pesanan-baju-kaos
34 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 8 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

UNIDA, Buah Visioner Para Kiai Gontor

Oleh  Fathurroji

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
6 years ago
in Laput
0
Foto: Gontor

Di area persawahan yang jauh dari keramaian, berdiri sebuah perguruan tinggi Islam bernama Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Kampus damai di Siman, Ponorogo, Jawa Timur, ini hadir sebagai lembaga pendidikan Islam yang berbeda dengan kampus umumnya.

UNIDA menggunakan sistem asrama (boarding system) dan didesain oleh para pendiri sebagai kampus yang menggunakan bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran dan komunikasi sehari-hari.

UNIDA Gontor merupakan cita-cita tiga kiai pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fannani, dan KH Imam Zarkasyi, yang dikenal sebagai Trimurti.





Bermodal tanah warisan orangtua, ditambah dana secukupnya, pada tahun 1926 Trimurti mendirikan lembaga pendidikan tingkat bawah yang disebut Tarbiyatul Athfal yang kemudian pada tahun 1936 ditingkatkan menjadi pendidikan menengah yaitu Kulliyatul Muallimin al-Islamiyyah (KMI). Meski KMI telah berkembang pesat, namun usaha menuju universitas terus bergelora. Maka pada tahun 1942 usaha pertama yang dapat dilakukan yaitu mendirikan perguruan tinggi sebagai jenjang pendidikan lanjutan bagi tamatan KMI. Namun karena situasi penjajahan, program itu tidak dapat berlanjut.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Setelah Indonesia merdeka, kegiatan pendidikan mulai berjalan normal. Trimurti terus berusaha merealisasi cita-cita mendirikan universitas. Di antara tekadnya, pada tahun 1958, Trimurti mewakafkan lembaga pendidikan yang didirikan kepada umat Islam, dan bukan lagi milik keluarga.

Dalam Piagam Penyerahan Wakaf tersebut tertulis dengan jelas cita-cita Trimurti yaitu agar Pondok Modern Darussalam Gontor yang diwakafkan dikembangkan menjadi “universitas Islam yang bermutu dan berarti” serta menjadi pusat pengkajian Islam dan bahasa Arab.



Sebagai wakif, para pendiri Pondok Modern Darussalam masih terus berupaya merealisasikan cita-cita mereka. Akhirnya pada 1 Rajab 1383/17 November 1963 dimulailah langkah menuju cita-cita itu yaitu mendirikan Perguruan Tinggi Darussalam (PTD) dengan rektornya KH Imam Zarkasyi yang akrab disapa Pak Zar.

Menurut Rektor Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi MA MPhil, di awal pendiriannya, UNIDA memang bernama Perguruan Tinggi Darussalam (PTD). Waktu itu belum ada pembedaan antara sekolah tinggi, institut, maupun universitas.

“Waktu itu juga, sumberdaya manusia yang dimiliki juga masih sangat minim. Hanya beberapa dosen bergelar Doktorandus dan Lc. Akibatnya, dosen-dosen terpaksa dipinjam dari IKIP Malang dan Yogyakarta,” ungkap putra Pak Zar ini.

Hamid menambahkan, mimpi para pendiri yaitu mewujudkan universitas Islam yang menjadi pusat kajian ilmu pengetahuan agama dan sains, ilmu bahasa Arab, tapi tetap berjiwa pesantren. “Yang terakhir ini yang menarik yaitu berjiwa pesantren atau bersistem pesantren. Ini mengisyaratkan, universitas yang mereka impikan ialah universitas yang bersistem asrama, yang menerapkan Panca Jiwa. Rektornya kiai yang berada di dalam kampus sebagai pendidik dan suri teladan. Persis seperti Pondok Modern Darussalam Gontor tapi pada tingkat universitas,” jelasnya.

Hamid mengisahkan, pada saat itu, para guru KMI yang sedang mengabdi di pondok menjadi mahasiswa PTD. Para guru ini, kuliahnya juga masih mencari waktu kosong dari jam mengajar di KMI. Meskipun belum efektif sebagaimana kampus pada umumnya, PTD tetap operasional dan meluluskan sarjana muda (BA).

Setelah tiga tahun, tepatnya pada 1966, nama PTD berganti menjadi Institut Pendidikan Darussalam (IPD). Pemberian nama pendidikan karena IPD berorientasi pada keguruan. Di awal berdiri, IPD memilliki dua fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin. “Semuanya memiliki orientasi untuk menjadi guru,” tuturnya.

Semasa IPD, kepemimpinan kampus dikendalikan oleh Pak Zar. Namun ketika Pak Zar wafat pada tahun 1985, IPD diamanahkan kepada KH Kafrawi Ridwan (1985-1996).

