Ponorogo, Gontornews – Semangat dan kreativitas para santri meledak dalam gemilang pada Ahad (18/5/2025), ketika Pagelaran Seni Akbar Panggung Gembira 6100 diselenggarakan oleh Siswa Akhir KMI 2026 Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Panggung Gembira merupakan acara yang sangat dinanti-nantikan oleh Siswa Akhir KMI “The Brilliant Generation”, sebagai bentuk persembahan istimewa sekaligus ungkapan syukur atas perjalanan panjang mereka di pondok.
Acara yang diselenggarakan di tengah antusiasme ribuan santri dan tamu undangan ini tidak sekadar menjadi tontonan seni, tetapi juga menjadi media pendidikan dan pembentukan karakter. Hal ini ditegaskan langsung oleh Pimpinan Pondok, KH Hasan Abdullah Sahal, dalam sambutannya saat membuka acara secara resmi. Menurut Kiai Hasan Panggung Gembira bukanlah sekadar hiburan belaka, melainkan bagian dari proses panjang pendidikan khas Gontor.
“Ini proses mendidik umat sejak pondok ini berdiri. Bukan sekadar panggung seni, tetapi sarana pendidikan dan latihan kehidupan,” ungkapnya.
Acara yang dihadiri lebih dari 5.000 penonton ini menyuguhkan berbagai penampilan seni yang menyatu dalam susunan acara yang tertib dan meriah. Dari karawitan tradisional, gema hadroh, penampilan wayang, puisi, drama edukatif, nasyid, hingga Tari Aceh dan pertunjukan kontemporer. Seluruh segmen tampil memukau dan menghibur. Tidak ada satu bagian pun yang terasa membosankan—semuanya dirancang dengan detail dan penuh semangat.
Pimpinan PMDG KH Akrim Mariyat Dipl.A.Ed, turut menyampaikan apresiasi tinggi atas kesuksesan acara ini. Menurut beliau, Panggung Gembira kali ini tampil melebihi harapan.
“Lebih dari ekspektasi,” ujarnya singkat penuh makna.
Tak hanya dari segi penampilan, perhatian terhadap detail acara juga menjadi catatan positif. Mulai dari penataan panggung, sambutan yang ramah, konsumsi yang nyaman, hingga penyediaan jas hujan bagi para penonton menunjukkan bahwa santri tak hanya mampu tampil, tetapi juga memahami pentingnya pelayanan dan penghormatan kepada hadirin.
Secara keseluruhan, pergelaran ini membuktikan bahwa pendidikan di Gontor bukan hanya dalam bentuk teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan: disiplin, kepemimpinan, kerjasama tim, dan tanggung jawab. Penggunaan Bahasa Arab dan Inggris yang menjadi ciri khas Gontor menegaskan karakter ke-Pondok-Modern-an dan semangat internasionalisme santri Gontor. [Hadziq Hubail Syauqy, alumni Pondok Modern Gontor]





















