pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 22 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Dirasah

Urgensi Silaturahim dalam Kitab Tanbihul Ghafilin

Oleh Agus Riyadi SPdI MPd, Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
25 November 2019
in Dirasah
0
Urgensi Silaturahim dalam Kitab Tanbihul Ghafilin

foto: boombastis.com

Dalam berinteraksi, masyarakat Indonesia sering menggunakan istilah “Silaturahmi” untuk mengungkapkan makna menyambung kasih sayang, dan masih jarang yang menggunakan kata “Silaturahim”. Padahal kedua kata tersebut memiliki arti/makna yang berbeda, walaupun susunan huruf-hurufnya hampir sama, bedanya hanya pada akhiran huruf ‘ha dan mim.

Silaturahmi berasal dari kata “silah” yang bermakna menyambung, dan “rahmi” yang bermakna “rasa nyeri yang dirasakan seorang wanita saat melahirkan”. Sementara silaturahim berasal dari kata “silah” yang bermakna menyambung, dan “rahim”. Jadi, jika yang kita maksud adalah kegiatan menyambung kasih sayang, maka jangan keliru, gunakanlah kata “Silaturahim”.

Aplikasi makna silaturahim yang banyak dipraktikkan masyarakat, di antaranya dengan saling mengunjungi, bertandang, bersama-sama dalam berbagai momentum, bertegur sapa, ataupun dengan saling menolong.

Akan tetapi, pada makna yang lebih luas, sesuai dengan yang disabdakan Rasulullah, silaturahim juga bermakna menyambungkan sesuatu yang terputus. “Bukanlah yang dikatakan silaturahim itu adalah membalas kunjungan atau pemberian, melainkan silaturahim itu ialah menyambungkan yang telah terputus (HR Bukhari Muslim).

BACA JUGA

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Merawat Adab di Tengah Ragam Tradisi Pesantren

Walisongo dan Proses Islamisasi di Kepulauan Nusantara

Masjid sebagai Poros Utama Peradaban Islam

Sanad sebagai Fondasi Intelektual Pesantren

Keutamaan Silaturahim
Di antara keutamaan menjaga silaturrahim yaitu: Pertama, sebagai tanda/ciri orang beriman. Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah menghubungkan kasih sayang/tali
persaudaraan/silaturahim, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua, digolongkan sebagai orang yang berakal dan dapat mengambil pelajaran/Ulil Albab. Di dalam surat Ar-Ra’du ayat 19- 21, Allah menjelaskan bahwa di antara kriteria orang yang berakal dan dapat mengambil pelajaran, adalah “orang yang senantiasa bersilaturahim”, yakni yang menghubungkan apa yang diperintahkan oleh Allah untuk menghubungkan. Jadi, kalau kita merasa sebagai orang yang punya akal, tidak ada pilihan lain, wajib silaturahim.

Ketiga, Salah satu risalah pentin yang dibawa Nabi Muhammad SAW.
Sahabat Amr bin Abasah RA pernah menyampaikan, saya datang kepada Nabi saw di Mekkah, awal kenabian, kemudian saya bertanya kepada
beliau, “Apakah kedudukan tuan? Beliau menjawab,”Nabi”. Apakah Nabi itu? Jawab beliau “Allahmengutus aku”, saya bertanya kembali, untuk
apa Allah mengutus tuan? Beliau/Rasulullah SAW menjawab: “Allah mengutus aku untuk menyambungkan tali persahabatan/kasih sayang, menghancurkan berhala dan mengesakan Allah tanpa mempersekutukan dengan sesuatupun.

Keempat, Salah satu amal yang menyebabkan pelakunya masuk surga.
Dari Abu Ayyub Khalid bin Zaid Alansharyra, bahwasanya ada seseorang bertanya: ”Wahai Rasulullah, beritahukan kepada saya suatu amal yang
dapat memasukkan saya ke surga. Rasul menjawab, kamu menyembah Allah dan jangan mempersekutukannya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menghubungkan silaturahim.

Islam adalah agama dan pandangan hidup (worldview) yang menganjurkan umatnya untuk senantiasa berbuat baik (al-A’mal al-Khoiroh).

Amalan dalam Islam tidak hanya berupa ibadah seperti shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnah, puasa, zakat dan sebagainya melainkan juga tersenyum dan menjalin tali silaturahim.

Menjalin silaturahim adalah salah cara mewujudkan ukhuwah islamiyah dan dapat dilakukan dengan cara mengunjungi sanak keluarga dan saudara terdekat.

Di antara hikmah silaturahim selain membuat orang lain yang kita kunjungi merasa senang, silaturahim memiliki banyak urgensi dan
keutamaan.

Berikut adalah urgensi menyambung tali silaturahim perspektif Imam Abi Lays Nashr bin Muhammad dalam kitab tanbihul ghafilin: Pertama, mendapatkan Ridha Allah SWT. Kedua, Idkhalu Surur; Membuat orang lain (mukmin) merasa senang.

Ketiga, Farhul Malaikat atau Membahagiakan Malaikat, artinya menjadikan malaikat senang untuk mencatat kebaikan hamba Allah.

Keempat, Husnul Jazaa: Sebaik baik pahala, yaitu dengan menyambung silaturrahim merupakan suatu amalan yang sangat berpahala besar.

Kelima, Idkhalul ghammi ala iblis; yaitu membuat Iblis menjadi bingung.

Keenam Jiyadatun fil ‘Umri; artinya dengan silaturrahim dapat memperpanjang usia.

Ketujuh, Barakatun fi rizqi: yaitu menjadikan rezeki seseorang menjadi berkah.

