Ponorogo, Gontornews – Salah satu BUMN bidang kontruksi, PT Brantas Abipraya, membuka peluang magang bagi mahasiswa program studi (prodi) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Pernyataan ini disampaikan Human Capital Professional PT Brantas Abipraya, Syafriadi Miftahul Munir Lubis, saat berkunjung ke UNIDA, Ahad (21/8).
“Tolong ajukan surat resmi ke kami. Segera setelah surat masuk, akan kami proses,” ungkap Syafriadi dalam pertemuan dengan Wakil Ketua Program Studi K3 di ruang rektorat UNIDA.
Bagi Syafriadi, meskipun merupakan prodi baru di lingkungan UNIDA, potensi mahasiswa UNIDA tidak bisa diabaikan. Terlebih, perguruan tinggi pesantren sangat lekat dengan kemampuan pembelajaran (knowledge), kecakapan (skill) dan perilaku (attitude). Ketiga hal itu, merupakan aset penting bagi perguruan tinggi pesantren seperti UNIDA Gontor.
“Ini akan sangat menarik apabila lulusan UNIDA Gontor bisa menggabungkan ketiga kemampuan itu sesuai dengan kompetensi lulusannya,” ungkapnya.
Bak gayung bersambut, Wakil Ketua Program Studi K3, Eka Rosanti, tertarik dengan kerjasama tersebut. Menurut Eka, khusus Prodi K3, kerjasama bisa dilakukan dalam beberapa bidang seperti bidang kontruksi maupun di bidang kesehatan. Dalam hal ini, kerjasama ‘magang’ di bidang konstruksi terbuka lebar.
“Kami senang sekali dengan kerjasama ini, kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan dekan,” ungkap Eka Rosanti.
Meski demikian, merujuk pada kalender akademik Prodi K3, kesempatan mahasiswa untuk melakukan ‘magang’ akan dilakukan pada semester 7. Sedangkan untuk saat ini, mahasiswa perdana Prodi K3 angkatan perdana yang berjumlah 6 orang itu berada di semester 5.
Terkait kalender rencana pendidikan, Syafriadi menyerahkan kewenangan tersebut kepada pihak UNIDA. “Terserah kapan saja. Tapi kalau bisa dilakukan pada semester ini lebih baik,” terang alumnus Institut Studi Islam Darussalam itu.
Selain Fakultas Kesehatan yang menaungi Prodi Ilmu Gizi, Farmasi dan K3, terhitung sejak tahun 2014, UNIDA membuka beberapa fakultas baru seperti Fakultas Humaniora, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Fakultas Sains dan Teknologi.
Selain keempat fakultas tambahan, fakultas-fakultas agama yang sebelumnya sudah ada di perguruan tinggi yang sebelumnya bernama Institut Studi Islam Darussalam (ISID) itu, tetap dipertahankan seperti Fakultas Tarbiyah, Ushuluddin, dan Syariah. [Mohamad Deny Irawan/Rus]























