarkan Empat Sistem Pendukung Kehidupan Santri

Gontor 7 Kalianda Ajarkan Empat Sistem Pendukung Kehidupan Santri

0
Meski Berselimut Kabut, Santri Gontor Kampus 4 Banyuwangi Tetap Semangat Peringati HUT RI Ke-81

Meski Berselimut Kabut, Santri Gontor Kampus 4 Banyuwangi Tetap Semangat Peringati HUT RI Ke-81

0
Keluarga Besar Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Sukses Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

Keluarga Besar Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Sukses Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

0
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Santriwati Gontor Putri Kampus 4 Kediri Peringati HUT RI Ke-81 dengan Tertib dan Semangat

Santriwati Gontor Putri Kampus 4 Kediri Peringati HUT RI Ke-81 dengan Tertib dan Semangat

20 August 2026
Meski Berselimut Kabut, Santri Gontor Kampus 4 Banyuwangi Tetap Semangat Peringati HUT RI Ke-81

Meski Berselimut Kabut, Santri Gontor Kampus 4 Banyuwangi Tetap Semangat Peringati HUT RI Ke-81

20 August 2026
Gontor Kampus 12 Riau Khidmat Jalani Upacara Bendera HUT RI Ke-81

Gontor Kampus 12 Riau Khidmat Jalani Upacara Bendera HUT RI Ke-81

20 August 2026
Keluarga Besar Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Sukses Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

Keluarga Besar Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Sukses Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

20 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result