Orisinilitas Profesor Stephen Hawking kini dipertanyakan. Sebuah analisis menduga, fisikawan kosmolog yang asli telah lama meninggal. Yang ada selama ini adalah manusia ‘boneka’ tiruannya. Kosmolog Hawking telah dipalsukan! Benarkah atau sekadar hoaks awal tahun?
Menjelang HUT yang ke-76, Profesor Stephen Hawking kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan oleh karena pemikirannya yang spektrakuler, melainkan oleh kabar sensasional yang dirilis Daily Mail pada Sabtu (12/1). Menurut Jacqui Deevoy, Hawking sebenarnya sudah lama mati. Penampakannya telah diganti oleh boneka yang mirip dengannya.
Wartawan harian terbesar di London, Inggris, itu menyebut bahwa para ahli teori konspirasi mengklaim bahwa kita tidak tahu apa-apa tentang fisikawandan kosmolog hebat peraih aneka penghargaan ilmiah, yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke 76 pada hari Senin (15/1). “Ada enam petunjuk menguatkan analisis tersebut,’’ tulisnya.
Stephen Hawking adalah salah satu ilmuwan paling terkenal di dunia. Kisah hidupnya yang penuh drama dikisahkan di buku-buku, dokumenter, dan film peraih Oscar.
Beberapa analis terhadap konten internet, tambah Deevoy, meyakini bahwa Profesor Hawking yang asli sebenarnya meninggal beberapa dekade yang lalu. Sebuah konspirasi global yang melibatkan elite politik dan ilmiah, selama berhun-tahun, telah merekayasa dengan manusia boneka atau orang yang sangat mirip dengannya, beserta perangkat computer dan elektronik canggihnya, kemudian menampilkannya seolah-olah sebagai Stephen Hawking .
Beberapa dari mereka percaya bahwa Profesor Hawking, Direktur Penelitian Pusat Ilmu Pengetahuan Teoretis di Universitas Cambridge itu meninggal pada tahun 1985, tiga tahun sebelum penerbitan buku terlarisnya A Brief History of Time (1988).
Kabar ini , boleh jadi, terdengah aneh, sensasional dan mengejutkan. Tetapi, Deevoy menjelaskan, teori konspirasi telah menggarisbawahi enam tanda yang mencurigakan, secara fisik maupun perilaku pemikiran dan kompleksitas teorinya.
Pertama, beberapa orang analis mengklaim ada perubahan wajah Stephen Hawking yang tidak biasa. Umumnya, penampilan wajah orang berubah seiring bertambahnya usia. Tetapi, yang terjadi pada Profesor Lucasian Cambridge justru sebaliknya. Penampilan wajah fisikawan sekarang justru lebih muda dari kondisi tahun-tahun sebelumnya. Ini aneh tapi nyata, terlebih untuk mereka yang menderita penyakit ALS seperti Hawking.
Kedua, keanehan berikutnya adalah perubahan ukuran dan bentuk telingan. Telinga manusia umumnya tidak akan berkurang ukurannya seiring bertambahnya usia.
Ketiga, perubahan gusi dan struktur gigi. Walaupun gusi bisa surut dan gigi bisa turun dan rontok, jarang terjadi ada perubahan struktur gigi seri. Dengan memperhatikan foto-foto Hawkinmg sebelum 1980-an dan setelah 2000-an, tampak ada perubahan struktur gigi Hawking yang lebih rapih dan kecil.
Kelima, perubahan model dan warna rambut. Sebelumnya, rambut fisikawan itu tampak lurus dan abu-abu kehitaman. Kini menjadi tampak pirang dan lebih halus rapi. Perubahan warna bisa jadi karena dicat. Tetapi, rambut yang tampak kasar menjadi lebih halus, apakah karena faktor usia semata?
Stephen Hawking 2017
Yang keenam, soal kondisi kesehatan. Usia memang rahasia Tuhan. Tetapi, kondisinya yang tampak stabil hingga usia 76 tahun adalah amat luar biasa. Tahun 1963, fisikawan ini divonis menderita penyakit ALS (amyotrophic lateral sclerosis) dengan prognosis dapat bertahan dua tahun. Secara medis, harapan hidup seseorang yang terkena pneumonia dan ALS rata-rata sekitar empat tahun setelah diagnosis. Sungguh ajaib, Stephen Hawking bisa bertahan dengan pemikiran yang stabil sampai 55 tahun kemudian.
Foto-foto pernikahan Hawking yang pertama dan kedua juga menimbulkan pertanyaan. Gambar-gambar pada hari pernikahannya dengan istri pertama Jane Wilde pada 1965 (diambil dari buku Traveling To Infinity: My Life With Stephen yang kemudian menjadi film The Theory Of Everything (2014)) terlihat cukup normal. Tampak Hawking yang berwajah lonjong dengan rambut hitam berantakan, gigi bengkok, berpegangan tangan dengan istri berwajah baby face.
