Munich, Gontornews – Jika Anda tidur terlalu lama di siang hari, waspadalah. Sebuah penelitian menunjukkan, orang yang tidur siang lebih dari 60 menit berpotensi terkena penyakit diabetes level 2.
Sejumlah peneliti dari University of Tokyo menyimpulkan, tidur siang lebih dari satu jam merupakan tanda seseorang terkena diabetes tipe-2. Mereka menyampaikan temuannya dalam pertemuan Asosiasi Eropa untuk Penelitian Diabetes di Munich, Jerman, Kamis (15/9).
Sebagaimana dilansir BBC, para peneliti asal negara matahari terbit itu mengemukakan bahwa risiko terkena diabetes tipe-2 pada seseorang yang tidur lebih dari 60 menit meningkat 45 persen ketimbang mereka yang hanya tidur siang kurang dari 40 menit.
Senada dengan temuan tersebut, seorang peneliti asal Inggris juga mengungkapkan bahwa orang-orang yang terdiagnosa diabetes tipe 2, dalam jangka panjang, sering merasa lelah di siang hari. Meski demikian, belum ada bukti yang konkret apakah tidur siang dapat meningkatkan risiko terkena diabetes.
Para peneliti menjelaskan, tidur siang dalam waktu lama bisa disebabkan beberapa faktor seperti ganggunan tidur di malam hari. Gangguan tidur yang dikenal dengan istilah Sleep apnea ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan ganggunan metabolik lainnya termasuk diabetes tipe-2.
Selain itu, meningkatnya pola kerja dan sosial yang diiringi dengan meningkatnya nafsu makan juga bisa meningkatkan risiko diabetes tipe-2. Sehingga, pola tidur siang di atas 60 menit disinyalir terjadi pada mereka yang kesehatannya menurun atau berada pada tahap awal diabetes.
Sebaliknya, dengan tidur siang kurang dari 40 menit misalnya, beberapa manfaat kesehatan seperti meningkatnya kewaspadaan dan keterampilan motorik dapat diperoleh.
Seorang guru besar kedokteran metabolik dari University of Glasgow, Naveed Sattar, mengamini hasil penelitian peneliti asal Jepang tersebut. Menurutnya, tidur siang lebih dari 60 menit dan meningkatnya risiko diabetes memang memiliki hubungan dan bukti-bukti yang jelas.
“Kemungkinan ada faktor yang menyebabkan diabetes juga menyebabkan tidur siang. Hal ini terjadi karena meningkatnya kadar gula dalam darah. Artinya, tidur siang (lebih dari 60 menit) dapat menjadi tanda peringatan awal dari penyakti diabetes,” ungkap Naveed Sattar sambil mengatakan jika serangkaian penelitian tentang tidur siang juga perlu dilakukan terus menerus untuk menghasilkan temuan yang konkret.
Di samping itu, Dr Benjamin Cairns dari Unit Epidemologi Kankeruniversity of Oxford mengingatkan kepada para peneliti agar merumuskan kesimpulan dengan hati-hati.
“Secara umum, tidak mungkin membuat kesimpulan tentang sebab akibat berdasarkan studi observasi saja karena, biasanya, mereka tidak bisa mengesampingkan penjelasan alternatif untuk temuan mereka,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan/Rus]





















