Jakarta, Gontornews — “Saya bersaksi bahwa Bapak adalah seorang yang Sholeh.” Demikianlah yang ditulis Hardjito, Wartawan Senior yang pernah menjadi Wartawan Istana Negara tahun 1998 dalam mengenang sosok Presiden ketiga RI, Bacharudin Jusuf Habibie (BJ Habibie) yang telah meninggal dunia, Rabu (11/9) di Rumah Sakit Gatot Subroto (RSPAD) Jakarta.
Dalam tulisannya di salah satu media sosial, Hardjito menerangkan tentang bagaimana sosok BJ. Habibie berinteraksi dengan awak media ketika ia menjabat sebagai presiden tahun 1998 lalu.
“Ijinkan kami wartawan meliput di Istana Negara tanpa screening yang super ketat,” tulisnya.
Selain itu, Hardjito juga mengatakan, BJ. Habibie adalah satu-satunya Presiden yang memperbolehkan wartawan istana menggunakan peci saat peliputan. Juga sangat mudah untuk diwawancarai.
Di saat suasana Ibukota banyak dipenuhi aksi demonstrasi, lanjutnya, justru di zaman Habibie anggota DPR sangat produktif melahirkan lebih dari 500 UU. Bahkan saat itu, Kurs 1 dollar dengan harga Rp15.000 bisa diturunkan sampai Rp.6800.
Ia juga menuliskan tentang pesawat N250 pesawat kebanggaan yang diciptakan Habibie, yang menurutnya telah dihabisi oleh IMF, akan dapat diteruskan oleh anak cucu Habibie dan generasi muda Indonesia.
“Ya Robb Ampuni dosanya terimalah amal baiknya dan jadikan kuburnya kebun taman taman Surga-MU. Selamat Jalan Ustadz BJ Habibie,” harapnya. [Devi Lusianawati]





















