Ngawi, Gontornews — Mahasiswi peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menggelar pelatihan pemasaran digital bagi pelaku wirausaha Dusun Parenan 2, Desa Setono, Kecamatan Ngrambe, Ngawi. Humas KKNT UNIDA Gontor Dusun Parenan 2, Arfita Maula, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar tentang strategi pemasaran digital kepada masyarakat sekitar.
Arfita menambahkan, materi yang disampaikan meliputi pengenalan media sosial sebagai promosi, teknik pembuatan konten hingga pemanfaatan platform marketplace. “Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai strategi pemasaran digital di era modern,” ungkap Artifa dalam keterangannya kepada gontornews.com.
Sementara itu, penyelenggara seminar menunjuk Shaafa Amalia, salah seorang peserta KKNT UNIDA Gontor kelompok 21, sebagai pembicara. Dosen Pembimbing KKNT UNIDA Gontor, Hamidah Tussifah, mendorong pelatihan atau seminar ini sebagai latihan bagi para peserta KKNT untuk unjuk kemampuan dalam berbicara di depan publik.
Dalam pemaparannya, Shaafa menjelaskan tentang potensi dan peluang dalam beraktivitas di dunia digital, termasuk bagi para pelaku usaha. Karenanya, ia meminta agar para peserta seminar untuk mengikuti perkembangan teknologi agar mampu bersaing dan mengembangkan usaha secara maksimal.
“Zaman sekarang zaman digital. Hampir semua aktivitas dilakukan secara online. Karena itu, pelaku usaha juga harus mengikuti perkembangan teknologi agar tetap relevan, mampu bersaing dan mengembangkan usahanya secara maksimal,” ucap Shaafa.
Acara terselenggara secara interaktif, tanya-jawab antara pembicara dan peserta pun menambah kekhidmatan seminar. Tak lupa, pembicara juga memberikan tips praktis tentang cara membangun brand atau merek usaha rumahan agar dikenal luas melalui media digital.
“Kami berharap, para pelaku usaha semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha melalui pemanfaatan teknologi digital, sehingga mampu meningkatkan perekonomian keluarga secara mandiri dan berkelanjutan,” tutup Arfita. [Mohamad Deny Irawan]






