Menurut alumni Angkatan ke-4 IPD, Prof Dr H Muhammad Habib Chirzin persiapan pendirian IPD ini sudah dirasakan oleh para santri dengan didirikannya Darul Kutub yang di dalamnya ada buku terlengkap di dunia yaitu Encyclopaedia Britannica.

“Pak Zar mengatakan bahwa perguruan tinggi harus mempunyai eksiklopedia ini, yang setiap tiga tahun diperbarui. Jadi baru semangat pendirian sudah menggugah kami, kami santri sudah ikut semangat mendengar ada istilah rektor, dewan kurator, ada istilah-istilah baru bagi kami saat menjadi santri. Ini tidak main-main, IPD akan menjadi lembaga yang mengglobal,” ungkapnya kepada Majalah Gontor, Kamis (30/12/2020).

“Saya sangat salut kepada Trimurti yang merintis dan menggagas pendirian IPD saat itu, cita-cita yang sangat luhur tentang ilmu pengetahuan, pendidikan tinggi yang bermutu dan bernilai. Kalimat itu pendek tapi sering diucapkan Pak Zar dalam pidato-pidato beliau,” kenangnya.

Habib Chirzin menambahkan, pendirian IPD ini merupakan sintesa empat unsur yang menjadi inspirasi pendidikan di Gontor, yaitu pendidikan di al-Azhar Mesir, Shanggit Afrika, Shantiniketan dan Aligarh India. “Seluruh gerakan nafas kemajuan Gontor terkait dengan sintesa empat unsur ini. Dari empat unsur inilah tergambar bahwa Gontor berorientasi ke depan, global oriented,” jelasnya.

Seiring perjalanan waktu, IPD menyesuaikan perkembangan zaman. Tahun 1993, Kementerian Agama membuat kebijakan bahwa institut harus mempunyai tiga fakultas, maka IPD menambah satu fakultas yaitu Syariah. “Karena komposisi fakultas yang seperti itu, nama ‘Institut Pendidikan’ dinilai sudah tidak cocok lagi dan diganti menjadi Institut Studi Islam Darussalam (ISID),” terang Prof Hamid.

Pada tahun 1996, nama IPD berubah menjadi ISID melalui Keputusan Menteri Agama RI Nomor 174 Tahun 1996 tentang Perubahan Nama Institut Pendidikan Darussalam menjadi Institut Studi Islam Darussalam (ISID). Rektornya masih dijabat KH Kafrawi Ridwan (1996-2014).

Berdirinya kampus baru di Siman, Ponorogo, yang terpisah dari kampus KMI, maka ISID mulai berjalan intensif, mandiri, dan terpadu. Bahkan pada tahun 2010, ISID berhasil membuka Program Pascasarjana Ilmu Akidah. Sementara Program Studi (Prodi) pada setiap fakultas terus ditambah dan dibenahi sehingga akreditasinya naik.

Hamid menambahkan, perubahan ini menunjukkan bahwa Gontor terus mengikuti perkembangan peraturan di bidang pendidikan. Namun setelah ia keliling ke berbagai universitas di negara Islam maupun Barat, nama institut tidak sama tingkatannya dengan universitas.  “Dari situlah kami mulai menyadari kalau Gontor perlu segera merintis universitas. Setelah menjadi UNIDA dengan tujuh fakultas dan 20 program studi, cakupan kerjasama menjadi luas, amanat Piagam Wakaf atau mimpi para pendiri menjadi terbuka untuk dilaksanakan,” terangnya.

Berdasarkan keputusan Badan Wakaf dan instruksi Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Universitas Darussalam Gontor resmi berdiri dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 197/E/O/2014 tentang Izin Pendirian Universitas Darussalam Gontor tertanggal 4 Juli 2014. Surat ini langsung diserahkan secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI waktu itu, yaitu Prof Dr H Mohammad Nuh, kepada Yayasan Perguruan Tinggi Darussalam.

Pada momentum Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, tepatnya pada hari Sabtu, 18 September 2014, diluncurkan acara Peresmian Universitas Darussalam Gontor oleh Sekjen Liga Universitas Islam Dunia, Prof Dr Ja’far Abdussalam, di Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor.

UNIDA berkembang pesat, berbagai kerjasama pendidikan telah diteken sebagai bentuk antusiasme dalam meningkatkan keilmuan. “UNIDA mempunyai lebih dari 140 MoU dengan universitas, baik di dalam maupun luar negeri, negara-negara Arab maupun Barat,” jelas Hamid yang menggantikan Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi MA (2014-2020) sebagai rektor. []

Tags: GontorUNIDA
Share69Tweet43Send
Previous Post

Menag: Jangan Mudah Melabeli Seseorang Radikal

Next Post

Bantu Korban Bencana, BAZNAS Salurkan Rp 1 Miliar via Kemenag

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

2 November 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

1 November 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

0
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

0
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

0
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

7 November 2026
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

7 November 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

5 November 2026
Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

5 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result