Kedelapan, Suruur Amwaat atau membahagiakan orang yang sudah meninggal.

Kesembilan, Jiyadatun fil mawaddah atau silaturrahim dapat menambah
kasih sayang.

Dan terakhir, Kesepuluh JiyadatulAjri ba’da mautihi atau menambah pahala seseorang setelah meninggal dunia.

Itulah sepuluh urgensi dari silaturrahim yang dipaparkan. (Imam
Abi Lays Nashr bin Muhammad, Tanbihul Ghafilin, Darul Fikri, 2008 hlm 67)

Dalam hal ini Anas bin Malik menyebutkan bahwasannya terdapat tiga orang dalam naungan Allah di hari kiamat; Pertama, Orang yang memperbanyak silaturrahim ketika masih hidup.

Kedua, Seorang perempuan bersama anak anaknya (yatim) karena ditinggal suaminya (meninggal dunia).

Ketiga, Seseorang yg bersedekah berupa makanan atau minuman kepada fakir miskin dan anak yatim, kemudian orang yang ia beri sedekah
itu mendoakannya.

Selain dengan menjaga tali silaturrahim kepada saudara ataupun kerabat, terdapat lima golongan orang yang akan diluaskan rezekinya. Pertama, Orang yang mendawamkan shadaqah (sedikit maupun banyak).

Kedua, Orang yang selalu menjaga silaturrahim (dekat atau jauh).

Ketiga, Orang yang mendawamkan wudhu (tidak isyrof terhadap
penggunaan air).

Keempat, Orang yang taat kepada orangtuanya (birrul
waalidain).

Kelima, Orang yang mendawamkan taat kepada orangtuanya (birrul waalidain).

Hikmah Silaturahim
Berbagai penjelasan dalil banyak berbicara tentang hikmah silaturahim. Barangsiapa menginginkannya, maka lakukanlah silaturahim dan tidak menundanya. Di antara hikmah silaturahim;
Pertama, dipanjangkan umurnya. Manusia hidup sebagai makhluk sosial, ia tidak bisa hidup sendiri tanpa pertolongan orang lain. Orang yang sering bertemu dan bertatap muka dengan banyak orang, suka berinteraksi dan tidak menyendiri, in syaa Allah memiliki potensi lebih sehat dibandingkan yang tidak mau bergaul, menyendiri dan
tak mau bergerak.

Paling tidak, dengan berinteraksi dengan berbagai kalangan, ia makin menyadari bahwa ternyata setiap manusia memiliki kekurangan dan
kelebihan masing-masing, setiap manusia memiliki permasalahan hidupnya masing-masing, sehingga dia tidak berpikir bahwa “dialah yang paling menderita hidupnya.”

Ternyata banyak orang lain yang juga punya masalah. Kesadaran ini membuat rasa syukur makin muncul dan sekaligus belajar sabar kepada orang lain. Mata batin dan jiwa pun tenteram, peluang sehat menjadi lebih dekat.

Kedua, dimurahkan rezekinya. Dari Anas bin Malik RA, katanya, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang ingin supaya dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah dia memperhubungkan silaturahim (HR Bukhari). Dengan silaturahim makin banyak teman dan relasi, itu maknanya makin banyak akses informasi, akses dan peluang pasar untuk bisnis, dan akses-akses kebaikan yang lainnya.

Ketiga, menumbuhkan jiwa persatuan dan semangat tolong menolong. “Tangan Allah berada di atas jamaah/bersatu. Persatuan adalah rahmat, dan perpecahan adalah azab. Tidak dapat dipungkiri, salah satu yang menumbuhkan menyatu dan bersaudara adalah aktivitas menyambungkan kasih sayang/silaturahim. Dengan ini juga bisa dibangun kesamaan visi dan pemahaman tentang suatu hal.

Jika visi dan pemahaman sudah searah, tentang berbagai solusi,
menjadi sesuatu yang mudah. Wallahu a’lam bishshawab. []

Tags: ManfaatSilaturrahim
Share314Tweet196Send
Previous Post

Goncangan Kepala untuk Mengeluarkan Air dari Telinga Picu Kerusakan Otak

Next Post

Muslimah di London Lindungi Keluarga Yahudi dari Pelecehan Antisemit

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

20 August 2026
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

16 August 2026
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

22 August 2026
Serunya Hari Kreativitas Siswa SDIT Insantama Leuwiliang di Tengah Peringatan Hari Kemerdekaan RI

Serunya Hari Kreativitas Siswa SDIT Insantama Leuwiliang di Tengah Peringatan Hari Kemerdekaan RI

0
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

0
haul alm kh helmy abdul mubin

Haul Perdana KH Helmy Abdul Mubin, Momentum Teladani Perjuangan Pendiri Pesantren Ummul Quro Al-Islami Bogor

0
Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

0
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

0
Serunya Hari Kreativitas Siswa SDIT Insantama Leuwiliang di Tengah Peringatan Hari Kemerdekaan RI

Serunya Hari Kreativitas Siswa SDIT Insantama Leuwiliang di Tengah Peringatan Hari Kemerdekaan RI

22 August 2026
haul alm kh helmy abdul mubin

Haul Perdana KH Helmy Abdul Mubin, Momentum Teladani Perjuangan Pendiri Pesantren Ummul Quro Al-Islami Bogor

22 August 2026
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

22 August 2026
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Santriwati Gontor Putri Kampus 4 Kediri Peringati HUT RI Ke-81 dengan Tertib dan Semangat

Santriwati Gontor Putri Kampus 4 Kediri Peringati HUT RI Ke-81 dengan Tertib dan Semangat

20 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result