Dubai, Gontornews — Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed pada hari Jumat di awal tur Teluk dua hari. Prancis menjual 80 pesawat tempur Rafale kepada Uni Emirat Arab (UEA) seharga $18,08 miliar (€16 miliar).
Arabnews.com merilis, Kementerian Pertahanan Prancis mengatakan kesepakatan itu merupakan kontrak senjata terbesar Prancis untuk ekspor.
Tidak ada konfirmasi langsung dari pejabat Emirat soal kesepakatan itu.
Macron disambut di paviliun kerajaan di situs Expo Dubai untuk berbicara dengan Sheikh Mohammed.
“Saya tidak ingin mengungkapkan hadiah Natal” kata Penasihat Pemimpin UEA Anwar Gargash kepada wartawan menjelang pembicaraan di Dubai.
Macron tiba pada Jumat dini hari untuk tur Teluk singkat. Dia juga akan mengunjungi Qatar, tuan rumah Piala Dunia tahun depan, sebelum melakukan perjalanan ke Arab Saudi pada hari Sabtu.
UEA, yang merayakan ulang tahun ke-50 pada hari Kamis, diperkirakan akan memesan lusinan jet Rafale untuk menggantikan pesawat Mirage 2000 yang diperoleh pada akhir 1990-an.
Emirates merupakan pelanggan terbesar kelima untuk industri pertahanan Prancis dengan nilai $5,31 miliar (€4,7 miliar) pada kurun waktu 2011-2020, menurut laporan parlemen.
Dalam kunjungan itu Macron didampingi oleh delegasi besar termasuk Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian, Menteri Keuangan Bruno Le Maire dan Menteri Pertahanan Florence Parly.[]
























