Amsterdam, Gontornews — Regulator obat-obatan Eropa, European Medicine Agency (EMA), Rabu (10/3/2021), menyanggah efek samping kematian akibat suntikan vaksin AstraZeneca di Austria. EMA menemukan bukti yang menyebut bahwa kematian sebagai efek samping penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca.
“Saat ini tidak ada indikasi bahwa vaksinasi yang menyebabkan kondisi ini yang tidak terdaftar sebagai efek samping dari vaksin ini,” kata EMA dalam pernyataannya.
“Meskipun cacat kualitas tidak mungkin terjadi pada tahap ini, kualitas batch sedang diselidiki,” imbuh EMA dalam pernyataan yang dilansir Reuters.
Sebelumnya, otoritas kesehatan nasional Austria menangguhkan penggunaan sejumlah vaksin Covid-19. Mereka menemukan dua penerima vaksin mengalami trombosis ganda, dan berakhir tewas, sementara satu pasien lain mengalami emboli paru.
Pada Ahad (7/3/2021), Austria menyebut penangguhan atas penggunaan vaksin merupakan tindakan pencegahan. Secara total, Uni Eropa mengirimkan 1 juta dosis vaksin AstraZeneca kepada 17 negara anggotanya.
EMA menambahkan bahwa kejadian tromboemboli pada penerima vaksin AstraZeneca tidak banyak terjadi pada populasi umum. Tercatat hanya 22 kasus dari 3 juta penerima vaksin AstraZeneca per 9 Maret lalu.
Uni Eropa menyetujui suntikan AstraZeneca pada akhir Januari dengan mengatakan bahwa vaksin efektif dan aman untuk digunakan. WHO juga menyatakan hal serupa dan mendaftarkannya sebagai salah satu vaksin yang mendapat otoritas penggunaan darurat pada pertengahan Februari lalu.
Dalam sebagian besar uji coba, reaksi merugikan terhadap penerima vaksin bersifat jangka pendek. Sementara temuan kasus pembekuan darah tidak dilaporkan. [Mohamad Deny Irawan]






