Stephen Hawking dengan istri pertamanya, Jane Wilde Hawking, pada pesta pernikahan 1965 di Hollywood: Eddie Redmayne dan Felicity Jon
Coba bandingkan dengan foto pernikahan keduanya, saat dia menikahi Elaine Mason, seorang wanita yang pernah bekerja sebagai perawatnya, pada tahun 1990. Ada dua foto yang mengundang kecurigaan di sini.
Elaine Mason tampak mengenakan pakaian pernikahan yang berbeda. Yang pertama, dia berpose duduk dengan Hawking yang tampak lebih tua. Yang kedua, dia bediri sambal membawa bunga dengan orang seperti hawking dengan wajah lebih muda dan rambut pirang lebih pendek. Analis ragu menyimpulkan apakah Mason bersama orang yang sama. Penyidik independen menduga gambar lama Hawking secara bertahap dihapus dan diganti dengan versi Photoshopped atau bahkan re-shot. Beberapa orang mengaku itu bukan Hawking yang sama.
Komputer Sintesa Suara
Komputer Voice-Synthesizer (VSC), yang menjadi alat bantu suara bagi Hawking sejak mengidap ALS, juga mengundang kecurigaan. Sejauh ini dipercaya, fisikawan jenius ini berkomunikasi dengan gerakan otot pipi yang langsung terkoneksi dengan VSC. Cara kerjanya, Hawking mengedipkan otot pipi untuk memindai dan memilih kata-kata di layar dan kata-kata tertulis ini kemudian diubah menjadi ungkapan melalui synthesizer suara.
Analis curiga Profesor Hawking yang tampil sekarang hanya boneka elit NASA. Setiap orang bisa saja melakukan semua ini hanya dengan mengedipkan otot pipi. Mereka telah mengamati bahwa Hawking ternyata tidak terus-menerus menggerakkan wajahnya saat dia ‘berbicara’.
Mereka percaya, sebenarnya profesor kosmolog itu sama sekali tidak melakukan apa-apa. Suara yang terdengar adalah hasil astrofisikawan NASA yang mengetik informasi yang diinginkan dan mengrimnya ke komputer yang menempel pada kursi roda Hawking.
Suara robot yang berasal dari komputer itu tidak ada hubungannya dengan Hawking. Itu berasal dari input informasi dari ahli di NASA untuk mengelagui publik dan penggemar Hawking, jelas Deevoy mengutip analis independen.
Kompleksitas Teori Hawking
Para analis berpendapat bahwa banyak teori yang disajikan oleh Hawking sulit dibuktikan. Contoh teori yang dibahasa Program TV yang dibawakan Magnus Magnusson, di mana Hawking hadir bersama penulis fiksi ilmiah Arthur C. Clarke dan Carl Sagan. Suara dari mesin berbicara: “Ada dua macam waktu: real time dan imajiner. Waktu real time adalah jenis waktu yang diukur oleh sebuah jam, waktu yang kita rasakan lewat, waktu dimana kita bertambah tua. Selanjutnya, ada waktu imajiner, adalah konsep matematika yang terdefinisi dengan baik . Waktu imajiner tidak memiliki awal atau akhir. Waktu imajiner tertutup pada dirinya sendiri, seperti permukaan bumi. Permukaan bumi tidak memiliki awal atau akhir …”’
Lantas, mengapa perlu ‘guru boneka’ atau ‘wayang profesor? Teori konspirasi mengklaim elit dunia membutuhkan kendaraan untuk menyampaikan gagasan dan ambisi mereka. Mereka berambisi untuk menjaga sains kehilangan konteks spiritualnya, sehingga menihilkan peran Tuhan Sang Pencipta segalanya. Mereka ingin menancapkan dogma bahwa manusia hanya titik-titik kecil yang tidak penting di alam semesta yang tak terbatas. Kita hanya warga satu planet di antara triliunan planet. Jagat raya terdiri lautan matahari yang tak terhitung jumlahnya. Dengan membuat orang tidak penting dan kecil, dia otomatis menjadi tidak berdaya. Ujungnya, membuat mereka lebih mudah dikendalikan, diperdaya dengan teori-teori besar tanpa bukti. Mereka ingin agar publik terbiasa menerima teori sebagai fakta.
Aspek terakhir yang membuat analis curiga dengan orisinilitas Hawking adalah keterlibatannya dalam urusan politik dan kebijakan publik. Tahun lalu, misalnya, Stephen Hawking yang ahli fisika teori dan kosmologi tiba-tiba berbicara lantang menentang Donald Trump dan Brexit. Menjelang akhir tahun, dia juga gemar soal global warming, Paris Agenda, kecerdasan buatan, trasanksi bitkoin dan kehidupan di luar Tatasurya.
[Dedi Junaedi]





















