Doha, Gontornews –– Ketua Persatuan Ulama Muslim Internasional Prof Dr Yusuf Qaradhawi menekankan umat Islam akan keberadaan dan kondisi Palestina. Masjidil Aqsha harus dipertahankan dalam kondisi apapun dari rencana jahat Israel.
“Isu pertama umat Islam adalah Palestina dan Jerusalem,” terangnya dilansir laman alrayps, Senin (22/8).
Pernyataan ini disampaikan Qaradhawi melalui akun twitternya, dalam rangka mengingatkan kembali peristiwa pembakaran Masjidil Aqsha oleh Yahudi yang terjadi pada bulan Agustus 1969.
“Di tengah pertempuran untuk memutuskan kebebasan dan mengembalikan sebuah martabat, orang-orang Arab dan Muslim tidak boleh lupa prioritas pertama adalah Palestina dan Yerusalem,” katanya dalam akun twitter tersebut.
Menurut ulama kharismatik ini, upaya pembakaran Masjidil Aqsha adalah peristiwa yang tak biasa. Pembakaran Masjidil Aqsha merupakan awal dari skema jahat Zionis Israel untuk menghancurkan kiblat pertama umat Islam tersebut.
“Ini tidak akan hancur selama kita masih hidup,” tegasnya.
Ulama kelahiran Mesir, 9 September 1926, tersebut menegaskan, hak-hak umat Islam tak boleh begitu saja dilepaskan. Menurutnya, sesuatu yang diambil dengan pemaksaan hanya dapat dikembalikan dengan paksa.
“Ini adalah fakta yang logis dan sah. Kami pun tak harus berunding dengan mereka sekali pun,” tegasnya.
Tokoh yang menjadi panutan ulama di Timur Tengah ini mengingatkan pembakaran Masjidil Aqsha 47 tahun silam dilakukan oleh seorang Yahudi asal Australia bernama Dennis Michael, pada 21 Agustus 1969.
Akibat pembakaran tersebut, Masjidil Aqsha mengalami kerusakan yang cukup parah. Maka dalam kondisi apapun umat Islam harus tetap menjaga dan mempertahankan Masjidil Aqsha dari upaya jahat Zionis Israel. [Ahmad Muhajir/Rus]

























